Rionny Mainaky Geregetan dengan Performa Gregoria Cs di Piala Sudirman

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Rionny Mainaky Geregetan dengan Performa Gregoria Cs di Piala Sudirman
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung (tengah), bersama Pelatih Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Rionny Mainaky (kiri) dan Asisten Pelatih Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Minarti Timur, dalam babak semifinal Piala Sudirman 2019, Sabtu (25/5). [Humas PBSI]

"Saya maunya mereka itu bisa tetap tampil fight di lapangan," kata Rionny Mainaky.

Suara.com - Rionny Mainaky menjadi sosok paling terpukul dengan hasil jeblok yang diraih sektor tunggal putri Indonesia di Piala Sudirman 2019. Ia geregetan dengan performa Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung.

Sektor tunggal putri menjadi titik lemah Indonesia di Piala Sudirman 2019. Dari empat laga yang dimainkan sejak babak penyisihan grup, Fitriani cs hanya mampu memetik satu kemenangan.

Kemenangan itu ditorehkan Gregoria Mariska Tunjung saat tim Indonesia menghadapi Inggris di babak penyisihan Grup 1B. Saat itu ia mengalahkan Abigail Holden, dengan skor 21-10 dan 21-13.

Setelah itu, sektor tunggal putri gagal menyumbang poin bagi Indonesia di tiga laga selanjutnya.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, kalah di babak pertama Singapore Open 2019 dari Ratchanok Intanon (Thailand), Rabu (10/4). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, kalah di babak pertama Singapore Open 2019 dari Ratchanok Intanon (Thailand), Rabu (10/4). [Humas PBSI]

Fitriani kandas di tangan Mia Blichfeldt (Denmark), sementara Gregoria dua kali beruntun takluk saat menghadapi Tai Tzu Ying (China Taipei), dan Akane Yamaguchi (Jepang).

"Ya saya tidak puas. Dalam artian kita baru latihan satu minggu, waktu persiapan belum sampai maksimal," ujar Rionny Mainaky saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019).

"Meski begitu, saya maunya mereka itu bisa tetap tampil fight di lapangan. Jadi saat tanding bisa dapat pengalaman, daya juang, dan itu yang saya kurang puas," sambungnya.

Menurut Rionny, sektor yang dilatihnya itu seharusnya bisa menyumbangkan kemenangan lebih dari satu di Piala Sudirman 2019.

Laga krusial menghadapi Jepang harusnya bisa jadi panggung untuk Gregoria membuktikan diri.

"Yang terlewat itu ketika menghadapi Jepang. Harusnya kita bisa (sumbang poin). Karena kita tahu lawannya itu pendek dan kecil, mereka hanya ulet. Jadi kita kasih tekanan ke lawan, tapi justru terbalik," beber Rionny.

Pelatih Tunggal Putri PBSI, Rionny Mainaky ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Tunggal Putri PBSI, Rionny Mainaky ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Gregoria yang diturunkan menghadapi Jepang memang tampil melempem di hadapan Akane Yamaguchi. Meski sempat menang di Asian Games 2018, pebulutangkis 19 tahun itu tak berkutik dan kalah telak dengan skor 13-21 dan 13-21.

Kekalahan dari Akane, kata Rionny, seharusnya bisa dihindari. Namun, Gregoria nyatanya belum mampu mengeluarkan potensi terbaiknya.

"Kita belum panas saat itu, jadi bola pengembalian keluar terus. Baru start saja saat itu Gregoria sudah tertinggal 1-9 dari Akane. Waduh, disitu saya menyesal sekali," pungkasnya.

Setelah tampil melempem di Piala Sudirman 2019, sektor tunggal putri langsung mengalihkan fokus ke ajang Australia Open 2019, 4-9 Juni mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS