Jelang Indonesia Open 2019, Pelatih Minta Anthony Tampil Lebih Cerdik

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Jelang Indonesia Open 2019, Pelatih Minta Anthony Tampil Lebih Cerdik
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, takluk dua game langsung dari wakil Denmark, Viktor Axelsen, dalam laga penyisihan Grup 1B Sudirman Cup 2019, Rabu (22/5). [Humas PBSI]

Hendry Saputra menilai Anthony Sinisuka Ginting masih tampil kurang stabil.

Suara.com - Pelatih sektor tunggal putra pelatnas PBSI, Hendry Saputra menilai Anthony Sinisuka Ginting masih tampil kurang stabil. Jelang Indonesia Open 2019, ia pun meminta anak latihnya itu untuk meningkatkan kecerdikan dan mengurangi kesalahan sendiri.

Anthony Sinisuka Ginting belum meraih gelar satupun tahun ini. Tunggal putra peringkat delapan itu belum mampu mengulangi performa apiknya pada tahun lalu di mana mampu meraih gelar Indonesia Masters 2018, China Open 2018, serta medali perunggu Asian Games 2018.

Pencapaian terbaik Anthony tahun ini adalah runner-up. Teranyar, ia menjadi finalis Australia Open 2019 setelah ditundukan kompatriotnya sendiri yakni Jonatan Christie.

Hendry Saputra dan Anthony Sinisuka Ginting berpelukan, menyusul kemenangan tunggal putra di China Open 2018 [Humas PBSI].
Hendry Saputra dan Anthony Sinisuka Ginting berpelukan, menyusul kemenangan tunggal putra di China Open 2018 [Humas PBSI].

"Ada latihannya kalau mau fokus dan ada faktor kecerdasan juga, ini sangat berpengaruh, saya nggak bilang nggak pintar, tapi kecerdasannya (kecerdikan, Red) harus ditambah," ujar Hendry Saputra dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (18/6/2019).

"Tidak boleh melakukan kesalahan, implementasinya harus dari latihan, feeling-nya dan cara-cara latihannya yang saya tidak bisa jabarkan di sini, latihan lebih safe," sambungnya.

Hendry mengaku sudah berdiskusi dengan Anthony perihal inkonsistensi dan kekurangannya dalam membuat kesalahan sendiri. Pelatih jebolan PB Tangkas itu pun sudah memberi misi khusus bagi anak latihnya demi mendongkrak performa.

"Harus mengubah dan meningkatkan, contoh yang tadinya satu game 11-13 kali mati (salah sendiri), bisa nggak di bawah 10? Saya rasa ini perjuangan, ini yang mesti dilatih," tutur Hendry.

"Coba dicek sama-sama, kalau Anthony menang satu game dengan satu pemain, pasti kesalahannya di bawah delapan kali, tapi kalau kalah, bisa 11 ke atas kesalahannya," pungkasnya.

Anthony sendiri menjadi salah satu wakil tunggal putra yang diandalkan PBSI untuk tampil di Indonesia Open 2019. Turnamen BWF World Tour Super 1000 itu akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 16-21 Juli mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS