UAS Haramkan Catur, Percasi Angkat Bicara

Rizki Nurmansyah, Arief Apriadi

Jum'at, 22 November 2019 | 06:05 WIB
UAS Haramkan Catur, Percasi Angkat Bicara
Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan keterangan pers di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) angkat bicara terkait ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang sepakat mengharamkan olahraga catur.

UAS menyebut olahraga catur menjadi haram lantaran disinyalir dapat melalaikan salat dan menghilangkan waktu berhari-hari.

Video mengenai ceramah pria berusia 42 tahun itu ramai diperbincangkan khalayak seiring dengan kabar UAS yang mengisi tausiah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (20/11/2019).

Dari hasil penelusuran, ceramah UAS soal catur diunggah oleh YouTube Teman Ngaji pada 26 Juli 2017 dengan judul "Hukum Main Domino dan Catur - Ustadz Abdul Somad Lc MA".

Ceramah Ustaz Abdul Somad soal hukum main domino dan catur. (YouTube/Teman Ngaji)
Ceramah Ustaz Abdul Somad soal hukum main domino dan catur. (YouTube/Teman Ngaji)

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem, UAS salah kaprah terkait hukum mengharamkan olahraga catur.

Menurutnya, catur yang dimaksudkan UAS berbeda dengan olahraga catur profesional yang selama ini diwadahi Percasi.

Percasi, kata Liem, memiliki waktu dan metode latihan yang jelas bagi para atlet Pelatnas catur. Sehingga, tudingan yang menyebut catur membuang-buang waktu kurang tepat.

"Ustaz Abdul Somad mungkin tidak tahu situasi. Dia pikir hanya yang di kampung-kampung yang main hingga lupa waktu," ujar Liem saat dihubungi Suara.com, Kamis (21/11/2019).

"Kami di Percasi minimal latihan satu hari itu enam jam. Itu dibagi dua sesi. Kita kebanyakan bahas strategi, bukan main."

baca juga

"Main itu saat jelang pertandingan, agar pola dan irama berpikirnya cocok dengan nomor yang dipertandingkan," sambungnya.

Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem (kedua dari kanan). [Facebook/Percasi Catur Indonesia]
Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem (kedua dari kanan). [Facebook/Percasi Catur Indonesia]

Lebih jauh, Liem menjelaskan bahwa bahasan mengenai haram tidaknya suatu kegiatan, dalam hal ini catur, seharusnya sudah tak relevan untuk dibahas.

Menurut Liem, Indonesia lebih baik membahas soal peningkatan prestasi catur itu sendiri.

Lantaran, kata dia, negara-negara lain yang sempat mengharamkan catur pun telah berpikir lebih terbuka dan mencoba lebih maju.

"Lebih baik kita pikirkan hal-hal positif. Negara-negara lain sudah lebih maju meski dulu membahas hal itu," ujarnya.

"Harusnya kita bahas prestasi. Aneh hal-hal seperti ini masih dibicarakan sekarang."

"Iran pernah mengharamkan catur. Tapi sekarang catur di Iran itu sedang booming, gila-gilaan. Bukan hanya sponsor banyak, tapi pecatur-pecatur mudanya tumbuh luar biasa," sambungnya.

Para pecatur putri mengikuti Kejuaraan Dunia Catur di Riyad, Arab Saudi, Selasa (26/12/2017). [AFP]
Para pecatur putri mengikuti Kejuaraan Dunia Catur di Riyad, Arab Saudi, Selasa (26/12/2017). [AFP]

Di sisi lain, Liem menyebut catur juga memiliki banyak manfaat khususnya bagi perkembangan otak anak. Permainan catur disebutnya sangat baik untuk melatih kepintaran seseorang.

"Dengan main catur, bermain bagus, pemikirannya semakin sistematis. Mana yang harus didahulukan ada saat kita mengalah dulu untuk menang," jelas Liem.

"Anak yang sering main catur, pelajaran di sekolah itu cerdas-cerdas, terutama matematika," pungkas Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem.

Awal Mula

Awal mula dari kasus pengharaman catur ini dari pertanyaan seorang jamaah kepada UAS.

"Maaf Pak Ustaz boleh nggak main domino untuk mengisi waktu luang biasanya 17 Agustus?" tanya jamaah tersebut.

Tak lama, UAS berkelakar, "Ini rekaman berbahaya".

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Ustaz Abdul Somad atau UAS untuk mengisi tausiah. (Suara.com/Welly Hidayat)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Ustaz Abdul Somad atau UAS untuk mengisi tausiah. (Suara.com/Welly Hidayat)

Kemudian ia memberi jawaban atas pertanyaan itu dengan merujuk pada Mazhab Hanafi.

"Mazhab Hanafi mengharamkan dadu dan catur, alasannya dua yakni pertama melalaikan sholat dan yang kedua menghilangkan waktu berhari-hari," terang UAS.

UAS lalu mengatakan, bila dirinya tidak setuju catur dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga lantaran membuang waktu.

"Bahwa ketua persatuan catur marah pada saya, terserahlah tapi saya tidak setuju. Habiskan waktu itu, banyak yang perlu kita pikirkan. Bagaimana politik, bagaimana anak. Ini yang kita pikirkan cem mana pion-pion ini bisa selamat," imbuhnya.

Ustaz Abdul Somad saat tiba di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8).  [Suara.com/Arya Manggala]
Ustaz Abdul Somad (UAS) saat tiba di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Pun bila catur diklaim bisa meningkatkan ketangkasan, UAS menyebut masih ada olahraga lainnya yang bertujuan sama.

Ia pun menegaskan sepakat dengan Mazhab Hanafi yang mengharamkan permainan domino dan catur, setelah melihat titik persamaannya.

"Dadu dan catur sifatnya permainan, menetapkan sesuatu yang belum ada hukumnya kepada sesuatu yang ada hukumnya dengan melihat titik persamaan antara keduanya," pungkas UAS.

Sejak diunggah, ceramah UAS tentang hukum main domino dan catur telah disaksikan lebih dari 1,3 juta kali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Top 5 Olahraga: Yamaha Buka Pintu Bagi Zarco, Foreman Ogah Lawan Tyson

Top 5 Olahraga: Yamaha Buka Pintu Bagi Zarco, Foreman Ogah Lawan Tyson

Sport | Kamis, 21 November 2019 | 07:15 WIB

5 Berita Olahraga Pilihan: Foreman Ogah Tarung Lawan Mike Tyson

5 Berita Olahraga Pilihan: Foreman Ogah Tarung Lawan Mike Tyson

Sport | Rabu, 20 November 2019 | 20:20 WIB

Top 5 Olahraga: Daftar Pebalap MotoGP 2020, Calon Lawan Manny Pacquiao

Top 5 Olahraga: Daftar Pebalap MotoGP 2020, Calon Lawan Manny Pacquiao

Sport | Rabu, 20 November 2019 | 06:49 WIB

5 Berita Olahraga Pilihan: Alex Duet dengan Marc Marquez di MotoGP 2020

5 Berita Olahraga Pilihan: Alex Duet dengan Marc Marquez di MotoGP 2020

Sport | Selasa, 19 November 2019 | 20:20 WIB

Top 5 Olahraga: Alex Marquez ke Honda, Pino Sudah Duga Daud Menang TKO

Top 5 Olahraga: Alex Marquez ke Honda, Pino Sudah Duga Daud Menang TKO

Sport | Selasa, 19 November 2019 | 07:10 WIB

Terkini

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×