Tertular Corona, Peraih Emas Olimpiade: Jaga Diri! Covid-19 Bukan Candaan

Rizki Nurmansyah
Tertular Corona, Peraih Emas Olimpiade: Jaga Diri! Covid-19 Bukan Candaan
Cameron van der Burgh memperlihatkan medali emas Olimpiade 2012 London yang diraihnya dari nomor gaya dada 100m putra. [AFP/Fabrice Coffrini]

"Saya telah berjuang dengan Covid-19 selama 14 hari ini," tulis van der Burgh, peraih emas Olimpiade 2012.

Suara.com - Peraih medali emas Olimpiade Cameron van der Burgh menyatakan bahwa ia telah tertular virus Corona Covid-19.

Lewat Twitter, mantan atlet renang asal Afrika Selatan itu pun berbagi cerita pengalamannya selama menderita Covid-19.

"Saya telah berjuang dengan Covid-19 selama 14 hari ini," tulisnya, Senin (23/3/2020).

"Sejauh ini adalah virus terburuk yang pernah saya alami meskipun sebagai individual yang sehat dengan paru-paru kuat (tidak merokok/olahraga), menjalani hidup sehat dan masih muda (paling kecil risikonya secara demografi)."

Van der Burgh, juara 100m gaya dada Olimpiade 2012 dan mantan pemegang rekor dunia, pensiun pada 2018.

Masih fit di usia 31 tahun, ia tetap berada di antara mereka yang paling kecil kemungkinan terkena dampak parah dari virus mematikan itu.

Tapi dia mengatakan efek melemahkan dari sakit itu masih ada.

"Meskipun gejala paling parah (demam esktrem) sudah mereda, saya masih berjuang dengan kelelahan serius dan sisa batuk yang tidak bisa saya hindari," tulis van der Burgh.

"Aktivitas fisik seperti berjalan membuat saya lelah berjam-jam," sambungnya.

Van der Burgh mengikuti kemenangannya di London dengan medali perak di Olimpiade Rio 2016 dan pensiun setelah memenangi emas pada kejuaraan dunia 2018.

Ia mengatakan tertular virus Corona akan menjadi pukulan berat bagi atlet manapun dalam latihan.

"Hilangnya pengondisian tubuh sangat besar dan hanya bisa dirasakan oleh atlet yang tertular Covid-19 karena mereka akan mengalami kerugian besar dari pengondisian yang dihasilkan melalui siklus latihan terakhir. Infeksi yang lebih dekat dengan kompetisi adalah yang terburuk."

Ketika Komite Olimpiade Internasional (IOC) menghadapi meningkatnya tekanan untuk menunda Olimpiade 2020 Tokyo dalam menghadapi pandemi virus corona, van der Burgh khawatir bahwa para calon Olimpian akan membahayakan kesehatan mereka dengan mencoba mempersiapkan diri.

"Para atlet akan terus berlatih karena tidak ada klarifikasi mengenai Olimpiade musim panas dan dengan demikian mengekspos diri mereka pada risiko yang tidak perlu dan mereka yang tertular akan berusaha segera kembali berlatih yang kemungkinan besar meningkatkan/memperpanjang kerusakan/waktu pemulihan," tulisnya.

"Tolong, jaga dirimu semuanya! Kesehatan yang utama, Covid-19 bukan candaan!" tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS