PBSI Harap Isolasi Mandiri Jadikan Atlet Lebih Dewasa

Syaiful Rachman | Arief Apriadi
PBSI Harap Isolasi Mandiri Jadikan Atlet Lebih Dewasa
Atlet Pelatnas PBSI menggalang aksi sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak wabah virus Corona. [Dok. PBSI]

Proses isolasi mandiri tersebut berlangsung selama 14 hari.

Suara.com - Sebelum pemusatan latihan diliburkan, pebulutangkis Indonesia terutama yang mengikuti ajang All England 2020, sempat menjalani isolasi mandiri di asrama PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Proses isolasi mandiri itu berlangsung selama 14 hari dan telah selesai dijalani pada 30 Maret lalu. PBSI melakukan karantina guna memastikan seluruh tim All England 2020 dalam keadaan sehat ketika berjumpa keluarga masing-masing.

Sebagaimana diketahui, Inggris, selaku tuan rumah All England 2020 menjadi salah satu negara yang terdampak wabah virus corona Covid-19.

Pelatih bulutangkis nasional, Richard Mainaky berharap isolasi mandiri yang telah dijalankan bisa membuat atlet-atlet Indonesia lebih dewasa. Pasalnya, selama tinggal di asrama PBSI, Praveen Jordan dan kawan-kawan dipaksa untuk mengurus sebagian besar kebutuhannya secara mandiri, salah satunya mencuci pakaian.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, merayakan keberhasilan meraih medali emas SEA Games 2019 bersama sang pelatih, Richard Mainaky, usai mengalahkan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, Senin (9/12). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, merayakan keberhasilan meraih medali emas SEA Games 2019 bersama sang pelatih, Richard Mainaky, usai mengalahkan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, Senin (9/12). [Humas PBSI]

"Orang dari luar PBSI itu tak boleh masuk ke dalam asrama. Yang di dalam harus aktivitas sendiri," ujar Richard Mainaky saat dihubungi Suara.com, Sabtu (4/4/2020).

"Saya dapat kabar dari Kabid Binpres (Susy Susanti), aturan tersebut membuat setiap atlet harus menjalani piket secara bergantian, karena cleaning service juga tak diizinkan masuk."

"Mereka juga harus cuci baju sendiri, PBSI sudah membelikan mereka mesin cuci baru. Jadi masing-masing cuci sendiri," tambahnya.

Richard menyebut kondisi itu sejatinya baik untuk para atlet. Mereka jadi lebih bertanggung jawab dan semakin peduli dengan satu sama lain.

"Di sisi lain, wabah virus (Corona) ini ada positifnya untuk anak-anak. Mereka jadi kerjasama, tanggung jawab, kemandirian juga bertambah," beber Richard.

"Itu positif sekali. Siapa tahu dengan keadaan seperti ini mereka lebih dewasa, dan kami pelatih jadi lebih mudah membentuk mereka di kemudian hari," tandasnya.

Setelah periode isolasi mandiri usai, plus hasil rapid tes menunjukan semua atlet negatif dari infeksi Covid-19, PBSI resmi meliburkan Pelatnas hingga 2 Juni.

Sekjen PBSI, Achmad Budiharto di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020). [Suara.com / Arief APRIADI]
Sekjen PBSI, Achmad Budiharto di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020). [Suara.com / Arief APRIADI]

Sekretaris Jendral (Sekjen) PBSI Achmad Budiharto sebelumnya mengatakan bahwa para pebulutangkis diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, kendati harus tetap menjaga kondisi fisik.

"Kami baru rencana akan mulai lagi pelatnas pada tanggal 2 Juni 2020, karena event terdekat ada di bulan Juli nanti," ujar Budiharto, Jumat (3/4/2020).

"Tapi, walaupun diberikan pilihan pulang, mereka tetap diminta jaga kondisi kesehatan dan performa," tambahnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS