Dianggap Lebay Tanggapi Insiden All England 2021, Praveen Jordan Ngamuk

Arief Apriadi

Jum'at, 26 Maret 2021 | 12:59 WIB
Dianggap Lebay Tanggapi Insiden All England 2021, Praveen Jordan Ngamuk
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Istora Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020). [Dok. Megapro]

Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan 'mengamuk' saat menjadi bintang tamu di acara Mata Najwa, Rabu (24/3/2021) lalu.

Praveen terlihat tak senang dengan argumen ahli hukum olahraga Eko Noer Kristiyanto (Eko Maung) soal insiden dipaksa mundurnya tim Indonesia dari All England 2021.

Eko menyoroti keinginan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk membawa insiden All England 2021 ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Menurut Eko Maung, hal itu tidak diperlukan. Lebih jauh, dia juga menilai tudingan banyak pihak terkait Indonesia memang sengaja disingkirkan dari All England terlalu berlebihan.

“Saya sempat meninjau aturan mereka yakni aturan pandemi harus menyesuaikan aturan di negara tempat event tersebut berlangsung," kata Eko Maung.

"Di sini kalau tujuannya menyingkirkan Indonesia itu asumsi yang berlebihan," tambahnya.

Mendengar argumen tersebut, Praveen yang menjadi satu dari 12 pemain Indonesia yang menyaksikan dipaksa mundurnya skuad Merah Putih dari All England 2021 tak terima.

Partner dari Melati Daeva Oktavianti itu mencak-mencak dengan menuding Eko Maung tidak menghargai perjuangan atlet untuk bangsa Indonesia.

"Kami sudah menunggu dan persiapan, tetapi ada kejadian yang kurang jelas kayak ini, jelas kecewa sekali," kata Praveen.

baca juga

"Makanya kalau dibilang seperti kata Pak Eko tadi bahwa ini berlebihan, menurut saya, mereka yang menyebut seperti itu tidak melihat perjuangan yang kami habiskan untuk membela negara!" tambahnya.

Tim bulutangkis Indonesia sebelumnya dipaksa mundur dari All England 2021 saat turnamen BWF World Tour level Super 1000 itu memainkan babak pertama, pada Rabu (17/3/2021) malam WIB.

Seluruh anggota tim Indonesia di All England 2021, mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga tenaga pendukung terpaksa mundur dari turnamen bulutangkis tertua di dunia itu atas permintaan pemerintah Inggris.

Melalui email dari National Health Service (NHS) --badan kesehatan Britania Raya, wakil Indonesia diminta melakukan isolasi mandiri selama 10 hari karena sempat menaiki pesawat di mana salah satu penumpangnya dinyatakan positif Covid-19.

Pesawat yang dimaksud adalah maskapai yang ditumpangi wakil Indonesia saat transit dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021) lalu.

Sejatinya, tim bulutangkis Indonesia diwajibkan NHS untuk menjalani isolasi mandiri hingga 23 Maret mendatang.

Namun berkat koordinasi antara PBSI dan pihak-pihak terkait terutama dengan KBRI di Inggris, Marcus Fernaldi Gideon dan kawan-kawan bisa pulang lebih cepat, meskipun status mereka di All England 2021 tetap dinyatakan mundur.

Selepas mendaratkan kaki di Indonesia, Senin (22/3/2021) malam WIB, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan kawan-kawan harus kembali menjalani karantina mandiri selama lima hari sesuai regulasi kesehatan di Indonesia.

Selama menjalani isolasi mandiri, wakil-wakil Merah Putih akan dikarantina di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadwal Orleans Masters 2021: Tiga Wakil Indonesia Berebut Tiket Semifinal

Jadwal Orleans Masters 2021: Tiga Wakil Indonesia Berebut Tiket Semifinal

Sport | Jum'at, 26 Maret 2021 | 09:00 WIB

Indonesia Diusir dari All England, Kevin/Marcus Kokoh di Peringkat 1 Dunia

Indonesia Diusir dari All England, Kevin/Marcus Kokoh di Peringkat 1 Dunia

Sport | Kamis, 25 Maret 2021 | 22:31 WIB

Punggung Ojol Disemprot Parfum Oleh Penumpang, Atlet Ungkap Firasat Buruk

Punggung Ojol Disemprot Parfum Oleh Penumpang, Atlet Ungkap Firasat Buruk

Hits | Kamis, 25 Maret 2021 | 21:03 WIB

Gagal Tanding All England, Praveen Jordan Blak-blakan Bongkar Firasat Buruk

Gagal Tanding All England, Praveen Jordan Blak-blakan Bongkar Firasat Buruk

Hits | Kamis, 25 Maret 2021 | 15:51 WIB

Atlet Rugi Rp 100 Juta di All England, Denny Cagur Dapat Rp 254 Juta

Atlet Rugi Rp 100 Juta di All England, Denny Cagur Dapat Rp 254 Juta

Hits | Kamis, 25 Maret 2021 | 17:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×