alexametrics

Naomi Osaka: Apa yang Terjadi di Haiti dan Afghanistan Benar-benar Gila

Syaiful Rachman
Naomi Osaka: Apa yang Terjadi di Haiti dan Afghanistan Benar-benar Gila
Petenis Jepang, Naomi Osaka. [PAUL CROCK / AFP]

Naomi Osaka mengaku kurang bersyukur dalam satu tahun terakhir.

Suara.com - Naomi Osaka mengaku "tidak bersyukur" selama setahun terakhir karena tidak sepenuhnya menghargai hidupnya sebagai salah satu pemain tenis top dunia.

Petenis nomor dua dunia itu memastikan kemenangan comeback atas Coco Gauff di Western & Southern Open di Cincinnati, Rabu waktu AS atau Kamis WIB, turnamen pertamanya di luar Olimpiade sejak mundur dari French Open pada Mei.

Dia menarik diri dari Roland Garros setelah dikenai denda karena menolak melakukan konferensi pers. Dia mengatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan tertentu dapat memengaruhi kesehatan mentalnya.

Petenis Jepang, Naomi Osaka tampil di Olimpiade Tokyo. [Tiziana FABI / AFP]
Petenis Jepang, Naomi Osaka tampil di Olimpiade Tokyo. [Tiziana FABI / AFP]

Osaka meneteskan air mata dan sempat meninggalkan konferensi pers di Cincinnati, Senin (16/8/2021), ketika ditanya tentang hubungannya dengan media, namun ia kembali berhadapan dengan media usai pertandingan.

Baca Juga: Dianggap Teroris, Sejumlah Media Sosial Blokir Konten Taliban

"Saya bertanya-tanya mengapa saya begitu terpengaruh, saya kira, yang membuat saya tidak ingin melakukan konferensi pers," kata petenis berusia 23 tahun itu dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/8/2021).

"Saya bertanya-tanya apakah saya takut, karena kadang-kadang saya melihat berita soal pemain kalah dan kemudian berita keesokan harinya seperti kolaps atau mereka tidak lagi hebat."

"Jadi saya berpikir, saya bangun setiap hari, bagi saya, saya harus merasa seperti saya menang. Seperti, pilihan untuk pergi dan bermain, untuk pergi melihat penggemar, orang-orang keluar dan menonton saya bermain, itu sendiri adalah sebuah prestasi."

"Saya tidak yakin kapan saya mulai mengurangi kepekaan itu. Sepertinya itu mulai tidak seperti pencapaian bagi saya. Jadi, saya merasa saya sangat tidak berterima kasih atas fakta itu," pungkas Osaka.

Juara Grand Slam empat kali itu mengatakan pembatasan yang diberlakukan karena pandemi COVID-19 membuatnya "sangat stres," tetapi peristiwa baru-baru ini di Haiti dan Afghanistan telah mengubah pandangannya.

Baca Juga: Profil Taliban, Asal-usul, Pemimpin hingga Sumber Dana Kelompok Militan Afghanistan

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7,2 menewaskan lebih dari 2.000 orang di Haiti, negara tempat ayahnya dilahirkan, dan pada saat bersamaan Afghanistan dilanda kekacauan.

Komentar