alexametrics

Denise Lewis, Mantan Atlet Heptathlon, Bongkar Praktik Pesta Seks di Olimpiade

Syaiful Rachman
Denise Lewis, Mantan Atlet Heptathlon, Bongkar Praktik Pesta Seks di Olimpiade
Mantan atlet heptathlon Britania Raya Denise Lewis. [AFP]

Hal itu diungkapkan Denise Lewis dalam acara A League of Their Own.

Suara.com - Olimpiade, pesta olahraga dunia empat tahunan yang dinantikan para atlet, ternyata tak lepas dari praktik seks bebas.

Kenyataan pesta seks di olimpiade itu dibeberkan langsung oleh mantan peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 asal Britania Raya, Denise Lewis.

Pernyataan mengejutkan Denise Lewis yang meraih medali emas di heptathlon putri Sydney 2000 saat menjadi bintang tamu di acara A League of Their Own.

Mantan atlet heptathlon Britania Raya Denise Lewis. [AFP]
Mantan atlet heptathlon Britania Raya Denise Lewis. [AFP]

Denise Lewis blak-blakan mengaku dengan sengaja menguping rekan-rekan atletnya sedang berpesta seks di kamar di perkampungan atlet olimpiade.

Baca Juga: Kesaksian Korban Perdagangan Seks R. Kelly

Kepada pembawa acara, Romesh Ranganathan, Denise awalnya mendapat telepon yang menyebut orang-orang sedang melakukan hubungan seks di kamar sebelah.

"Saya ingat dalam satu kesempatan, ada seseorang yang benar-benar melakukan hubungan seks," ucap Denise dikutip dari Insider.

"Dan saya mendapat telepon, seperti 'secara harfiah, ini dan itu'" imbuhnya.

Terkejut dengan pernyataan Denise, Ranganathan menggali lebih dalam terkait informasi yang diungkapkan mantan atlet Inggris itu.

"Jadi, Anda mendapat telepon yang mengatakan,'Seseorang sedang berhubungan seks, siapa yang mau mendengarkan' begitu?" ucap Ranganathan.

Baca Juga: Begini Cara Memungut Kondom yang Tertinggal di Vagina Saat Berhubugan Seks

"Ya, siapa yang mau mendengarkan. Kami bosan, bosan," jawab Lewis dengan ekspresi yang cukup serius.

"Jadi kalian semua masuk ke ruangan dan mendengarkan?" tanya Ranganathan lagi.

"Ya, dan secara harfiah.." jawab Denis Lewis sambil membuat gerakan menguping dengan telinganya.

Suasana bangunan tempat tinggal untuk atlet saat kunjungan media di Kampung Atlet Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, Minggu (20/6/2021). ANTARA FOTO/Akio Kon/Pool via REUTERS/hp/cfo (REUTERS/POOL)
Suasana bangunan tempat tinggal untuk atlet saat kunjungan media di Kampung Atlet Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, Minggu (20/6/2021). ANTARA FOTO/Akio Kon/Pool via REUTERS/hp/cfo (REUTERS/POOL)

Meski membenarkan adanya pesta seks di perkampungan olimpiade, Denise Lewis menolak untuk membeberkan identitas atlet yang bersangkutan.

Pesta seks di ajang Olimpiade bukanlah sesuatu yang baru dan mengejutkan, meskipun banyak pihak yang menyangkal.

Menurut laporan New York Post, Olimpiade Rio 2016 bahkan menyediakan sebanyak 450 ribu kondom dan 175 ribu paket pelumas.

Di Olimpiade Tokyo 2020, sebanyak 160 ribu kondom dibagikan namun penyelenggara mengimbau kepada para atlet untuk tidak melakukan kegiatan seks.

Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19, sementara kondom yang dibagikan dijadikan sebagai cindera mata untuk dibawa pulang.

Namun nyatanya, kebijakan dan imbauan dari penyelenggara tidak digubris oleh para atlet, seperti pengakuan Susen Tiedtke.

Mantan atlet Olimpiade Barcelona 1992 dan Sydney 2000 itu mengklaim, aturan larangan berhubungan seks di kampung Olimpiade gagal total.

"Ini jadi bahan tertawaan besar untuk saya, itu sama sekali tidak berhasil. Seks selalu menjadi isu di perkampungan atlet," ucap Susen.

"Para atlet sedang berada di puncak fisik mereka ketika berlaga di Olimpiade, setelah kompetisi usai mereka ingin melepaskan energi tersebut.

"Ada pesta demi pesta,kemudian alkohol juga ikut di dalamnya. Kebetulan orang berhubungan seks dan ada cukup banyak orang yang berjuang untuk itu." imbuhnya

[Penulis: Eko isdiyanto]

Komentar