Apresiasi Terhadap Konsistensi Kementerian PUPR dalam Menyiapkan Venue Olahraga

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:09 WIB
Apresiasi Terhadap Konsistensi Kementerian PUPR dalam Menyiapkan Venue Olahraga
mantan pebulu tangkis senior, Candra Wijaya dan atlet bola basket profesional Indonesia,  Daniel Timothy Wenas saat berbincang dalam Podcast Sigap Membangun Negeri Menorehkan Prestasi bertajuk Arena Lintas Masa. (Istimewa)

Suara.com - Konsistensi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam menyiapkan venue olahraga mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya adalah dari mantan pebulu tangkis senior, Candra Wijaya.

 Mantan pebulu tangkis ganda putra terbaik Indonesia yang pernah meraih medali emas di Olimpiade Sydney pada Tahun 2020 silam itu mengatakan bahwa venue olaharaga yang disediakan oleh Pemerintah memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap performa para atlet saat bertanding.

Untuk lapangan bulu tangkis misalnya, ruangan yang didesain sebagai tempat latihan harus terhindar dari angin. Tingkat pencahayaan di dalam ruangan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan latihan, dalam artian tidak boleh terlalu terang ataupun terlalu gelap. Selain itu, jika mengikuti standar internasional, maka lantai lapangan bulu tangkis seharusnya didesain tidak menggunakan material semen melainkan papan.

"Kalau lapangannya semen, itu sangat beresiko, atlet bisa cedera, karena kan kita kadang harus lompat ataupun gerak sana sini," kata Candra dalam Podcast Sigap Membangun Negeri Menorehkan Prestasi bertajuk Arena Lintas Masa.

Hal senada disampaikan oleh atlet bola basket profesional Indonesia,  Daniel Timothy Wenas. Menurutnya, lapangan Bola Basket yang memenuhi standar adalah yang ketebalan papannya itu mencapai 10 cm.

"Aku paling waspada itu dengan floornya, karena kalau semen itu sangat high impact yah. Kita kan lompat-lompat. Lapangan yang tidak memenuhi standar itu bisa menciderai tubuh kita, sementara bagi atlet anggota tubuh adalah aset yang harus dijaga," ucapnya.

Daniel mengaku bahkan pernah sempat merasa malas untuk bermain saat mendapati lapangan yang akan digunakan untuk latihan tidak memenuhi standar.

"Kalau saya iya (pernah malas), karena saya pernah mengalami cedera yah, jadi khawatir kalau cedera lagi. Kaya misal ACnya tidak berfungsi dengan baik. Untuk di lapangan basket, AC itu sangat mempenngaruhi, karena kita pasti akan berkeringat, kalau keringatnya kemudian netes ke lantai, itu beresiko terhadap performa para atlet. Itu memang hal kecil, tapi perlu diperhatikan," katanya.

Memenuhi Standar

baca juga

Pada kesempatan tersebut, Candra juga membandingkan bagaimana venue yang ada pada jamannya dan saat ini.

"Saya sangat mengapresiasi venue olahraga saat ini. Tapi melihat venue sekarang, termasuk yang PON, kami bangga dengan Pak Menteri Basuki," ucapnya.

Sementara menurut Daniel, standar yang ada saat ini sudah cukup.

"Kalau saya melihat, standarnya sudah cukup. Cuma mungkin ditingkatkan lagi, selama ini venue yang ada hanya layak untuk dijadikan latihan bukan untuk kompetisi. Mungkin ke depan dipertimbangkan juga venue yang untuk kompetisi, apalagi di daerah-daerah," ucap Daniel.

Sebagai penutup, baik Candra maupun Daniel berharap bahwa seluruh venue olahraga yang telah dibangun oleh Kementerian PUPR tersebut dapat dipelihara dengan baik oleh pihak terkait sehingga memiliki usia penggunaan jangka panjang, yang dalam hal ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah ketika proses serah terima aset pasca konstruksi dari Pemerintah Pusat ke daerah telah selesai dilakukan.

"Misal kaya PON, ini kan empat tahunan yah. Pas dibangun memang bagus, tapi setelahnya? Bisa jadi 2 sampai 3 tahun ke depan malah tidak terawat, nah hal-hal seperti ini yang perlu diperhatikan," pungkas Daniel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DKI Raih Emas di Cabor Renang PON saat Anies Nonton

DKI Raih Emas di Cabor Renang PON saat Anies Nonton

Video | Senin, 11 Oktober 2021 | 20:35 WIB

Tim Sepak Bola Putri Tuan Rumah Sabet Emas, Pelatih: Sejarah Terukir di Tanah Papua

Tim Sepak Bola Putri Tuan Rumah Sabet Emas, Pelatih: Sejarah Terukir di Tanah Papua

Bola | Senin, 11 Oktober 2021 | 19:48 WIB

PON XX Papua: Kaltim, Banten dan Kepri, Bersaing Ketat di Cabor Layar Putri

PON XX Papua: Kaltim, Banten dan Kepri, Bersaing Ketat di Cabor Layar Putri

Kaltim | Senin, 11 Oktober 2021 | 19:36 WIB

Heboh Kabar Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet, Kemenkes: Sedang Ditelusuri

Heboh Kabar Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet, Kemenkes: Sedang Ditelusuri

Sumbar | Senin, 11 Oktober 2021 | 19:24 WIB

Anies Nonton, DKI Raih Medali Emas di Cabor Renang PON XX Papua

Anies Nonton, DKI Raih Medali Emas di Cabor Renang PON XX Papua

News | Senin, 11 Oktober 2021 | 19:02 WIB

Kemenkes Selidiki Isu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet, Ancaman Sanksi Menanti

Kemenkes Selidiki Isu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet, Ancaman Sanksi Menanti

News | Senin, 11 Oktober 2021 | 19:02 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×