facebook

Tutup 2021 sebagai Runner-up BWF World Championship, Yuta Watanabe Puas

Rully Fauzi
Tutup 2021 sebagai Runner-up BWF World Championship, Yuta Watanabe Puas
Pebulutangkis Jepang, Yuta Watanabe. [Antaranews/Roy Rosa Bachtiar]

Dalam final BWF World Championship 2021, Yuta bersama Arisa Higashino harus mengakui keunggulan ganda campuran Thailand.

Suara.com - Bagi Yuta Watanabe, pebulutangkis ganda campuran asal Jepang, mengakhiri musim turnamen 2021 dengan meraih medali perak di BWF World Championship merupakan hasil yang cukup memuaskan dari periode kompetisi yang masih berhadapan dengan pandemi COVID-19.

Menurut atlet yang berpasangan dengan Arisa Higashino itu, perjuangannya di babak final BWF World Championship 2021 di Spanyol, Minggu (19/12/2021) kemarin tidak terlalu buruk. Oleh karenanya ia sudah siap dengan segala hasil yang diterima.

"Kami rasa tidak terlalu buruk di akhir musim, dan sebelumnya kami sempat mendapat beberapa medali. Jadi seharusnya saya cukup senang dengan capaian ini," kata Yuta dalam rilis resmi BWF, Selasa (21/12/2021).

Pada babak final Kejuaraan Dunia BWF, pasangan Yuta / Arisa harus mengakui keunggulan ganda campuran peringkat satu dunia, Dechapol Puavaranukroh / Sapsiree Taerattanachai asal Thailand.

Baca Juga: Magis Mulyo Handoyo, Antar Taufik Hidayat hingga Loh Kean Yew Jadi Juara Dunia

Dalam pertandingan yang berlangsung selama 43 menit itu, Dechapol / Sapsiree unggul 21-13, 21-14. Meski begitu, Yuta sangat senang bisa sampai ke final dan bisa mengakhiri musim kompetisi dengan hasil maksimal.

Menyikapi pertandingannya itu, Yuta mengaku bahwa permainannya memang kurang maksimal karena ada cedera di punggungnya. Kondisi itu mempengaruhi gaya permainan Yuta yang terkenal lincah dan punya pukulan kuat.

Ternyata kekurangan Yuta di babak final terbaca oleh lawannya, seperti dikatakan oleh Sapsiree yang melihat Yuta / Arisa lebih lambat dibanding biasanya sehingga mereka membuka peluang untuk menyerang sejak awal pertandingan.

"Saya punya sedikit cedera di punggung, tapi ini wajar karena sebelumnya saya selalu bermain dengan sangat cepat. Jadi saat main mungkin ada sesuatu yang salah, sehingga itu mempengaruhi permainan saya," katanya mengungkapkan.

Tidak maksimalnya fisik Yuta membuatnya tak bisa meladeni permainan Dechapol / Sapsiree yang terus menekan sejak awal. Jika saja ia lebih bugar, kemungkinan hasil akhirnya bisa saja berbeda, katanya.

Baca Juga: Dejan / Serena Terhenti di Babak Kedua BWF World Championship 2021

"Mereka bemain sangat cepat, tapi kami juga sebenarnya tidak terlalu lambat. Permainan mereka memang lebih baik," tukas Yuta.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar