facebook

Om Hans Umumkan Pensiun! Ini Sepak Terjang Hans-Kristian Vittinghus Sebagai Pebulutangkis

Ruth Meliana Dwi Indriani
Om Hans Umumkan Pensiun! Ini Sepak Terjang Hans-Kristian Vittinghus Sebagai Pebulutangkis
Profil Hans-Kristian Vittinghus. (Twitter/@hkvittinghus)

Hans-Kristian Vittinghus di usia yang ke-36 tahun mengumumkan rencana pensiun sebagai pebulutangkis Denmar. Ini sepak terjang sosok yang kerap dipanggil "Om Hans" ini.

Suara.com - Hans-Kristian Vittinghus mengumumkan bakal pensiun sebagai pebulutangkis pada tahun 2023. Tahun terakhirnya akan dimanfaatkan atlet kebanggaan Denmark ini untuk menikmati waktu bermain di setiap pertandingan.

Bagaimana sepak terjang Hans sebagai tunggal putra andalan Denmark?

Om Hans, begitu ia disapa warganet Indonesia, pernah disebut-sebut sebagai penerus Peter Gade. Ia dianggap punya bekal yang meyakinkan saat karir junior. 

Sebelum melangkah ke pentas internasional, Om Hans sudah menjadi penguasa kelas junior di Denmark. Prestasi berlanjut ketika Om Hans jadi salah satu andalan di benua Eropa. 

Baca Juga: Menang Perang Saudara di SEA Games 2021, Daniel Marthin Mengaku Dibantu Pramudya Kusumawardana

Karier Senior

Hans mengawali jejak meyakinkan pada awal karir seniornya. Ia sukses melanjutkan dominasi wakil Denmark di Nowegian International Championship. Tiga gelar tunggal putra disabet Hans pada edisi 2006, 2009 dan 2010.

Hans juga memenangi gelar Turkiye International 2007. Ia menjadi satu-satunya orang Denmark, ditengah kepungan wakil Jerman yang memenangi empat nomor lain, mulai tunggal putri, ganda putri, ganda putra dan ganda campuran.

Hanya saja, setiap kejuaraan yang dimenangi Hans bukan berlabel super series, termasuk Spanish Open 2009, Irish International 2010, Belgian International 2014 dan Denmark International 2019.

Peringkat delapan dunia BWF menjadi capaian tertinggi Hans dalam berkarir. Ranking itu didapat pada 22 Januari 2015, namun tak bertahan lama. 

Baca Juga: Keren! PB Djarum Boyong Sembilan Gelar Juara di Tiga Turnamen Eropa

Rankingnya terus menurun seiring dengan kemunculan tunggal putra yang lebih bagus. Ia pun gagal menjawab ekspektasi publik Denmark yang mengharapkannya bisa berprestasi tinggi seperti halnya Peter Gade

Gelar Piala Thomas

Piala Thomas 2016 bisa dibilang merupakan persembahan termanis Hans untuk publik Denmark. Hans jadi penentu kemenangan Dermark atas Indonesia 3-2 pada partai final Piala Thomas 2016 di Tiongkok.

Hans yang menjadi tunggal ketiga Denmark, setelah Viktor Axelsen dan Jan Jorgensen, sukses melaksanakan tugasnya. Tanpa ampun Hans menggulung tunggal ketiga Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa 21-15, 21-7. 

Denmark pun pecah telur Piala Thomas. Gelar ini bisa dibanggakan Hans, karena pada masa kejayaan Peter Gade, Denmark mentok hanya menjadi finalis tahun 2004 di Jakarta dan 2006 di Jepang.

Axelsen Terbang

Kemunculan Axelsen membuat ekspektasi terhadap Hans menurun. Axelsen yang delapan tahun lebih muda dari Hans terus merangkak naik di ranking dunia. 

Puncaknya pada tahun 2017, Axelsen sukses menyamai catatan Peter Gade, sebagai pemuncak tunggal putra dunia. Bahkan, ranking nomor satu dunia masih bisa ia pertahankan sampai tahun ini. Sementara Hans hanya bertengger di posisi 21 dunia versi BWF.

Umumkan Pensiun

Hans di usia yang ke-36 tahun akhirnya mengumumkan rencana pensiun sebagai pebulutangkis. Hans memastikan setahun kedepan bakal menjadi perjalanan terakhirnya sebagai seorang atlet bulu tangkis.

Melalui akun Twitternya @hkvittinghus, Hans memastikan bakal pensiun pada tahun 2023, tapi belum menetapkan tanggal berapa ia terakhir kali akan bermain dalam kejuaraan.

"Beberapa minggu yang lalu saya sampai pada kesimpulan bahwa 2023 akan menjadi yang terakhir saya di WT. Kapan tepatnya saya akan berhenti masih harus diputuskan karena saya bekerja dengan skenario yang berbeda yang semuanya tergantung pada berbagai faktor yang berbeda juga," tulisnya di @hkvittinghus.

"Jadi mengapa mengumumkannya sekarang? Yah, karena keputusan telah dibuat dan saya 100 persen yakin itu yang tepat untuk saya, saya tidak melihat ada gunanya merahasiakannya. Saya sering ditanya tentang rencana pensiun saya, jadi sebaiknya saya sampaikan saja," lanjutnya.

Ia mengumumkan lebih cepat agar setahun ini bisa mengambil keputusan terkait masa depannya. Lebih dulu beristirahat dari dunia bulutangkis atau langsung jadi pelatih, seperti jejak rekan-rekannya.

"Motivasi saya masih ada untuk mencapai hal-hal hebat selama sekitar satu tahun ke depan dan tubuh saya merasa baik, jadi semoga saya dapat menikmati bagian terakhir dari karir internasional saya dengan cara terbaik dan masih dengan banyak dukungan dari kalian!" tutupnya.

Kontributor : Lukman Hakim

Komentar