facebook

Piala FIBA Asia 3x3 2022: Langkah Timnas Basket Indonesia Terhenti di Fase Grup

Syaiful Rachman
Piala FIBA Asia 3x3 2022: Langkah Timnas Basket Indonesia Terhenti di Fase Grup
Para pemain tim nasional bola basket 3x3 putra Indonesia (ki-ka) Rio Disi, Muhammad Reza Guntara, Julian Alexandre Chalias, dan Sandy Ibrahim Aziz berfoto jelang pertandingan lanjutan Grup C kualifikasi Piala FIBA Asia 3x3 2022 melawan Filipina di Singapura, Kamis (7/7/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)

Piala FIBA Asia 3x3 2022 berlangsung di Singapura.

Suara.com - Timnas basket Indonesia gagal mengikuti jejak rekan-rekan mereka di nomor putri yang bisa melangkah ke babak utama Piala FIBA Asia 3x3 2022 di Singapura.

Indonesia harus terhenti di fase kualifikasi Grup C setelah Sandy Ibrahim Aziz dkk menelan kekalahan 15-21 melawan Filipina dalam pertandingan kedua di Singapura yang disiarkan langsung kanal YouTube resmi FIBA 3x3, Kamis (7/7/2022).

Dengan catatan satu kemenangan dan satu kekalahan, Indonesia hanya berakhir menempati peringkat kedua Grup C di bawah Filipina yang lolos ke babak utama setelah menyapu bersih dua kemenangan di fase kualifikasi.

Setelah mengantungi kemenangan 18-13 melawan Yordania di pertandingan pertama, Indonesia mendapat tantangan berat menghadapi Filipina yang tiba di Singapura sebagai unggulan lebih tinggi.

Baca Juga: Hasil Piala Presiden 2022: Pato Cetak Brace, Borneo FC Tundukkan PSS Sleman di Leg Pertama

Meski harus menunggu hingga pertandingan nyaris genap berlangsung empat menit, Almond Vosotros jadi pemain paling subur bagi Filipina, tercatat membukukan tak kurang dari

Joseph Emmanuel Eriobu Jr dan Almond Vosotros menjadi dua mesin angka utama Filipina yang seolah berbagi peran merepotkan pertahanan Indonesia.

Eriobu mendominasi hingga nyaris separuh awal waktu pertandingan dan berakhir membukukan delapan poin.

Sedangkan Vosotros, meski harus melewatkan nyaris empat menit pertama nirpoin, ia kemudian melesakkan 11 poin terakhir termasuk angka penentu kemenangan Filipina.

Sedangkan bagi Indonesia, Sandy mendominasi 11 dari 15 poin yang diperoleh Merah Putih. Ironisnya, Rio Disi yang jadi top skor Indonesia dengan sembilan poin melawan Yordania, harus melewatkan laga kontra Filipina dengan catatan nirpoin.

Baca Juga: Kritik Sistem TC Timnas Indonesia U-19, Thomas Doll: Harus Ada yang Mengubah Ini di Masa Depan

Setelah tembakan dua angka Eriobu membuka keran poin, Indonesia balik memimpin 3-2 lewat Sandy yang sukses melesakkan bonus lemparan gratis karena dilanggar saat melepaskan tembakan luar busur.

Tapi keunggulan Indonesia tak bertahan lama sebab Julian Alexandre Chalias didakwa melanggar Erioube saat menyeploskan layup, sehingga Filipina berbalik unggul 4-3 berkat satu lempatan gratis.

Indonesia berusaha memberi perlawanan ketat dan bisa membalikkan keadaan 8-7 melalui Sandy yang menerobos dan menyeploskan layup pada sisa waktu tujuh menit tujuh detik.

Sayangnya itu belakangan akan tercatat sebagai kali terakhir Indonesia bisa mengungguli Filipina. Upaya Reza Guntara dkk memberi perlawanan hanya bisa membuat kedudukan imbang 10-10 pada sisa waktu enam menit 10 detik, sebelum pertandingan berubah jadi panggung pertunjukan bagi Vosotros.

Lima rentetan tembakan dua angka Vosotros yang sempat diselinginya dengan satu lemparan bebas, mengunci kemenangan Filipina 21-15 saat pertandingan masih menyisakan empat menit.

[Antara]

Komentar