- Campus League Musim 1 resmi diluncurkan dengan visi mengadaptasi sistem NCAA AS untuk mengembangkan karier profesional student-athlete di Indonesia.
- Kompetisi basket regional Surabaya menjadi laga pembuka yang melibatkan 17 kampus nasional dengan penerapan regulasi FIBA serta pengawasan langsung dari Perbasi.
- Musim perdana ini menghadirkan aturan baru yang mengizinkan penggunaan maksimal satu pemain profesional dan satu pemain asing berstatus mahasiswa reguler dalam setiap tim.
Aturan Baru dan Panasnya Persaingan Regional Surabaya
Menandai mulainya perhelatan akbar secara nasional, kompetisi bola basket regional Surabaya siap menggebrak GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 22 hingga 29 April 2026.
Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi terkemuka dipastikan bakal bertarung mati-matian demi memperebutkan tiket berharga ke tingkat nasional.
Menariknya, ajang pembuka ini tidak hanya dikuasai oleh kampus dari Pulau Jawa, melainkan turut menarik animo besar dari Universitas Cenderawasih Jayapura dan Universitas Ciputra Makassar.
Head of Competition Campus League, Dave Leopold, membawa angin segar pada musim ini dengan mengizinkan setiap tim mendaftarkan satu pemain profesional dan satu pemain asing.
“Di usia mahasiswa, pemain profesional sering kali memiliki menit bermain yang minim di klubnya. Sesuai arahan dari Perbasi, kami membolehkan setiap tim menggunakan satu pemain pro. Terlebih jika pemain tersebut menerima beasiswa jalur prestasi dari kampusnya, sudah selayaknya ia diberi wadah untuk membela almamaternya,” jelas Dave.
Dipantau Perbasi dan Bidik Tiket Level Asia
Kebijakan pelibatan pemain asing pun diatur secara ketat, di mana mereka wajib berstatus sebagai mahasiswa reguler penuh waktu dan memiliki kelengkapan izin tinggal yang sah di Indonesia.
Seluruh pertandingan akan mengadopsi regulasi resmi FIBA, termasuk penerapan sistem waktu bersih 4x10 menit untuk menjaga kualitas dan intensitas permainan di atas lapangan.
Wasit basket nasional dari Perbasi Jawa Timur, Arnas Anggoro, menegaskan bahwa aturan seragam bertanding juga akan diawasi dengan standar profesional internasional.
Kejuaraan ini memiliki daya tarik yang sangat seksi bagi pemain muda karena Perbasi akan memantau langsung jalannya laga untuk menjaring talenta segar bagi Tim Nasional Indonesia masa depan.
Sang jawara tingkat nasional nantinya tidak hanya membawa kebanggaan bagi almamater, tetapi juga berhak mewakili Indonesia di ajang prestisius Asian University Basketball League 2027 mendatang.
Evolusi Olahraga Kampus Indonesia
Ajang olahraga tingkat mahasiswa di Indonesia selama ini sering kali hanya bersifat sebagai turnamen jangka pendek tanpa ada visi keberlanjutan karier atlet.
Kehadiran sistem liga yang terstruktur serta puncaknya pada ajang multi-olahraga UniGames di UPH Karawaci nanti diharapkan menjadi revolusi nyata bagi kemajuan industri olahraga pendidikan.