Wajib Tau, Ini Dampak Negatif dari Maraknya Tren Friend With Benefit

Sukabumi | Suara.com

Selasa, 06 September 2022 | 18:22 WIB
Wajib Tau, Ini Dampak Negatif dari Maraknya Tren Friend With Benefit
Ilustrasi pasangan. (Scott Broome/unsplash)

Sukabumi.suara.com - Dikalangan anak muda sekarang, sedang marak mengenai istilah Friend With Benefit atau yang lebih dikenal dengan sebutan FWB.

FWB merupakan penamaan hubungan yang umumnya dilakukan oleh teman lawan jenis, namun identik dengan orientasi terhadap hubungan seksual. Hal tersebut dilakukan dengan tanpa menyertakan perasaan cinta, kasih sayang, atau komitmen yang mengarah pada hal serius seperti pernikahan.

Banyak anak muda di masa kini yang menganggap FWB sebagai hal yang lumrah dan bukan lagi hal tabu untuk dilakukan.

Diyakini jika latar belakang seseorang berani melakukan hal ini adalah karena rasa sakit hati, atau trauma saat menjalani hubungan yang sudah dilandasi komitmen sebelumnya.

Bukti akan banyaknya orang yang menjadikan FWB sebagai hal yang lumrah terbukti dengan semakin banyaknya konten tentang hal terkait di berbagai platform media sosial mulai dari TikTok, Twitter, Instagram, ataupun Facebook.

Satu hal yang tak banyak orang pahami, bahwa konsep FWB sejatinya memiliki banyak dampak negatif. Mulai dari perasaan hingga masalah kesehatan, ini dampak negatif yang dimaksud dari paham dan praktik FWB:

1. Perasaan tak berbalas

Sedari awal sudah ditegaskan bahwa tidak adanya komitmen dalam hubungan ini, sehingga tidak melibatkan perasaan satu sama lain. Hubungan ini hanya berlandaskan kepuasan seksual masing-masing pihak.

Jika perasaan muncul di tengah-tengah kesepakatan dan berharap pihak seberang membalasnya, maka jangan berharap karena perasaan tersebut kemungkinan besar tidak akan terbalas.

2. Kehilangan sosok teman

Jika FWB yang dijalani melibatkan sosok yang sebelumnya berstatus sebagai teman, maka siap-siap menerima konsekuensi jika pertemanan akan hancur. Hal tersebut lantaran tidak ada keterbukaan antara satu sama lain dan hanya menyisakan ketertarikan seksual saja. 

Jika hubungan sudah berakhir, maka tak sedikit yang biasanya berakhir menjadi saling menjauh satu sama lain layaknya orang asing.

3. Risiko penyakit menular

Meski ada beberapa kasus FWB yang tidak melibatkan adanya hubungan seksual, tetapi kebanyakan dari hubungan ini melibatkan hal tersebut.

Tidak adanya komitmen dapat membuat seseorang mudah untuk berganti-ganti pasangan.  Oleh sebab itu FWB berisiko untuk menularkan penyakit kelamin seperti sifilis, gonore, hepatitis, atau yang paling buruk, HIV/AIDS. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Marak istilah FWB (Friend with Benefit), Ini Penjelasannya dan Dampaknya

Marak istilah FWB (Friend with Benefit), Ini Penjelasannya dan Dampaknya

| Selasa, 06 September 2022 | 10:38 WIB

3 Hal yang Menyebabkan Orang Tua Selalu Merasa Lebih Baik dari yang Muda

3 Hal yang Menyebabkan Orang Tua Selalu Merasa Lebih Baik dari yang Muda

Your Say | Senin, 05 September 2022 | 13:47 WIB

Catatan Lain KPA Kota Bandung, Paparan HIV Terjadi ke 653 Ibu Rumah Tangga

Catatan Lain KPA Kota Bandung, Paparan HIV Terjadi ke 653 Ibu Rumah Tangga

| Sabtu, 03 September 2022 | 17:48 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Polemik Panggil Kepala Dinas, Wabup Lebak: Itu Cara Saya Selesaikan Bencana dan Masalah Pasar

Polemik Panggil Kepala Dinas, Wabup Lebak: Itu Cara Saya Selesaikan Bencana dan Masalah Pasar

Banten | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:13 WIB

Bantah Dalih Pujian Bupati, Amir Hamzah Bongkar Perangai Kasar Hasbi di Depan OPD

Bantah Dalih Pujian Bupati, Amir Hamzah Bongkar Perangai Kasar Hasbi di Depan OPD

Banten | Senin, 30 Maret 2026 | 23:51 WIB

Amir Hamzah Lawan Balik, Sebut Pidato Bupati Lebak Arogan dan Tidak Berpendidikan?

Amir Hamzah Lawan Balik, Sebut Pidato Bupati Lebak Arogan dan Tidak Berpendidikan?

Banten | Senin, 30 Maret 2026 | 23:33 WIB

7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol

7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol

Lampung | Senin, 30 Maret 2026 | 23:27 WIB

Diskon 50 Persen di Alfamart, Snack Favorit Ini Bikin Banyak Orang Borong Sekaligus

Diskon 50 Persen di Alfamart, Snack Favorit Ini Bikin Banyak Orang Borong Sekaligus

Sumsel | Senin, 30 Maret 2026 | 23:15 WIB

Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global

Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global

Video | Senin, 30 Maret 2026 | 23:15 WIB

Bantah Menghina, Bupati Lebak Dalihkan Sebutan 'Mantan Napi' Sebagai Pujian Prestasi untuk Wakilnya

Bantah Menghina, Bupati Lebak Dalihkan Sebutan 'Mantan Napi' Sebagai Pujian Prestasi untuk Wakilnya

Banten | Senin, 30 Maret 2026 | 23:10 WIB

Penyebab Bupati Lebak dan Wakilnya Terlibat Cekcok Terbuka: Singgung Pasal 66 ASN dan Masa Lalu

Penyebab Bupati Lebak dan Wakilnya Terlibat Cekcok Terbuka: Singgung Pasal 66 ASN dan Masa Lalu

Banten | Senin, 30 Maret 2026 | 22:55 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB