Heboh Mobil Angkut BBM Pakai Jeriken di Sukabumi, Ini Tanggapan Pertamina

Sukabumi

Rabu, 07 September 2022 | 14:45 WIB
Heboh Mobil Angkut BBM Pakai Jeriken di Sukabumi, Ini Tanggapan Pertamina
Ilustrasi pembelian BBM dengan jeriken. (sumbar livetv/flickr)

Sukabumi.suara.com – Di tengah panasnya isu kenaikan harga BBM yang masih belum bisa diterima sejumlah pihak, di Sukabumi heboh kabar soal kendaraan yang mengangkut bahan bakar jenis pertalite dalam jeriken, menggunakan mobil.

Menimbulkan kesalahpahaman, masyarakat awalnya menduga jika hal tersebut dilakukan untuk menjualnya ke pengecer dengan harga yang lebih tinggi.

Lebih detail, beredar foto dan video yang menunjukkan dua mobil bak terbuka warna hitam, diduga membawa jeriken berisi Pertalite. Foto dan video tersebut menjadi sorotan karena dinarasikan melakukan perjalanan dari Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, menuju Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.

Mobil yang diduga mengangkut bensin dengan jeriken [Sukabumiupdate.com]
Mobil yang diduga mengangkut bensin dengan jeriken (sumber: Sukabumiupdate.com)

"Mobil jenis SS (Mitsubishi Colt t120ss) membawa jeriken berisi bensin Pertalite. Dari pengakuan sopir warga Sagaranten, BBM tersebut beli dari SPBU Tegalbuleud dan akan dijual ke pengecer-pengecer," ujar seorang warga bernama Deri, Selasa (6/9/2022), mengutip Sukabumiupdate.com.

Menanggapi kabar yang beredar, Agung selaku manajemen SPBU membantah soal adanya dugaan pengusaha atau pembeli Pertalite yang menggunakan jeriken untuk menjualnya kembali ke pengecer.

Terbaru, pihak Pertamina area Sukabumi menanggapi isu ini lebih jauh. Andi Arifin selaku Sales Branch Manager (SBM) Pertamina area Sukabumi menjelaskan, jika hanya nelayan yang memiliki surat rekomendasi boleh membeli BBM bersubsidi dengan jeriken.

Menurut Andi, biasanya para nelayan akan membeli BBM secara kolektif.

“Tolong kroscek lebih dalam karena biasanya pengangkut BBM begitu adalah nelayan kolektif dan memiliki rekomendasi,” ujarnya, Rabu (7/9).

Meski begitu, kembali dijelaskan jika sebenarnya nelayan pun hanya diperbolehkan membeli BBM pakai jerigen karena memiliki surat rekomendasi, namun pembelian harus dilakukan pada waktu malam.

baca juga

"Atas arahan Kapolres semua nelayan dilayani pada malam hari agar tidak mengganggu kendaraan umum," imbuhnya lagi.

Lebih jauh, pihak Pertamina juga menegaskan akan melaporkan kepada polisi apabila ada nelayan yang sengaja membeli BBM bersubsidi lalu dijual kembali.

"Sekali lagi kami tegaskan, tidak melayani pembelian pakai jerigen, kecuali nelayan dengan surat rekomendasi dari dinas," tegas Andi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polda Jabar Klaim Pengamanan Demo Tolak Kenaikan BBM tanpa Membawa Senjata Api

Polda Jabar Klaim Pengamanan Demo Tolak Kenaikan BBM tanpa Membawa Senjata Api

Sumedang | Rabu, 07 September 2022 | 14:09 WIB

Himpunan Nelayan Kepri Khawatir Nelayan Berhenti Melaut karena BBM Mahal

Himpunan Nelayan Kepri Khawatir Nelayan Berhenti Melaut karena BBM Mahal

Batam | Rabu, 07 September 2022 | 14:06 WIB

Subsidi BBM Dikurangi, Menko Luhut Klaim Indonesia Bisa Tambah Kuat

Subsidi BBM Dikurangi, Menko Luhut Klaim Indonesia Bisa Tambah Kuat

Jogja | Rabu, 07 September 2022 | 13:47 WIB

Terkini

Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani

Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani

Jawa Tengah | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:56 WIB

Bandung Coffee Carnival 2026 Banjir Promo dan Hadiah Menarik dari BRImo

Bandung Coffee Carnival 2026 Banjir Promo dan Hadiah Menarik dari BRImo

Bri | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:53 WIB

Weton yang Tidak Boleh ke Gunung Kawi Menurut Mitos Jawa

Weton yang Tidak Boleh ke Gunung Kawi Menurut Mitos Jawa

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:50 WIB

Prestasi Anak Tak Ditentukan dari Piala, Tapi Nutrisi di Pagi Hari

Prestasi Anak Tak Ditentukan dari Piala, Tapi Nutrisi di Pagi Hari

Health | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:48 WIB

Sekali Duduk Tamat! 7 Rekomendasi Drakor yang Bikin Susah Berhenti Nonton

Sekali Duduk Tamat! 7 Rekomendasi Drakor yang Bikin Susah Berhenti Nonton

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:45 WIB

Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United

Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:41 WIB

Beli Samsung Galaxy Z Fold 8 Pakai Kartu BRI, Hemat Hingga Rp5 Juta

Beli Samsung Galaxy Z Fold 8 Pakai Kartu BRI, Hemat Hingga Rp5 Juta

Bri | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:41 WIB

5 Posisi Vas Bunga yang Baik Menurut Feng Shui, Jangan Sampai Salah Letak

5 Posisi Vas Bunga yang Baik Menurut Feng Shui, Jangan Sampai Salah Letak

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:40 WIB

Sidang Perdana Fadia Arafiq Digelar, Eks Bupati Pekalongan Didakwa Kasus Korupsi

Sidang Perdana Fadia Arafiq Digelar, Eks Bupati Pekalongan Didakwa Kasus Korupsi

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:37 WIB

PKB Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan, Ijtima Ulama Desak Keadilan untuk Pesantren

PKB Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan, Ijtima Ulama Desak Keadilan untuk Pesantren

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:34 WIB

×