Richard Eliezer Pudihang Lumiu menceritakan detik-detik penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Dalam kesaksiannya, Eliezer menceritakan awalnya para ajudan sedang berada di luar rumah ngobrol-ngobrol. Lalu datang Ricky Rizal menghampirinya memberitahu ia dipanggil Ferdy Sambo di lantai 3.
Eliezer mengaku kaget. Tak pernah-pernahnya Ferdy Sambo memanggil dirinya ke lantai 3.
"Ada apa bang?" tanya Eliezer ke Ricky.
"Ga tahu Chad," jawab Ricky kala itu seperti yang dituturkan Eliezer saat memberi kesaksian di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).
Ricky meminta Eliezer untuk naik lift menuju lantai 3. Dalam benaknya, Eliezer masih bertanya-tanya mengapa dirinya sampai dipanggil Ferdy Sambo ke lantai 3.
Eliezer lalu naik lift. Sampai di lantai 3 begitu pintu lift terbuka, ia sudah melihat Ferdy Sambo. Mantan Kadiv Propam Polri itu sedang menangis menitikkan air mata.
Melihat atasannya menangis, Eliezer kaget. Ia mendekat. "Siap perintah bapak?" tanya Eliezer ke Ferdy Sambo.
"Sini dek," ajak Ferdy ke ruang keluarga. Mereka duduk di sofa.
"Kamu tahu ga ada kejadian apa di Magelang?" tanya Ferdy yang langsung dijawab Eliezer dirinya tidak tahu.
Tak lama kemudian Putri Candrawathi datang duduk di samping Ferdy Sambo. Ferdy sempat diam lalu menangis.
"Yosua sudah melecehkan ibu di Magelang," kata Ferdy. Eliezer terkejut dan juga takut. Ini karena dirinya juga ada di Magelang saat itu.
Pikiran Eliezer bertanya-tanya benarkah apa yang diutarakan Ferdy Sambo mengenai pelecehan di Magelang. Pikiran itu seketika buyar ketika mendengar suara Ferdy Sambo.
"Kurang ajar anak itu. Dia sudah ga menghargai saya, dia udah menghina harkat dan martabat saya," geram Sambo sambil menangis dengan muka memerah.
Setelah bicara, Ferdy Sambo kembali diam lalu menangis.