Suara Sumatera - Rocky Gerung beberapa waktu belakangan sering diundang memberi ceramah di acara agama Islam.
Salah satunya adalah saat Rocky Gerung memberi ceramah wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso.
Di saat sesi tanya jawab, ada seorang jamaah pengagum Rocky mengkritik keras sikap Rocky Gerung yang dianggapnya tidak cerdas karena ragu-ragu masuk Islam.
Padahal kata jamaah ini, Rocky Gerung adalah orang yang selalu menyuarakan kecerdasan, akal sehat dalam setiap omongannya.
"Mengapa, mohon maaf, mengapa Bung Rocky sendiri tidak bersikap cerdas dalam arti kata ragu-ragu atau malu-malu kucing untuk masuk Islam?" kata jamaah tersebut dikutip dari Youtube Suara Al-Ishlah.
Lalu jamaah ini juga menyindir Rocky Gerung yang selalu ngeles atau mengelak ketika bersinggungan dengan masalah agama.
Menurut dia, Rocky selalu beralasan itu bukan ranahnya dan menyatakan keyakinan tidak bisa diperdebatkan. Pandangan Rocky itu kata si jamaah ini, berlaku dalam dogma sementara Islam bukanlah agama dogma.
"Bahkan (dalam Islam) disebutkan agama itu adalah akal maka tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal. Kesimpulan saya jika suatu saat Bung Rocky dengan kehebatannya dengan kecerdasannya masuk Islam, beliau akan jadi orang jenius beriman," ujar jamaah tersebut.
Rocky Gerung menanggapi pertanyaan jamah itu dengan mengatakan bahwa agama adalah urusan privat dan tidak boleh dipertanyakan di forum publik.
Baca Juga: Pedoman Tata Cara Shalat Istikharah Lengkap: Niat, Bacaan Doa, Waktu Pelaksanaan dan Hukumnya
"Mestinya WA saja saya. Karena itu akan jadi headline besok. Dan kita sibuk begituan lalu Istana goreng, Rocky Gerung manfaatkan pesantren pura-pura masuk Islam kan bahayanya begitu," kata Rocky.
Menurut Rocky, semua orang berharap kapan dirinya dapat hidayah. Padahal kata Rocky, hidayah itu misteri bukan sesuatu yang diucapkan diniatkan dari pihak luar. Itu adalah keputusan kalbu.
"Jadi dengan segala hormat, saya mengerti suasana itu tapi jangan sampai hal itu justru diambilalih oleh mereka yang suka memprovokasi lalu terbelah lagi bangsa ini hanya karena soal itu," tutur Rocky.