Suara Sumatera - Sosok Bursok Anthony Marlon mendadak viral usai mengirimkan pesan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dirinya secara terang-terangan meminta agar Sri Mulyani mengundurkan diri dari jabatannya.
Bursok diketahui salah seorang ASN pajak. Dirinya menjabat Kepala Subbag Tata Usaha dan Rumah Tangga Kanwil DJP Sumatera Utara II.
Terlepas dari itu, Bursok ternyata memiliki harta kekayaan negatif alias minus. Hal itu berdasarkan LHKPN tahun 2021. Dilihat pada Jumat (3/3/2023), Bursok tercatat tidak memiliki aset berupa tanah dan bangunan.
Namun, dirinya memiliki alat transportasi dan mesin berupa dua unit mobil dengan total mencapai Rp 475 juta. Kendaraan yang dimiliki Bursok berupa mobil Toyota Avanza Veloz dan Avanza G yang merupakan hasil sendiri.
Dirinya memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 53,4 juta, tidak memiliki surat berharga, serta kas dan setara kas Rp 331,7 juta. Bursok tercatat memiliki utang Rp 1,85 miliar. Dengan demikian, harta kekayaan yang dilaporkan Bursok Rp -989,85 juta.
Sebelumnya, Bursok menuliskan begitu cepatnya Sri Mulyani mengambil penindakan terhadap Rafael Alun Trisambodo karena ulah anaknya Mario Dandy Satrio yang menganiaya remaja David, anak pengurus GP Ansor.
"Kemudian baru saja Dirjen Pajak viral menampilkan gaya hidup mewahnya dengan menaiki moge Harley Davidson dengan komunitas Belasting Rijder-nya, ibu pun langsung bertindak cepat yang pada akhirnya citra DJP hancur berantakan," katanya melansir suarasumut.id.
Hal ini kontras dengan laporan Bursok yang hingga kini tidak digubris oleh Sri Mulyani. Ia mengaku laporannya mengenai perusahaan bodong ini melibatkan berbagai pihak.
"Yang terindikasi kuat merugikan keuangan negara triliunan rupiah, tidak Ibu gubris sama sekali, bahkan Ibu menutupinya dengan surat PALSU/ bodong dengan nomor S-11/IJ.9/2022 tanggal 21 April 2022," tulisnya.
Dirinya juga meragukan integritas Sri Mulyani. Ia bahkan nekat menantang Sri Mulyani mundur.
"Bahwa jikalau berbicara integritas, kenapa kok Ibu tidak mundur juga sekalian dengan Dirjen Pajak berikut para anggota komunitas Belasting Rijder-nya? Mengecam tindakan hidup mewah, tapi diri sendiri tidak bisa mengawasi dan diawasi," bebernya.
Beredarnya surat pernyataan pegawai pajak ini seketika membuat kehebohan di tengah khalayak yang mengindikasikan Kementerian Keuangan sedang tidak baik-baik saja, dan bahkan membuat instansi yang dipimpin Sri Mulyani semakin tercoreng.
Bursok sendiri tidak menampik jika surat pernyataan yang meminta agar Sri Mulyani mundur memang dirinya yang menuliskan.
"Kalau di media sosial bukan saya yang posting, tapi memang saya yang tulis," katanya.
Ia menyampaikan kekecewaannya atas laporannya mengenai perusahaan bodong yang bisa membuka rekening di berbagai bank-bank ternama, namun tidak digubris oleh Sri Mulyani. Kuat dugaan ada pihak yang membekingi perusahaan bodong tersebut.