Beda Dengan Anies, Ganjar Pranowo Diminta Belajar Etiket di Mobil Undangan Kenegaraan: Biar Gak Katrok

Suara Sumatera

Rabu, 05 Juli 2023 | 21:26 WIB
Beda Dengan Anies, Ganjar Pranowo Diminta Belajar Etiket di Mobil Undangan Kenegaraan: Biar Gak Katrok
Anies Baswedan dan Ganjar bertemu di Mekah. ([Ist])

Suara Sumatera - Ibadah haji yang dijalankan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, masih menyisakan perbincangan. Pegiat media sosial Dokter Tifa dalam salah satu unggahannya membahas etiket internasional yang luput dilakukan oleh Ganjar.

Dokter Tifa menyoroti sikap bacapres PDI Perjuangan (PDIP) itu yang dinilainya menyalahi etika duduk dalam kendaraan jemputan sebagai tamu undangan. Posisi duduk di samping sopir diperuntukkan bagi ajudan tamu undangan yang berada di belakang sopir.

"Etiket internasional harus berlaku di sini. Belakang setir adalah sopir. Sebelah driver adalah ajudan/pengawal/asisten. Kursi belakang adalah untuk tamu kehormatan. Kursi paling terhormat dan teraman adalah di belakang sopir. Diberikan untuk Istri dari Tamu," jelasnya, dikutip Selasa (4/7/2023).

Namun sayangnya, Ganjar malah mengambil posisi duduk ajudan. "Di video lengkap tampak mas Haji Ganjar memberi isyarat semacam bertanya ke Askar, tapi kemudian ambil tempat di sebelah sopir," komentarnya.

"Mungkin Askar udah kasih tahu beliau seharusnya duduk di kursi belakang bersama mbak Atikoh, tapi barangkali karena kendala bahasa dan ketidaktahuan etiket, maka beliau kemudian ambil posisi duduk di sebelah sopir, menjadi ajudan mbak Atikoh," lanjutnya.

Sikap Ganjar itu lantas dibandingkannya dengan Anies Baswedan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu duduk di kursi belakang bersama istrinya.

"Karena mas Haji @aniesbaswedan sudah biasa dengan pergaulan internasional, maka beliau sangat paham aturan tersebut. Dengan manis beliau duduk berdua istri, dengan mbak Hajja Fery ada di posisi duduk belakang sopir," kata Dokter Tifa.

Dokter Tifa lantas meminta Ganjar mempelajari etiket internasional dan bahasa Inggris agar tak 'katrok' jika diundang sebagai tamu kehormatan di kesempatan lain.

"Soal Etiket begini, merupakan bagian dari adab dan moral, bukan soal sepele. Siapa yang menghormati etiket dialah juga yang menempatkan adab dan moral dalam setiap perilaku dan kebijakan," katanya.

baca juga

Begini lengkap isi ciutannya:

"Etiket Internasional Karena diglorifikasi di akun Twitter partainya sebagai Tamu Kehormatan, maka saya perlu bahas soal Etiket Internasional berkendaraan Sedan, terutama untuk tamu undangan. Keduanya mas Haji @aniesbaswedan
 dan mas Haji Ganjar Pranowo, menjadi tamu undangan KSA, maka tentu mendapat fasilitas dijemput dengan mobil untuk tamu negara, standar adalah Sedan Mercedez. Etiket internasional harus berlaku di sini. Belakang setir adalah sopir. Sebelah driver adalah ajudan/pengawal/asisten. Kursi belakang adalah untuk tamu kehormatan. Kursi paling terhormat dan teraman adalah di belakang sopir. Diberikan untuk Istri dari Tamu. Karena mas Haji @aniesbaswedan
 sudah biasa dengan pergaulan internasional, maka beliau sangat paham aturan tersebut. Maka dengan manis beliau duduk berdua istri, dengan mbak Hajja Fery ada di posisi duduk belakang sopir. KSA setir mobil di kiri, beda dengan Indo yang setir mobil kanan. Tetapi posisi setir tidak mengubah posisi mana paling terhormat dan paling aman, yaitu belakang sopir. Kalau anda perhatikan. pak Harto menempatkan Bu Tien di belakang sopir. Pak SBY menempatkan Bu Ani di belakang sopir. Begitu juga pak Habibie memberi posisi sama kepada Bu Ainun. Begitulah bagi beliau-beliau yang tahu etiket internasional. Di video lengkap tampak mas Haji Ganjar memberi isyarat semacam bertanya ke Askar, tapi kemudian ambil tempat di sebelah sopir. Mungkin Askar udah kasih tahu beliau seharusnya duduk di kursi belakang bersama mbak Atikoh, tapi barangkali karena kendala bahasa dan ketidaktahuan etiket, maka beliau kemudian ambil posisi duduk di sebelah sopir, menjadi ajudan mbak Atikoh. Soal Etiket begini, merupakan bagian dari adab dan moral, bukan soal sepele. Karena siapa yang menghormati etiket dialah juga yang menempatkan adab dan moral dalam setiap perilaku dan kebijakan. Take home message untuk mas Haji Ganjar: 1) Pelajari Etiket Internasional 2) Pelajari Bahasa Inggris. Keduanya penting, biar ngga katrok kalau next diundang lagi sebagai tamu kehormatan. Soal Baju kemarin sudah saya ulas. Soal Etiket duduk di mobil juga sudah. Mungkin kali lain saya bahas soal Etiket makan dalam jamuan. Jamuan resmi kenegaraan atau dengan tamu-tamu terhormat ya, bukan makan-makan dengan boss-boss judi, itu sih ngga usah pake etiket segala,"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JIS Warisan Anies Baswedan Disebut Tak Penuhi Standar FIFA, Mulai dari Akses Pintu Terbatas hingga Rumput Lapangan

JIS Warisan Anies Baswedan Disebut Tak Penuhi Standar FIFA, Mulai dari Akses Pintu Terbatas hingga Rumput Lapangan

Video | Rabu, 05 Juli 2023 | 21:02 WIB

Pro Kontra Kesan-Kesan Politis di Renovasi JIS

Pro Kontra Kesan-Kesan Politis di Renovasi JIS

News | Rabu, 05 Juli 2023 | 19:55 WIB

Ide Erick Thohir Tambah Parkiran Disebut Melenceng, PKS: JIS Didesain Anies untuk Transportasi Umum

Ide Erick Thohir Tambah Parkiran Disebut Melenceng, PKS: JIS Didesain Anies untuk Transportasi Umum

News | Rabu, 05 Juli 2023 | 17:52 WIB

Ganjar Bertemu Sandiaga Uno di Tanah Suci Dirancang PDIP? Begini Jawaban Hasto

Ganjar Bertemu Sandiaga Uno di Tanah Suci Dirancang PDIP? Begini Jawaban Hasto

News | Rabu, 05 Juli 2023 | 17:38 WIB

Mantan Panglima dan Pengusaha, Ini Sosok yang Masuk Bursa Tim Pemenangan Ganjar

Mantan Panglima dan Pengusaha, Ini Sosok yang Masuk Bursa Tim Pemenangan Ganjar

Kotak Suara | Rabu, 05 Juli 2023 | 17:34 WIB

Terkini

WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali

WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali

Bali | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:19 WIB

Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan

Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan

Jatim | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:16 WIB

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare

Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare

Sulsel | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:12 WIB

Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang

Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang

Jatim | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:00 WIB

Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat

Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat

Sulsel | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:55 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026

Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026

Surakarta | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:32 WIB

Pencurian 22 Gerai Alfamart di Lombok Terungkap

Pencurian 22 Gerai Alfamart di Lombok Terungkap

Bali | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

×