Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

M Nurhadi

Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
Ilustrasi. [Dokumentasi TAPG].
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia berencana menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50 pada tahun 2026 untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar solar.
  • Ekonom CORE menyarankan pemerintah menghitung biaya peluang dari hilangnya devisa ekspor CPO agar evaluasi ekonomi lebih akurat.
  • Efektivitas fiskal program bergantung pada fluktuasi harga komoditas global serta keberlanjutan pendanaan internal melalui pungutan ekspor sawit.

Suara.com - Rencana implementasi kebijakan mandatori biodiesel B50 pada tahun 2026 disarankan untuk dikaji secara lebih menyeluruh.

Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengingatkan pemerintah agar tidak sekadar berfokus pada kalkulasi penghematan impor bahan bakar solar, melainkan juga wajib menghitung biaya peluang (opportunity cost) akibat menyusutnya volume ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Yusuf menjelaskan bahwa evaluasi program B50 perlu menyentuh variabel makro yang lebih luas demi memastikan dampak riilnya terhadap perekonomian nasional dapat terukur secara akurat dan objektif.

“Ukuran keberhasilan program tidak cukup hanya membandingkan penghematan impor dengan besarnya subsidi, melainkan juga harus memasukkan biaya peluang dari ekspor yang dikorbankan,” tegas Yusuf, dikutip dari ANTARA di Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Pemerintah sebelumnya memproyeksikan bahwa penerapan B50 di dalam negeri berpotensi mengamankan devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada tahun 2026 berkat berkurangnya ketergantungan pada impor solar.

Di waktu yang sama, kebutuhan alokasi insentif biodiesel yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) diperkirakan berada di kisaran Rp32 triliun.

Secara matematis, perbandingan tersebut memang memperlihatkan keuntungan ekonomi neto yang besar bagi Indonesia. Namun, Yusuf menilai kalkulasi tersebut belum mencerminkan realitas biaya ekonomi yang seutuhnya.

Menurutnya, nilai bersih penghematan impor mestinya dikurangi dengan potensi hilangnya pendapatan devisa dari sektor ekspor. Sebab, sebagian besar pasokan CPO yang biasanya dijual ke pasar internasional kini harus dialihkan demi memenuhi kebutuhan bahan baku bahan bakar nabati di dalam negeri.

Lebih lanjut, CORE menyoroti bahwa efektivitas fiskal dari program B50 ini akan sangat bergantung pada dinamika harga komoditas global, khususnya jarak (spread) antara harga jual CPO dan minyak bumi dunia.

baca juga
  • Skenario Menguntungkan: Saat harga minyak mentah dunia melonjak tinggi dan harga CPO cenderung melandai, produk biodiesel menjadi jauh lebih kompetitif sehingga beban subsidi yang ditanggung otomatis berkurang.
  • Skenario Berisiko: Apabila harga CPO internasional melesat naik sementara harga minyak mentah justru jatuh, biaya operasional program dipastikan membengkak. Oleh karena itu, pemerintah diminta cermat memitigasi risiko fiskal dari ketidakpastian pasar global ini.

Ancaman Jangka Panjang Pendanaan BPDPKS

Meskipun pembiayaan insentif B50 disalurkan melalui kantong BPDPKS tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung, Yusuf mengingatkan bahwa modal utama lembaga tersebut ditopang oleh pungutan ekspor produk sawit.

Jika penyerapan domestik digenjot dan volume ekspor melemah, maka sumber pendapatan dana sawit milik BPDPKS berisiko ikut tergerus.

Yusuf mengimbau pemerintah untuk menjaga kualitas tata kelola alokasi anggaran ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Jika porsi dana jorjoran habis hanya untuk menyubsidi konsumsi bensin biodiesel sementara porsi investasi untuk mendongkrak produktivitas perkebunan sawit rakyat justru dikesampingkan, maka tujuan utama ketahanan energi dan kesejahteraan petani dikhawatirkan tidak akan tercapai secara optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana

B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:52 WIB

Komponen Mobil Diesel yang Perlu Diperhatikan saat Beralih ke B50

Komponen Mobil Diesel yang Perlu Diperhatikan saat Beralih ke B50

Otomotif | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:29 WIB

Terkini

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:31 WIB

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus

Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:28 WIB

×