Suara Sumatera - Program pendidikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mendapatkan kritik dari dua calon presiden (capres) Pilpres 2024, yaitu Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto menyampaikan kritik terhadap bidang pendidikan yang berlangsung selama pemerintahan Jokowi.
Ia mengatakan masih banyak perbaikan yang diperlukan dalam meningkatkan mutu para guru yang merupakan tonggak pendidikan bagi generasi muda bangsa.
"Pendidikan adalah kunci dari kebangkitan kita sebagai bangsa, jadi saya kira itu kita terus harus investasi di bidang pendidikan, kita harus perbaiki, kita harus bantu guru-guru untuk jadi lebih hebat," ujar Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa perbaikan di bidang pendidikan harus seimbang dengan peningkatan ekonomi.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil, yang juga merupakan faktor penting dalam menutupi kekurangan di bidang pendidikan.
Anies Baswedan dan Prabowo Subianto mengkritik saat menghadiri puncak kegiatan Belajarraya 2023 di Pasar Baru, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
Anies menyoroti kurangnya keterlibatan masyarakat dalam program pendidikan yang dijalankan oleh pemerintahan Jokowi. Di mana Jokowi hanya fokus pada pembayaran pajak publik dan kurang melibatkan masyarakat dalam berbagai program pemerintah, termasuk di bidang pendidikan.
Mantan Mendikbud ini bahkan menyebut gaya kepemimpinan Jokowi berbeda jauh dengan Proklamator, Soekarno.
Baca Juga: Dituding Tak Memihak Anak Dilecehkan Ayah Tiri, Pinkan Mambo Ungkit Beban Orangtua Tunggal
"Saya waktu itu ketika memulai Indonesia mengajar, kami eksplisit menyampaikan pendidikan bukan sebagai program, pendidikan sebagai gerakan. Lalu ingat pemberantasan buta huruf? Itu nanti teman-teman boleh google. Kalau ada foto Soekarno di papan tulis menulis A, I, U, E, O tahun 47 atau 48. Lalu banner di atasnya itu tulisannya menarik sekali. Kalau pemerintah biasanya bikin acara 'Dengan semangat ini ini'. Ini enggak, 'Bantu Kami Berantas Buta Huruf'," tegas Anies dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, Anies menekankan perlunya perubahan dalam pendekatan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
Ia menyatakan masyarakat harus lebih terlibat dan didorong untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan pendidikan.