Suara Sumatera - Hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah jatuh pada tanggal 28 September 2023. Lantas, bolehkan suami-istri berhubungan seks di malam istimewa itu?
Peringatan Maulid Nabi biasanya digelar dengan mengundang para ulama, ahli ilmu, ahli tasawuf hingga kegiatan bersedekah kepada fakir miskin.
Dalam kalender islam, Maulid Nabi diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Lantaran ini digelar sebagai bentuk suka cita kelahiran kekasih Allah SWT, umumnya Maulid Nabi juga dirayakan dengan cara bersalawat, berdoa dan beribadah dengan harapan bisa mendapat syafaat atau kasih sayang Nabi Muhammad SAW di hari kiamat kelak.
Di sisi lain melansir NU Online, sama seperti peringatan dalam agama islam lainnya tidak ada larangan melakukan hubungan seks atau berhubungan intim di malam Maulid Nabi.
Ini karena waktu tersebut tidak termasuk dalam waktu yang dilarang berhubungan seks dalam islam, yaitu siang hari saat bulan Ramadhan, saat beribadah haji, saat beritikaf di Mesjid, saat haid dan nifas.
Selain itu ada juga malam yang dimakruhkan atau sebaiknya tidak dilakukan berhubungan seks yaitu malam rabu, saat terbit fajar sampaj matahari terbit, antara azan dan iqamah, pada malam Idul Fitri dan malam Idul Adha, hingga malam nisfu Sya'ban.
Hal ini juga sesuai dengan anjuran dalam al-quran surat Al-Baqarah ayat 223, dengan bunyi sebagai berikut:
"Istrimu adalah ladang bagimu. Maka, datangilah ladangmu itu (bercampurlah dengan benar dan wajar) kapan dan bagaimana yang kamu sukai. Utamakanlah (hal yang terbaik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menghadap kepada-Nya. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin," ungkap Allah SWT.
Meski tidak ada larangan khusus berhubungan seks di malam Maulid Nabi, namun umat Islam diminta tetap menghormati dan menghargai makna religius dari perayaan tersebut. Lebih disarankan juga untuk memunajatkan shalawat, berdoa dan beribadah mengamalkan berbagai sunah yang dipraktikan Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: 2 Posisi Seks Cepat, Suami-istri Dijamin Sama-sama Orgasme!
Di samping itu, dalam melaksanakan hubungan intim terdapat adab yang harus dijaga dan patuhi. Antara lain, misalnya tidak melaksanakan hubungan dari jalur belakang yakni dubur atau anus, termasuk dalam hubungan seksual dikenal dengan anal seks. Termasuk juga tidak boleh menyetubuhi istri ketika datang bulan atau menstruasi. Jika kedua aturan ini dilanggar, maka haram hukumnya.