Suara Sumatera - Ayah mendiang Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin, menyebut nama Tito Karnavian ikut menyaksikan rekaman CCTV kasus Jessica Wongso memasukan sianida ke dalam kopi.
Diketahui, kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin kembali viral setelah tayangnya film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso," dari Netflix. Film dokumenter itu membahas Jessica Wongso dan kasus kematian Wayan Mirna Salihin pada 2016 silam.
Sementara itu, Edi Darmawan Salihin menyebut nama Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Mendagri RI itu, saat diwawancarai eksklusif YouTube Karni Ilyas Club pada Jumat (6/10/2023).
Dia menyebut bahwa Tito Karnavian semasa masih berkarier di Polri ikut menyaksikan rekaman pembunuhan Mirna. Saat itu, Tito menjabat Kapolda Metro Jaya.
Menurut Edi, Tito melihat dan memeriksa rekaman CCTV kala Jessica Kumala Wongso menuangkan racun sianida di es kopi Vietnam milik Mirna di Olivier Caffe.
Selain Tito, sosok Irjen Pol Krishna Murti yang ketika itu menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya turut disebut.
"Dia (Jessica) masukin sesuatu (diduga sianida) ke kopi Mirna. Ini kita di Polda, waktu itu ada Pak Tito Karnavian dan Pak Krishna Murti," tutur Edi, dikutip dari Suara.com.
- Nama lengkap: Muhammad Tito Karnavian
- Tempat, tanggal lahir: Palembang, Sumatera Selatan, 26 Oktober 1964
- Agama: Islam
- Istri: Tri Suswati
- Anak: 3 orang
Baca Juga: Ayah Mirna Tuding Film Ice Cold Sampah: Netflix Tipu Saya!
Tito merupakan tamatan Akademi Kepolisian (1987). Semasa ia menempuh studi, ia menjadi lulusan terbaik berkat performanya di Akpol.
Tak berhenti di Akpol, Tito kemudian melanjutkan pendidikan sipil setingkat S2 di University of Exeter, UK (1993) mengambil gelar Master of Arts (M.A.) in Police Studies.
Tito juga turut menempuh studi sipil di dalam negeri melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1996), dan kembali menjadi lulusan terbaik.
Semasa berkarier di Polri, Tito banyak mengemban jabatan strategis semasa ia mengabdi. Adapun berikut daftar panjang jabatan yang pernah diemban oleh politisi berdarah Palembang ini:
- Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1991–1992),
- Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004–2005)
- Kapolres Serang Polda Banten (2005),
- Kapolda Papua (21 Sept 2012–16 Juli 2014),
- Kapolda Metro Jaya (12 Juni 2015–16 Maret 2016),
- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (2016 - 2019).
Bukan cuma di Polri, Tito juga sempat mengemban jabatan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan (2011–21 Sept 2012) dan kemudian Kepala BNPT (16 Maret 2016–13 Juli 2016).