Suara Sumatera - Nama Jaksa Sandhy Handika ikut disorot publik usai film dokumenter Netflix Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tayang dan viral di media sosial.
Sandhy Handika bertugas sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Wongso.
Sandhy Handika disorot karena ia menyebutkan bahwa citra buruk akan diperoleh para jaksa jika Jessica Wongso dinyatakan tidak bersalah.
Jessica Wongso pun merasa Sandhy menekannya selama persidangan kopi sianida seperti yang ditampilkan dalam film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.
Berikut sosoknya
Menikah dengan Finalis Puteri Indonesia
Sandhy Handika terus muncul di televisi dalam persidangan kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Wongso sepanjang tahun 2016. Kasus yang menewaskan Wayan Mirna tersebut membuat nama Sandhy Handika dikenal dengan sebutan jaksa ganteng.
Sandhy Handika jadi punya banyak fans dari kalangan kaum Hawa. Namun pada Agustus 2016 yang mana persidangan kasus kopi sianida masih berlangsung, Sandhy Handika bikin patah hati karena mengumumkan pernikahannya.
Riri Ananingdyah Wibisono merupakan wanita yang beruntung menjadi pelabuhan terakhir Sandhy Handika. Riri dikenal pula sebagai finalis Puteri Indonesia yang memenangkan gelar Puteri Indonesia Favorit Kepulauan Jawa 2015.
Daftar Kasus yang Ditangani Sandhy Handika
Baca Juga: Nyali Berkelahi Ahmad Dhani Dibongkar Ari Lasso: Tanpa Basa-basi Hajar Orang, Dia Doyan Berantem!
Nama Sandhy Handika tercantum dalam daftar 7 Jaksa Penuntut Umum yang disiapkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk persidangan Marion Dandy dan Shane Lukas pada Mei 2023. Seperti diketahui, Mario dan Shane terlibat kasus penganiayaan David Ozora.
Sandhy Handika juga terlibat dalam sidang kasus pencemaran nama baik Luhut B Pandjaitan oleh Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Sandhy pun yang menangani kasus-kasus besar seperti perkara pembunuhan berencana Ferdy Sambo cs.
Kekayaan Sandhy Handika
Saat menangani kasus pencemaran nama baik Luhut B Pandjaitan, kekayaan Sandhy Handika ikut disorot. Kekayaan Sandhy Handika ternyata meningkat hingga 10 kali lipat dalam waktu 5 tahun terakhir.
Sandhy Handika melaporkan kekayaannya pada 2014 sekitar Rp538 juta kepada LHKPN. Sedangkan pada 2019, kekayaan Sandhy Handika meningkat sebesar Rp5,5 miliar.
Pantauan Suara.com, Sandhy Handika terakhir melaporkan kekayaannya pada 31 Desember 2022. Sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Orang dan Harta Benda di unit kerja Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Sandhy Handika kini memiliki kekayaan Rp7,6 miliar.