Pabrik Pengolahan CPO di Mukomuko Penuh, Dinas Pertanian Perluas Pasar Sawit

Suara Sumedang | Suara.com

Selasa, 30 Agustus 2022 | 15:00 WIB
Pabrik Pengolahan CPO di Mukomuko Penuh, Dinas Pertanian Perluas Pasar Sawit
Ratusan mobil antre menjual tandan buah segar kelapa sawit di salah satu pabrik minyak kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Selasa (27/5/2022) (ANTARA/Ferri)

SuaraSumedang.id – Sejumlah pabrik kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu terpaksa tutup disebabkan tangki timbun penuh.

Pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian Mukomuko berupaya memperluas pasar petani lokal agar distribusi tandan buah segar (TBS) tidak berhenti.

Seperti dilansir dari suara.com Selasa (30/08/2022), Dinas Pertanian berencana mengirimkan kelapa sawit ke berbagai daerah sambil menunggu kapal yang berlabuh.

Pendistribusian cenderung lambat dikarenakan kondisi cuaca yang buruk, akibatnya gelombang perairan menjadi tinggi di laut Bengkulu.

"Rencananya CPO mau dikirim ke Bengkulu dan Lampung, saat ini mereka masih menunggu kapal bersandar,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Meri Marlina.

“Karena cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan laut Bengkulu sehingga lambat kapalnya," ujar Marlina.

Sejumlah empat dari sepuluh pabrik kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko tidak membeli tandan buah segar kelapa sawit petani setempat.

Hal itu disebabkan oleh tangki timbun Crude Palm Oil (CPO) penuh sejak Kamis (25/8/2022).

Ia mengatakan dari sebanyak 10 pabrik, tiga pabrik tutup sejak hari Kamis (25/8), yakni PT Karya Sawitindo Mas, dan PT Mukomuko Indah Lestari, dan PT Karya Agro Sawitindo.

Kemudian PT Gajah Sakti Sawit (GSS) pabrik kelapa sawit tutup pada Sabtu (27/8), kini pabrik GGS kembali buka dan menerima tandan buah segar kelapa sawit petani di daerah ini.

Sementara,tiga pabrik lainnya masih tutup sampai sekarang atau sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Ia menjelaskan, kemungkinan tiga pabrik kelapa sawit yang tersebar di tiga wilayah daerah ini kembali buka tergantung stok tangki timbun CPO bisa menerima atau tidak.

Sedangkan pabrik lainnya masih beroperasi normal dengan membeli buah sawit petani, tetapi dengan harga yang lebih rendah.

Sebesar Rp1.677 per kilogram lebih kecil dibandingkan harga ketetapan tim perumus harga komoditas perkebunan.

Tim Perumus Harga Komoditas Perkebunan Provinsi Bengkulu menetapkan harga pembelian buah sawit di tingkat pabrik terendah Rp1.511 per kg dan harga tertinggi Rp2.020 per kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tarif Pungutan Ekspor Sawit Gratis Diperpanjang

Tarif Pungutan Ekspor Sawit Gratis Diperpanjang

| Senin, 29 Agustus 2022 | 12:31 WIB

Kabar Gembira buat Bos Sawit, Gratis Tarif Pungutan Ekspor CPO Diperpanjang

Kabar Gembira buat Bos Sawit, Gratis Tarif Pungutan Ekspor CPO Diperpanjang

Riau | Senin, 29 Agustus 2022 | 11:16 WIB

Pabrik Kelapa Sawit Segera Dibangun di Pasaman Barat, Ini Alasannya

Pabrik Kelapa Sawit Segera Dibangun di Pasaman Barat, Ini Alasannya

Sumbar | Minggu, 28 Agustus 2022 | 11:17 WIB

Pabrik Kelapa Sawit Baru di Pasaman Barat Segera Dibangun Pakai Dana LPDB

Pabrik Kelapa Sawit Baru di Pasaman Barat Segera Dibangun Pakai Dana LPDB

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2022 | 10:33 WIB

Bongkar Pasang Kebijakan Dinilai Lahirkan Kisruh Minyak Goreng

Bongkar Pasang Kebijakan Dinilai Lahirkan Kisruh Minyak Goreng

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:15 WIB

Terkini

BUMN Jadi Eksportir Tunggal Tiga Komoditas Ini, Nikel Tidak Termasuk

BUMN Jadi Eksportir Tunggal Tiga Komoditas Ini, Nikel Tidak Termasuk

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:39 WIB

Bicara di Rapat Paripurna DPR, Prabowo Ingatkan Buruh: Jangan Kau Minta Saja Terus

Bicara di Rapat Paripurna DPR, Prabowo Ingatkan Buruh: Jangan Kau Minta Saja Terus

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:39 WIB

4 Parfum Pria di Alfamart yang Wanginya Elegan, Tahan Lama, dan Harga Terjangkau

4 Parfum Pria di Alfamart yang Wanginya Elegan, Tahan Lama, dan Harga Terjangkau

Sumut | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:39 WIB

Grup Neraka Terbukti! 2 Lawan Timnas Indonesia U-17 Kini Bentrok di Final Piala Asia U-17 2026

Grup Neraka Terbukti! 2 Lawan Timnas Indonesia U-17 Kini Bentrok di Final Piala Asia U-17 2026

Bola | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:30 WIB

6 Rekomendasi Foundation Cair yang Bagus dan Minim Oksidasi, Wajah Cerah Seharian

6 Rekomendasi Foundation Cair yang Bagus dan Minim Oksidasi, Wajah Cerah Seharian

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:27 WIB

Jateng Media Summit 2026: Gubernur Luthfi Instruksikan Seluruh Dinas Gandeng Media Bangun Daerah

Jateng Media Summit 2026: Gubernur Luthfi Instruksikan Seluruh Dinas Gandeng Media Bangun Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:26 WIB

Miris! Lagunya Diparodikan dengan Lirik Tak Senonoh, Igor Saykoji Fokus Permasalahkan Logo

Miris! Lagunya Diparodikan dengan Lirik Tak Senonoh, Igor Saykoji Fokus Permasalahkan Logo

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:25 WIB

Prabowo: kalau Malaysia Bisa Bikin Izin dalam 2 Minggu, Kenapa Kita 2 Tahun? Memalukan!

Prabowo: kalau Malaysia Bisa Bikin Izin dalam 2 Minggu, Kenapa Kita 2 Tahun? Memalukan!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:24 WIB

Pep Guardiola: Selamat Arsenal Juara Liga Inggris

Pep Guardiola: Selamat Arsenal Juara Liga Inggris

Bola | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:23 WIB

Puan Maharani: APBN 2027 Jangan Hanya Kejar Angka PDB, Tapi Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Puan Maharani: APBN 2027 Jangan Hanya Kejar Angka PDB, Tapi Harus Ciptakan Lapangan Kerja

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:23 WIB