SuaraSumedang.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menargetkan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022 tahap I pekan ini atau paling lambat awal pekan depan.
Hal itu, disampaikan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial, dan Jaminan Sosial Kemenaker, Surya Lukita.
Surya Lukita menyatakan, Kemenaker menargetkan hari Jumat mudah-mudahan bisa tersalurkan kepada pekerja/buruh.
"Kami targetkan hari Jumat mudah-mudahan bisa tersalur. Proses saat ini, dokumen-dokumen legalnya semua sudah selesai," kata Surya, dalam acara diskusi virtual Ombudsman RI, Kamis (8/9/2022).
Menurutnya, masih ada sedikit proses pemadanan data, nanti tinggal ditetapkan siapa penerimanya.
"Data masih ada sedikit, mungkin hari ini selesai proses pemadanan data semuanya. Tinggal ditetapkan siapa penerimanya," kata dia.
Surya mengatakan, Kemenaker juga masin menunggu pencairan dana BSU 2022 dari Kementerian Keuangan.
"Paling lambat awal minggu depan kalau minggu ini tidak bisa dikejar (pencairan dananya)," kata dia.
Kemenaker memperkirakan jumlah pekerja calon penerima subsidi gaji tahun 2022 sekitar 14.639.675 orang.
Baca Juga: Soal Hebohnya Dugaan Perundungan di Ponpes Gontor, Menag Yaqut Tegaskan Begini
Dana yang dialokasikan untuk memberikan subsidi gaji kepada pekerja/buruh sekitar Rp8,783 triliun.
Kemenaker sudah menerima data 5.099.915 calon penerima BSU 2022 tahap I dari BPJS Ketenagakerjaan.
Kemudian berupaya menyalurkan subsidi upah pekan ini, setelah melakukan pemadanan data.
Pemadanan data itu dilakukan untuk memastikan calon penerima BSU belum mendapat bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah.
Kemudian, calon penerima bukan dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), maupun anggota TNI/Polri.
Setiap pekerja yang memenuhi syarat akan menerima BSU senilai Rp600 ribu melalui anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Sumber:ANTARA