SuaraSumedang.id - Pengamat ekonom Indonesia Rizal Ramli belum lama ini turut mengomentari soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM).
Seperti diketahui, pemerintah saat ini meluncurkan bantuan sosial berupa BLT BBM bagi masyarakat.
Rizal Ramli mengatakan bahwa BLT BBM yang diberikan pemerintah hanya sebatas formalitas saja.
Menurtunya, BLT untuk mengganti harga BBM yang naik dirasa hanya pencitraan belaka bukan justru untuk membuat rakyat senang.
Jika dilihat nilai BLT yang hanya sebesar Rp600 ribu untuk 4 bulan dianggap Rizal belum mencukupi kebutuhan rakyat.
"Iya lah (pencitraan), karena apa? karena kan cuman dapetnya Rp600 ribu dalam empat bulan satu bulan kan dapat 150 ribu, cuman 5 ribu perak bagaimana ningkatin," kata Rizal Ramli. Dilansir dari Suara.com, Kamis (15/9/2022).
Lebih lanjut, kata dia, adanya BLT tersebut dianggap tidak mengatasi kemiskinan yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, hanya sekedar untuk transportasi saja tidak akan mencukupi.
"Ya enggaklah, bagaimana dengan Rp5 ribu perak perhari bisa mengentaskan kemiskinan? buat uang transport saja tidak cukup kan," tuturnya.
Tidak hanya itu, Rizal mengatakan, adanya BLT hanya jadi alat kampanye bagi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurutnya, BLT tak ada manfaatnya.
Baca Juga: Kasus Ferdy Sambo Banyak Obstraction of Justice, Komnas HAM: Rumit
"Jadi ini alat (pencitraan) untuk Pak Jokowi, alat kampanye dia baik ama rakyat bagi-bagi BLT. Manfaat lainnya nyaris tidak ada," pungkasnya.