Mengenang Tradisi Brandu, Berimbas Jadi Wabah Antraks di Gunung Kidul, Yogyakarta Kini Ada 3 Korban Jiwa dan 87 Terjangkit Virus

Suara Sumedang

Sabtu, 08 Juli 2023 | 20:10 WIB
Mengenang Tradisi Brandu, Berimbas Jadi Wabah Antraks di Gunung Kidul, Yogyakarta Kini Ada 3 Korban Jiwa dan 87 Terjangkit Virus
Potret penanganan virus Antraks di Gunung Kidul

SUARASUMEDANG – Perayaan Idul Adha memang sangat dinanti – nantikan oleh berbagai umat muslim, berbondong – bonding sapi siap untuk dikurbankan lalu dibagikan kepada masyarakat.

Lantas apakah sapi yang sudah mati sebelumnya bisa dikonsumsi layaknya seperti biasa? Kejadian di daerah Gunungkidul, Yogyakarta jawabannya. Sekitar 87 warga positif terkena antraks dan 3 diantaranya meninggal dunia.

Lalu apa yang menyebabkan mereka terkena antraks? Mungkin tradisi brandu inilah yang diduga – duga menjadi kunci permasalahan ini. Brandu merupakan tradisi yang berkembang di kawasan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tradisi ini lahir atas solidaritas sosial.

Dalam tradisi tersebut, warga atau masyarakat satu desa melakukan patungan agar bisa membeli sapi dari ternak warga yang tiba – tiba mati atau sakit dengan tujuan si peternak itu tidak terlalu merugi. Padahal membeli seperti itu sama saja menyebarkan penyakit.

Diketahui, antraks merupakan spora bakteri yang dapat bertahan hingga ratusan tahun di dalam tanah. Tidak hanya menular kepada hewan ternak seperti sapi dan kambing, tetapi juga bisa menular ke manusia hingga berakibat kematian.

Fakta lainnya adalah kasus antraks ini bukanlah kasus pertama sebelumnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah pernah terjadi lima tahun terakhir dengan kasus paling tinggi tercatat di tahun 2019 yang mencapai 31 kasus, lalu 2022 mencapai 23 kasus, 2020 terlapor hanya 3 saja dan di tahun 2023 sebanyak 9 kasus dengan 3 kematian.

Jenis antraks yang dijangkiti oleh korban umumnya antraks yang menyerang kulit. Jarang ditemukan kasus antraks yang menyerang pernafasan dan pencernaan.

Karena keprihatinan tindakan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi tersebut, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan ini yang terakhir tradisi brandu dilakukan seterusnya jika ada hewan mati mendadak, jangan di brandu.

Selain itu juga akan ada sosialisasi terkait antraks kepada masyarakat luas khususnya yang ada di DIY oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) dan juga melakukan upaya vaksinasi antraks yang saat ini mencapai 2.600 dosis itupun akan diupayakan agar dosisnya ditambah sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan penyakit antraks agar tidak terlalu merebak.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Antraks, Penyakit Hewan yang Sebabkan Korban Jiwa di Gunungkidul

Mengenal Antraks, Penyakit Hewan yang Sebabkan Korban Jiwa di Gunungkidul

Your Say | Sabtu, 08 Juli 2023 | 09:20 WIB

Bakteri Antraks Banyak di Darah Hewan Ternak, Tradisi Mbrandu Mestinya Dihentikan

Bakteri Antraks Banyak di Darah Hewan Ternak, Tradisi Mbrandu Mestinya Dihentikan

Jogja | Jum'at, 07 Juli 2023 | 20:15 WIB

Pemda Awasi Wabah Antraks Muncul di Gunungkidul

Pemda Awasi Wabah Antraks Muncul di Gunungkidul

Video | Jum'at, 07 Juli 2023 | 19:05 WIB

Terkini

Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan

Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan

Jawa Tengah | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:35 WIB

Menguji Klaim Sudaryono, Benarkah Membandingkan Sekolah Rusak dengan MBG Tak Fair?

Menguji Klaim Sudaryono, Benarkah Membandingkan Sekolah Rusak dengan MBG Tak Fair?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:35 WIB

Gandeng Produser TWICE, Shi Shi Siap Go International Lewat EP 'The Taste Of...'

Gandeng Produser TWICE, Shi Shi Siap Go International Lewat EP 'The Taste Of...'

Entertainment | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:34 WIB

Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga

Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga

Bogor | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:33 WIB

Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:32 WIB

Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen

Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:30 WIB

Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat

Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:30 WIB

Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026

Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:27 WIB

Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat

Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:19 WIB

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:18 WIB

×