Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Penonton Bola di Liga Argentina Ada yang Meninggal

Surabaya | Suara.com

Senin, 10 Oktober 2022 | 08:26 WIB
Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Penonton Bola di Liga Argentina Ada yang Meninggal
Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Penonton Bola di Liga Argentina Ada yang Meninggal (suara.com)

Wasit Hernan Mastrangelo menghentikan pertandingan setelah sembilan menit karena insiden serius di luar stadion. Menurut ESPN, polisi menembakkan gas air mata pada insiden tersebut.

Menurut pihak berwenang, penggemar tim lokal, Gimnasia mencoba memasuki stadion yang sudah penuh sesak.

Polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk memaksa para penggemar mundur.

"Sayangnya, ada orang meninggal," kata Sergio Berni, menteri keamanan provinsi Buenos Aires.

"Dia meninggal karena masalah jantung saat dibawa ke rumah sakit."

Asosiasi Sepak Bola Argentina memposting pernyataan di akun Twitter-nya yang mengutuk insiden dan kekerasan tersebut.

"AFA sangat mengecam peristiwa yang terjadi hari ini di sekitar stadion Gimnasia dan menyatakan komitmennya untuk terus berupaya memberantas insiden semacam ini yang menodai semangat sepak bola."

Insiden di Argentina terjadi setelah tragedi pertandingan sepak bola di Indonesia pada hari Sabtu yang menewaskan sedikitnya 131 orang.

Berni tidak memerincikan tentang keadaan di mana orang itu mengembuskan napas terakhir. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) bereaksi. Melalui media sosial, AFA mengutuk kericuhan dan kekerasan tersebut.

"AFA Menyatakan komitmen untuk terus berupaya memberantas insiden semacam ini, yang menodai semangat sepak bola," tambah laporan dari ESPN.

Pemain Gimnasia, Leonardo Morales mengatakan putranya yang berusia dua tahun, kesulitan bernapas. Ia terguncang dan khawatir melihat keadaan di sekitar stadion. Ia tidak menyangka akan seperti ini situasinya.

"Kami tadinya bermain normal, dan itu berubah menjadi seperti ini, dan muncul perasaan keluarga kami hampir meninggal," ujar Morales.

Peristiwa di Argentina otomatis membuat perhatian football family juga tertuju ke Indonesia. Sebelumnya, terjadi kerusuhan setelah pertandingan antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. Ratusan orang meninggal dunia.

Polisi di tempat kejadian menggunakan gas air mata saat bertugas mengamankan kericuhan. Berdasarkan aturan FIFA, tindakan tersebut dilarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Karena Panik! Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Sistematis

Bukan Karena Panik! Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Sistematis

| Senin, 10 Oktober 2022 | 08:08 WIB

Tragedi Kanjuruhan Dinilai Kejahatan Terstruktur, Polisi Bersenjata Gas Air Mata Dikerahkan di Pertengahan Babak Kedua

Tragedi Kanjuruhan Dinilai Kejahatan Terstruktur, Polisi Bersenjata Gas Air Mata Dikerahkan di Pertengahan Babak Kedua

News | Minggu, 09 Oktober 2022 | 19:55 WIB

Beredar Foto Mata Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Merah Usai Seminggu Kena Gas Air Mata, Dokter Buka Suara

Beredar Foto Mata Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Merah Usai Seminggu Kena Gas Air Mata, Dokter Buka Suara

Health | Minggu, 09 Oktober 2022 | 18:15 WIB

Terkini

Magnet Digital Mudik 2026: Trafik Indosat di Jatim Melejit, Malang Jadi Episentrum Utama

Magnet Digital Mudik 2026: Trafik Indosat di Jatim Melejit, Malang Jadi Episentrum Utama

Jatim | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:53 WIB

Kabur Aja Dulu Bukan Solusi, Sirkulasi Talenta Jadi Kunci Masa Depan Bangsa

Kabur Aja Dulu Bukan Solusi, Sirkulasi Talenta Jadi Kunci Masa Depan Bangsa

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:51 WIB

Bolehkah Pakai Cushion Setiap Hari? Ini Fakta yang Perlu Kamu Pahami

Bolehkah Pakai Cushion Setiap Hari? Ini Fakta yang Perlu Kamu Pahami

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:48 WIB

Harapan Sederhana Oscar Piastri di F1 GP Jepang 2026: Hanya Ingin Memulai

Harapan Sederhana Oscar Piastri di F1 GP Jepang 2026: Hanya Ingin Memulai

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:45 WIB

36 Kode Redeem FF 29 Maret 2026, Trik Murah SG2 Lumut dan Bocoran Evo Bundle April

36 Kode Redeem FF 29 Maret 2026, Trik Murah SG2 Lumut dan Bocoran Evo Bundle April

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:45 WIB

Perang Bikin Minyak Mahal, Vietnam Malah Obral BBM Jadi Belasan Ribu, Bagaimana Indonesia?

Perang Bikin Minyak Mahal, Vietnam Malah Obral BBM Jadi Belasan Ribu, Bagaimana Indonesia?

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:42 WIB

Cek Harga Mitsubishi Destinator untuk Semua Tipe di Akhir Maret 2026

Cek Harga Mitsubishi Destinator untuk Semua Tipe di Akhir Maret 2026

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:40 WIB

Apakah Cushion MINIPINK Sudah BPOM? Ini Faktanya

Apakah Cushion MINIPINK Sudah BPOM? Ini Faktanya

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:33 WIB

30 Kode Redeem FC Mobile 29 Maret 2026: Sambut TOTS April, Klaim Pemain Bintang Gratis

30 Kode Redeem FC Mobile 29 Maret 2026: Sambut TOTS April, Klaim Pemain Bintang Gratis

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:32 WIB

Wujudkan Mimpi Jadi Pejuang, Beby Tsabina Bakal Pegang Senjata di Film Sejarah Emmy

Wujudkan Mimpi Jadi Pejuang, Beby Tsabina Bakal Pegang Senjata di Film Sejarah Emmy

Entertainment | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:24 WIB