Kemenkes Minta Orang Tua Waspadai Gejala-gejala Ginjal Akut Seperti Ini

Surabaya

Senin, 24 Oktober 2022 | 16:52 WIB
Kemenkes Minta Orang Tua Waspadai Gejala-gejala Ginjal Akut Seperti Ini
Waspadai Gejala Gagal Ginjal Akut Sebelum Parah

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril meminta masyarakat mewaspadai beberapa sejumlah gejala gangguan gagal ginjal akut.

Ketika kasus ini dilaporkan, ada 241 kasus gangguan gagal ginjal akut, dengan 133 kasus di antaranya meninggal dunia.

Sebagian besar kasus ini terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Diduga kuat juga akibat penggunaan obat sirup. Syahril menjelaskan, sebelum menyebabkan gagal ginjal akut, awalnya ada gejala yang disebut gangguan ginjal akut.

"Jadi begini, ada yang disebut dengan istilah gangguan ginjal akut. Ya gangguan dulu ya. Ginjal ini kan pusat metabolisme tubuh kita ya. Dengan hasil akhirnya atau output yang sisa-sisa tersebut dengan air kencing itu ya," kata Syahril dalam sebuah diskusi daring yang digelar MNC Trijaya pada Sabtu (22/10/2022).

"Nah itu dia (ginjal) apabila kena tadi, apakah infeksi atau dehidrasi, itu gangguan dulu, terganggu dia. Nah itu, begitu gangguan ini berlaku, maka ancamannya menjadi gagal ginjal akut," sambungnya.

Gejala khasnya, jelas Syahril ditandai dengan frekuensi buang air kecil dan volume yang dikeluarkan.

"Biasanya, kita buang air kecil sampai 12 kali sehari. Tapi, kalau sekarang berkurang. Begitupun jumlahnya, biasanya banyak, sekarang sedikit. Itu baru tanda-tanda yang khas," ujarnya.

Harus diwaspadai, kata Syahril, jangan sampai urin sudah tidak dapat diproduksi lagi. Pada situasi tersebut yang dapat menyebabkan pasien meninggal dunia.

"Nah inilah yang banyak, maaf ya, banyak meninggal karena sudah terlambat. Begitu sudah terjadi gagal ginjal karena tidak bisa memproduksi lagi urinenya, karena metabolisme yang sudah rusak, ginjal yang sudah rusak," jelasnya.

Pada kasus 133 orang yang meninggal dikatakan Syahril, mereka sudah mengalami gagal ginjal akut.

Begitu juga yang terselamatkan pernah masuk ke dalam kategori mengalami gagal ginjal akut.

"Tapi dengan pertolongan yang cepat, karena tadi mungkin tidak, belum masuk itu tidak bisa buang air sama sekali, itu penanganan cepat dari rumah sakit," ujarnya.

Selain itu, ada hal lain yang perlu diwaspadai para orang tua, dengan maraknya kasus gangguan gagal ginjal.

"Jadi kalau anak ini demam lebih dari satu hari, sampai masuk lima hari. Kemudian ada diare, mual, muntah, batuk pilek ini gejala awal. Tetapi gejala awal ini juga, dialami oleh bayi atau balita yang gangguan saluran nafas, sakit diare biasa," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Herry Dermawan Berharap Ada Pemantauan Peredaran Obat Sirup Berbahaya Setelah Instruksi Penarikan oleh BPOM

Herry Dermawan Berharap Ada Pemantauan Peredaran Obat Sirup Berbahaya Setelah Instruksi Penarikan oleh BPOM

Purwasuka | Senin, 24 Oktober 2022 | 16:26 WIB

Menkes Umumkan Gagal Ginjal Akut Capai 245 Kasus, Kematiannya Capai 57,6 Persen

Menkes Umumkan Gagal Ginjal Akut Capai 245 Kasus, Kematiannya Capai 57,6 Persen

News | Senin, 24 Oktober 2022 | 16:15 WIB

Dua Bocah di NTT Meninggal Karena Gejala Gagal Ginjal Akut

Dua Bocah di NTT Meninggal Karena Gejala Gagal Ginjal Akut

Surabaya | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 12:26 WIB

Terkini

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?

Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:15 WIB

Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?

Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:12 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni

Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:55 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Drama Tujuh Jam Pemadaman Api di Gudang Raksasa Jombang

Drama Tujuh Jam Pemadaman Api di Gudang Raksasa Jombang

Jatim | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026

Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:20 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB