PSSI secara khusus mengundang klub asal Belanda Feyenoord Rotterdam untuk mengisi materi dalam seminar Upgrade FIlanesia (Filososofi Sepak Bola Indonesia) atau yang disebut Filanesia 2.0.
Pihak Feyenoord Rotterdam kemudian mengirim Manager of International Relationship dan Mr Koen Stam, Head of Methodology Feyenoord Rotterdam yakni Mr Gido Vader ke Jakarta pada Kamis (15/12/2022).
Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menyambut positif kesanggupan hadirnya perwakilan dari Feyenoord untuk memberikan materi dalam seminar Filanesia 2.0.
Dikatakan olehnya, berbagai suara anak bangsa didengar untuk memperkaya filofosi bermain sepak bola milik Indonesia ini. Dari mantan pemain timnas Indonesia, pelatih fisik, pelatih kiper, pelatih SSB, tim medis, akademisi, hingga instruktur pelatih sepak bola memberikan masukan dan pandangannya dalam memperbaharui Filanesia.
“Saya kira kita butuh masukan, saran dan perbaikan dari semua pihak yang bersinggungan langsung dengan Filanesia. Pelatih-pelatih, mantan pemain tim nasional, tim medis, dan tujuh universitas yang bekerja sama dengan PSSI (UNP Padang, UNJ Jakarta, UPI Bandung, STKIP Pasundan, UNY Yogyakarta, Universitas Surabaya, dan UM Malang), dan nanti ada perwakilan dari Feyenoord yang mungkin bisa berbagi pengalaman dan masukan bagi Filanesia 2.0 ini,” jelas Indra.
“Ini adalah hal yang harus dilakukan di kepelatihan, terutama terkait kurikulum, dimana upgrade terhadap semua materi kurikulum minimal dilakukan empat tahun sekali, dan juga momen dimana kita mengupgrade Filanesia sesuai dengan tren sepak bola yang ada sekarang dan itu dibutuhkan,” lanjutnya.
Sebagai latar belakang, sejak dilahirkan pada 2017, Filosofi Sepak Bola Indonesia alias Filanesia perlu mendapatkan penyegaran dan penyesuaian seiring perkembangan sepak bola. Karena itu, PSSI dan Kemenpora berinisiatif menggelar “Upgrade Filanesia”.
Filanesia sendiri adalah sebuah filosofi yang akan menjadi fondasi dan karakter sepak bola Indonesia, baik untuk pembinaan usia dini sampai profesional dari segi individu maupun tim.
Filosofi ini akan memberikan panduan dalam hal lingkup sepak bola, seperti penjenjangan latihan berdasarkan usia, pengembangan teknik pemain, dan ciri-ciri bermain di lapangan. Perlu dicatat bahwa Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Indonesia ini bukan untuk menyeragamkan taktik setiap klub, namun ini akan menjadi ciri pemain Indonesia di pentas Internasional.
Baca Juga: Dapat Gaji dari Rakyat, Intip Harta dan Sumber Kekayaan Deddy Corbuzier
Lebih dalam, di dalam buku ini dikelompokkan beberapa fase latihan berdasarkan kelompok umur. Untuk anak-anak usia 6 sampai 9 tahun disebut sebagai fase pengenalan, lalu fase pengembangan skill di rentang usia 10 sampai 13 tahun, lalu terakhir ada rentang usia 14 sampai 17 tahun yang merupakan fase permainan.