CEK FAKTA: Kembali Terjadi, Polisi Tembak Polisi. Adakah Kaitannya Dengan Ferdy Sambo?

Suara Tangsel

Selasa, 06 September 2022 | 12:52 WIB
CEK FAKTA: Kembali Terjadi, Polisi Tembak Polisi. Adakah Kaitannya Dengan Ferdy Sambo?
Aipda Ahmad Karnain, korban penembakan oleh rekannya sesama polisi di lampung tengah. (Suara)

Belum usai pembicaraan Kasus 'Polisi Tembak Polisi' , yakni penembakan oleh 'Geng Sambo' yang menghilangkan nyawa Brigadir J. Kabar mengejutkan datang dari Pulau Sumatera, tepatnya di Lampung Tengah. Terjadi lagi, penembakan terhadap seorang anggota polisi yang dilakukan rekannya sesama anggota polisi.

Korban, seorang anggota polisi, bernama Aipda Ahmad Karnain (41), mengalami penembakan di depan rumah korban, yakni di Jalan Merpati, Lingkungan V, RT 02, Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Minggu (4/9/2022) sekitar pukul 21.30 WIB. Dan pelaku, rekan korban sesama anggota polisi di Polres Lampung Tengah, Aipda Rudy Suryanto (39).

Hilangnya nyawa korban, Aipda Karnain, dikarenakan adanya luka tembak di bagian dada sebelah kiri. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Gunung Sugih, Lampung Tengah hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, namun nyawanya tetap tidak tertolong. Di rumah sakit tersebut pula jasad korban di visum dan di autopsi.

Terkait pemberitaan ini, Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya , didampingi Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menggelar Konferensi Pers di kantornya, Polres Lampung Tengah, Senin (5/9).

MOTIF PENEMBAKAN

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, didampingi Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menggelar Konferensi Pers di Polres Lampung Tengah, Senin (5/9). [Suara]
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, didampingi Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menggelar Konferensi Pers di Polres Lampung Tengah, Senin (5/9). (sumber: Suara)

"Motif polisi tembak polisi ini, didasari rasa sakit hati yang mengakibatkan pelaku oknum polisi Aipda, RS, tembak polisi Aipda Karnain lantaran pelaku kerap diintimidasi dan aibnya dibuka ke publik," ungkap Doffie. Motif penembakan sesama polisi ini diungkap Doffie dikarenakan adanya sakit hati dan dendam pribadi yang sudah lumayan lama. Pelaku kerap merasa tersinggung dalam hatinya atas perilaku korban yang sering menyebarkan aib pelaku dan keluarganya. "Sebelum penembakan itu terjadi, pelaku sebelumnya melihat group WhatsApp, bahwa korban telah membeberkan informasi kalau istri pelaku ini belum membayar arisan online," jelas Doffie.

Bukan sekali ini saja, korban menyinggung hati pelaku dengan mengumbar aip keluarganya. Sehingga, kali ini pelaku merasa kesabarannya sudah habis, dan ini sudah pada puncaknya.

KRONOLOGI PENEMBAKAN

Pada hari penembakan, pelaku sedang piket di kantor. Namun, karena mendapatkan telepon dari istrinya yang mengaku sedang sakit, maka pelaku izin untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang, pelaku mengingat hal yang dilakukan oleh korban, dan rumah mereka juga berdekatan. "Saat perjalanan pulang, pelaku teringat akan perlakuan korban. Dan mengingat istrinya juga saat itu dalam keadaan sakit. Rumah pelaku, tidak berjauhan dengan rumah korban," kata Doffie.

Ketika melintasi rumah korban, pelaku melihat korban sedang duduk di teras depan rumahnya. Amarahnya pun tersulut melihat korban secara langsung. Begitu tiba di depan pagar rumah korban, korban menghampiri pelaku. Pada saat itulah, pelaku tiba-tiba menodongkan pistol, dan langsung menembak korban. Penembakan hanya dilakukan satu kali, namun tepat mengenai dada sebelah kiri korban hingga tembus ke punggung belakang.

"Berada di rumah korban, pelaku masih berpakaian dinas lengkap dan pelaku juga membawa senjata api," ungkap Doffie. Setelah mengalami luka tembak, korban sempat bergegas berlari masuk ke dalam rumah dan hendak mengambil senjata api miliknya yang berada di dalam kamar. Namun sebelum sampai di kamarnya, korban terlebih dahulu jatuh bersimbah darah. "Korban tersungkur tepat di depan istri dan kedua anaknya. Usai melakukan penembakan itu, pelaku melarikan diri," Doffie menambahkan.

baca juga

PELAKU DITANGKAP TIGA JAM KEMUDIAN

Aipda Rudy Suryanto, pelaku polisi tembak polisi di Lampung Tengah. [Antara]
Aipda Rudy Suryanto, pelaku polisi tembak polisi di Lampung Tengah. (sumber: Antara)

Kapolres Doffie, mengungkapkan pelaku ditangkap tak lama setelah kejadian yakni tiga jam setelah kejadian, Senin (5/9) sekira pukul 02.15 WIB. "Pelaku ditangkap oleh anggota Provost di rumahnya di Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Dan saat ini Pelaku diamankan di Polres Lampung Tengah guna penyidikan lebih lanjut," jelas Doffie.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dikenakan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Selain itu, secara jabatan juga dikenakan Sanksi Kode Etik Polri, dengan ancaman hukuman PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat).

Menurut kesaksian pelaku, saat melakukan penembakan tersebut, pelaku seorang diri dan diketahui oleh beberapa saksi yakni tetangga di sekitar rumah korban, terang Doffie.

Melihat penjelasan diatas, kasus polisi tembak polisi yang terjadi disebabkan masalah pribadi antara pelaku dan korban, dan faktanya tidak ada kaitannya dengan Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan Brigadir J.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CEK FAKTA: Susi, ART Ferdy Sambo Akhirnya Muncul! Mengkonfirmasi Brigadir J Disiksa di Ruang Rahasia

CEK FAKTA: Susi, ART Ferdy Sambo Akhirnya Muncul! Mengkonfirmasi Brigadir J Disiksa di Ruang Rahasia

Tangsel | Senin, 05 September 2022 | 06:01 WIB

CEK FAKTA: Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo Dianggap Benar oleh Adat, Bahkan Disebut Pahlawan

CEK FAKTA: Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo Dianggap Benar oleh Adat, Bahkan Disebut Pahlawan

Tangsel | Sabtu, 03 September 2022 | 09:12 WIB

CEK FAKTA: Kamarudin Simanjuntak Diduga Berbalik Membela Ferdy Sambo, Membebaskan Dari Hukuman Mati

CEK FAKTA: Kamarudin Simanjuntak Diduga Berbalik Membela Ferdy Sambo, Membebaskan Dari Hukuman Mati

Tangsel | Jum'at, 02 September 2022 | 21:05 WIB

CEK FAKTA: Ferdy Sambo Bisa Bebas Bersyarat. Tidak Dihukum Mati dan Tidak Mendapat Kurungan Penjara 20 Tahun

CEK FAKTA: Ferdy Sambo Bisa Bebas Bersyarat. Tidak Dihukum Mati dan Tidak Mendapat Kurungan Penjara 20 Tahun

Tangsel | Jum'at, 02 September 2022 | 13:01 WIB

Terkini

Tragedi KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Kesesuaian Desain Kapal dengan Perairan Indonesia

Tragedi KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Kesesuaian Desain Kapal dengan Perairan Indonesia

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:36 WIB

Soal OTT Pejabat BPN, Anggota DPR Minta KPK Usut Tuntas: Jangan Ada yang Dilindungi!

Soal OTT Pejabat BPN, Anggota DPR Minta KPK Usut Tuntas: Jangan Ada yang Dilindungi!

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:32 WIB

BYAN Anjlok Usai Umumkan Force Majeur, Revisi RKAB Mandek di tengah Isu Diambil Alih Haji Isam

BYAN Anjlok Usai Umumkan Force Majeur, Revisi RKAB Mandek di tengah Isu Diambil Alih Haji Isam

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:30 WIB

Kemarau Panjang Mengintai, Warga Jakarta Bisa Lapor via 112 Jika Kesulitan Air Bersih

Kemarau Panjang Mengintai, Warga Jakarta Bisa Lapor via 112 Jika Kesulitan Air Bersih

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:29 WIB

Warga Makkah dan Jeddah Diminta Berlindung Usai Alert Darurat Serangan Rudal

Warga Makkah dan Jeddah Diminta Berlindung Usai Alert Darurat Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:29 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 18:28 WIB

OTT KPK Dugaan Suap HGB, Uang Rp100 Miliar Disita, Bos Summarecon Diamankan

OTT KPK Dugaan Suap HGB, Uang Rp100 Miliar Disita, Bos Summarecon Diamankan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 18:27 WIB

ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?

ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:22 WIB

Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice

Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:20 WIB

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:18 WIB

×