TANTRUM - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan bidang pertanian sangat penting karena mengemban kelangsungan ketersediaan pangan untuk masa yang akan datang.
Ulum mengaku bangga kepada siswa sekolah pertanian merupakan generasi langka yang akan menentukan kebangkitan swasembada pangan Jawa Barat di masa depan.
"Saya bangga adik-adik menjadi siswa SMK PPN karena tak banyak orang yang melirik bidang pertanian. Kbanyakan fokus pada industri teknologi,” ujar Ulum saat di SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Tajungsari, Kabupaten Sumedang ditulis Rabu, 25 Mei 2022.
Menurut Ulum, seluruh siswa yang lahir tahun 1997 hingga tahun 2012 merupakan calon petani Zilenial atau generasi Z.
Ulum mengaku pendidikan di bidang pertanian cenderung kurang diminati masyarakat. Umumnya masyarakat meminati pendidikan bidang teknologi informasi.
"Padahal kita manusia tidak makan handphone canggih, gedung beton, atau mobil mengkilap, tapi kita makan hasil petani. Kalian adalah generasi langka," kata Ulum.
Ulum menjelaskan Povinsi Jawa Barat sedang menghadapi permasalahan genting di bidang pertanian. Diantaranya regenerasi petani yang semakin menurun, menyempitnya lahan pertanian, hingga citra petani di mata masyarakat yang tak kunjung membaik.
Masalah ini diduga menjadikan Jawa Barat terdorong mundur ke posisi ketiga sebagai penyumbang beras nasional. Sebelumnya, Jawa Barat selalu di posisi pertama.
“Masalah pertanian kita saat ini adalah regenerasi petani yang semakin menurun, serta menyempitnya lahan pertanian. Petani sekarang anak-anaknya sudah tidak ada yang mau jadi petani,” sebut Ulum.
Sebelumnya kata Ulum, Provinsi Jawa Barat memiliki 1,1 juta hektar lahan pertanian. Namun data terbaru hanya tinggal 900.000 hektar tanah basah milik Jawa Barat untuk pertanian.
Adanya hal itu, Ulum meminta generai muda di bidang pertanian terus mengasah diri dan mempersiapkan kemampuannya.
Tujuannya agar lebih siap menjawab tantangan mengembalikan Jabar sebagai juara swasembada pangan di Indonesia.
"Pandangan masyarakat umumnya, bahwa petani adalah orang miskin. Ini bisa kita jawab dengan kegigihan para siswa sebagai kaum Zilenial, dengan lahirnya ahli-ahli pertanian masa depan,” ucap Ulum.
Ulum juga berharap kepada siswa SMK Pertanian harus memegang kunci kesuksesan.
Yaitu menguasai teknologi dan media sosial, terbiasa dalam berorganisasi, pererat silaturahmi dengan rekan-rekan, menguasai teknik berbicara di depan umum, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.