Hewan Ternak di Bandung Perlu Diberi Vitamin untuk Tingkatkan Imun dari PMK

Tantrum | Suara.com

Kamis, 26 Mei 2022 | 23:02 WIB
Hewan Ternak di Bandung Perlu Diberi Vitamin untuk Tingkatkan Imun dari PMK
Humas Bandung

TANTRUM - Menyusul adanya 10 sapi yang terindikasi gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Babakan Ciparay, Kota Bandung, langkah cepat perlu segera dilakukan baik oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung maupun peternak.

Kepala Bidang Keamanan Pangan DKPP Kota Bandung, Ermariah menjelaskan, untuk menangani kasus PMK yang telah terjadi, pihaknya terus melaksanakan proses desinfektan dan pemberian vitamin pada semua hewan.

"Baik yang positif atau negatif. Kita desinfektan badan, kaki, dan kandangnya. Vitamin juga terus kita berikan untuk menjaga imunitas dan nafsu makan hewan," tuturnya, yang ditulis Rabu (26/5/2022).

Ia menjelaskan, masa inkubasi virus PMK sampai 14 hari. Setelah itu, hewan akan membentuk antibodinya sendiri untuk melawan penyakit ini, tapi hanya bertahan empat bulan.

"Meski begitu, antibodi ini lama-lama akan menurun terus. Kerugian yang banyak juga dari segi ekonomi. Kalau sapi perah kena PMK, produksi susunya bisa turun 90 persen," jelas Ermariah.

"Untuk sapi potong, berat badannya juga turun drastis. Belum lagi kalau sampai mati. Tentu peternak akan mengalami kerugian," lanjutnya.

Sementara itu, dari 10 hewan ternak yang terindikasi PMK, 5 di antaranya terkonfirmasi positif PMK pada Selasa, 24 Mei 2022. Info ini Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar.

"Lima sapi ini masih ada di peternakan Babakan Ciparay dan sedang diisolasi. Tapi, info terbaru, sudah mulai menunjukkan gejala baik, seperti nafsu makan sudah meningkat dan air liurnya juga sudah tidak terlalu banyak," ungkap Gin Gin.

Untuk mengantisipasi penyebaran PMK semakin luas, DKPP Kota Bandung akan terus melakukan pengawasan lebih ketat. Serta membuat satuan tugas (satgas) yang akan dibentuk untuk menjaga lalu lintas hewan di Kota Bandung.

Pasalnya, Kota Bandung sangat riskan karena dikelilingi zona merah. Ada 13 daerah di Jawa Barat yang menjadi zona merah PMK. Beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat yang zona merah antara lain, Cianjur, Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, dan Garut.

"Bahkan, Garut sampai mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB). Kasus di Kota Bandung ini juga terjadi karena peternak ambil hewan dari Purwakarta," paparnya.

Padahal, Gin Gin mengaku, sebelumnya DKPP Kota Bandung telah melarang para peternak menerima hewan tanpa SKKH dan sebaiknya menghabiskan stok yang ada dulu.

"Tapi diam-diam mereka terima pukul 01.30 WIB. Akibatnya ya jadi seperti sekarang ini. Khawatirnya akan menyebar ke hewan-hewan yang sehat. Jadi, tolong para peternak jangan dulu menambah hewannya. Habiskan dulu stok yang ada," imbaunya.

Jika para pengirim dan peternak tidak bisa menunjukkan bebas PMK, maka hewan-hewan tersebut harus ditolak masuk Kota Bandung.

"Sudah ada tiga kendaraan yang kita tolak, asalnya dari Lumajang dan Sumedang karena tidak menunjukkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Satu truk itu isinya 12-16 ekor sapi," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:10 WIB

GBLA Bergemuruh! Flare dan Kembang Api Bobotoh Warnai Pesta Juara Persib

GBLA Bergemuruh! Flare dan Kembang Api Bobotoh Warnai Pesta Juara Persib

Video | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:05 WIB

Bandung Membiru, Persib Rayakan Pancatakhta dan Hattrick Juara Bersama Bobotoh

Bandung Membiru, Persib Rayakan Pancatakhta dan Hattrick Juara Bersama Bobotoh

Foto | Senin, 25 Mei 2026 | 06:00 WIB

Kacamata Andrew Jung Hampir Dicolong saat Perayaan Juara Hattrick Persib Bandung

Kacamata Andrew Jung Hampir Dicolong saat Perayaan Juara Hattrick Persib Bandung

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 06:50 WIB

HP Frans Putros Hilang Saat Konvoi, Skuad Persib Bandung Kompak Minta Bantuan Bobotoh

HP Frans Putros Hilang Saat Konvoi, Skuad Persib Bandung Kompak Minta Bantuan Bobotoh

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 06:35 WIB

Persib Bandung Juara Super League, Eks Chelsea dan Real Madrid Ikut Semringah

Persib Bandung Juara Super League, Eks Chelsea dan Real Madrid Ikut Semringah

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:42 WIB

Persib Bandung Beri Hormat pada Borneo hingga Persija Usai Drama Sengit di Super League 2025/2026

Persib Bandung Beri Hormat pada Borneo hingga Persija Usai Drama Sengit di Super League 2025/2026

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:41 WIB

Gelandang Manchester City Kasih Selamat Eliano Reijnders Bawa Persib Bandung Juara Super League

Gelandang Manchester City Kasih Selamat Eliano Reijnders Bawa Persib Bandung Juara Super League

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:22 WIB

Cetak Gol Penting, Striker Muda Keturunan Bandung Antar Willem II Promosi ke Eredivisie

Cetak Gol Penting, Striker Muda Keturunan Bandung Antar Willem II Promosi ke Eredivisie

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:30 WIB

Persib Bandung Raih Bonus Rp1 Miliar Usai Cetak Hattrick Juara Super League

Persib Bandung Raih Bonus Rp1 Miliar Usai Cetak Hattrick Juara Super League

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:27 WIB

Terkini

Skuad Timnas Belanda Dinilai Lebih Komplet, Incar Trofi Piala Dunia 2026

Skuad Timnas Belanda Dinilai Lebih Komplet, Incar Trofi Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 12:12 WIB

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:10 WIB

Cara Download Sertifikat UTBK SNBT 2026 dan Melihat Hasil Skornya

Cara Download Sertifikat UTBK SNBT 2026 dan Melihat Hasil Skornya

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 12:07 WIB

Apakah Guinness World Records Bisa Dibeli? Viral Bigmo Sindir Rekor Member Marapthon

Apakah Guinness World Records Bisa Dibeli? Viral Bigmo Sindir Rekor Member Marapthon

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 12:07 WIB

Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini

Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 12:05 WIB

Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA

Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 12:05 WIB

Turun Kasta Liga Italia, Segini Nilai Emil Audero Setelah Dibantai Como 1907

Turun Kasta Liga Italia, Segini Nilai Emil Audero Setelah Dibantai Como 1907

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 12:05 WIB

Bedak yang Aman untuk Ibu Hamil Seperti Apa? Ini 5 Pilihan Produknya yang Aman untuk Janin

Bedak yang Aman untuk Ibu Hamil Seperti Apa? Ini 5 Pilihan Produknya yang Aman untuk Janin

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 12:04 WIB

Pelatih Persija Irit Komentar soal Persib Juara, Hanya Ucapkan Satu Kalimat

Pelatih Persija Irit Komentar soal Persib Juara, Hanya Ucapkan Satu Kalimat

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 12:03 WIB

Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya

Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:02 WIB