1000 Hari Pertama Pasca Kelahiran Tentukan Kecerdasan Anak

Tantrum

Selasa, 31 Mei 2022 | 16:03 WIB
1000 Hari Pertama Pasca Kelahiran Tentukan Kecerdasan Anak
suara.com

TANTRUM - Pertumbuhan dan kecerdasan anak akan sangat optimal dalam 1000 hari pertama kelahiran. Periode ini biasa juga disebut dengan window of oppurtunity atau periode emas.

Dengan mencukupi kebutuhan anak sejak masa kehamilan sampai usia anak 2 tahun, akan semakin banyak jaringan saraf yang tersambung dan makin cepat anak menangkap informasi. Proses perkembangan pun akan semakin sempurna dan anak akan tumbuh cerdas.

Dicuplik dari makalah berjudul Gizi dan Perkembangan Kecerdasan Anak milik Julistio Djais, dokter spesialis anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, bayi mungil yang baru lahir merupakan makhluk yang membutuhkan asuhan dan mempunyai hak untuk dapat tumbuh kembang dengan optimal. Sehingga, suatu ketika ia menjadi dewasa, ia akan menjadi manusia yang berkualitas.

“Tumbuh kembang yang dialaminya adalah suatu proses perubahan biologis, psikologis dan emosional yang terjadi sejak lahir sampai remaja. Berbagai faktor mempengaruhi proses ini, mencakup genetik, gizi, kesehatan dan stimulasi yang diberikan oleh lingkungan hidupnya,” jelas Djais ditulis Bandung, Selasa, 31 Mei 2022.

Djais menyampaikan bahwa ada beberapa pembagian periode usia perkembangan anak, antara lain bayi baru lahir (0 – 4  minggu), bayi (4 minggu – 1 tahun), toddler (1 – 3 tahun), prasekolah (4 – 6 tahun), anak usia sekolah (6 – 12 tahun), dan remaja (13 – 20 tahun).

Dalam perkembangan bayi, dikenal 3 kelompok perkembangan yang saling berkaitan, yaitu perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan emosional.

Perkembangan kognitif ini  kata Djais, yang dimaksud dengan perkembangan kecerdasan anak. Perkembangan kognitif yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak mempunyai beberapa tahap.

Yaitu sensorimotor stage atau periode sejak bayi lahir sampai usia 2 tahun, dimana pemahaman bayi mengenai lingkungan masih terbatas pada persepsi sensoris dan aktivitas motoriknya. Perilaku yang tampak merupakan respons motorik sederhana terhadap stimuli sensoris.

“Yang menarik ketika bayi mencapai usia 7 – 9  bulan, ia mulai mengembangkan yang dinamakan object permanence.  Ia mulai mempunyai kemampuan untuk mengerti bahwa objek tetap ada walau tidak terlihat. Sebagai contoh bila mainan favoritnya disembunyikan di bawah selimut, meskipun dia tidak dapat melihat dia akan berusaha mencari di bawah selimut,” terang Djais.

Tahap selanjutnya sebut Djais, adalah preoperational stage atau periode antara usia 2 – 6 tahun dimana anak belajar menggunakan bahasa.

Pada tahap ini anak belum mengerti logika, belum dapat dimanipulasi dengan informasi dan belum dapat melihat dari sisi orang lain. Pada periode ini, anak mulai menganalisis simbol, khususnya kata dan bentuk atau gambar.

Disebut preoperasional karena saat ini anak belum mampu mengoperasikan aspek kognitif spesifik, seperti hitungan matematik. Sebagai tambahan untuk penggunaan simbol, anak suka berpura-pura memainkan peran seorang tokoh seperti superman, guru dan lain-lain.

"Kemudian, tahap concrete operational stage atau periode antara 7 – 11 tahun, dimana anak mulai memahami operasi kognitif, anak mulai berpikir logis tentang kejadian nyata, tapi masih susah memahami konsep abstrak atau yang berkaitan. Dalam analisis simbol, ia sudah mampu memahami arti  beberapa simbol tokoh dan mampu berganti-ganti dalam aksi meniru berbagai simbol tokoh tokoh tersebut," lanjut Djais.

Terakhir ungkap Djais, tahap formal operational stage atau  periode antara usia 12 tahun sampai dewasa, dimana anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir tentang konsep abstrak, kemampuan berpikir logis, mencari alasan rasional, dan membuat rencana yang sistematis.

Tentu saja semuanya itu ucap Djais, harus terdapat peran gizi dalam perkembangan kecerdasan anak sangat penting khususnya dalam 1000 hari pertama kehidupan anak.

Dalam 1000 hari adalah dari saat konsepsi sampai usia 2 tahun. Perkembangan optimal perlu didahului oleh terjadinya pertumbuhan otak bayi yang optimal.

Pertumbuhan otak bayi berlangsung dengan cepat pada saat dalam kandungan sampai tahun-tahun pertama kehidupan bayi. Pada saat ini, zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan otak harus terpenuhi dengan memadai.

“Ini berarti untuk perkembangan kecerdasan anak, yang paling penting adalah terpenuhinya kebutuhan makan saat ibu hamil dan menyusui dan bayi di tahun pertama,” ujar Djais.

Zat gizi dibutuhkan untuk pertumbuhan dari axon, dendrite, pembentukan synaps, dan lapisan axon yang disebut myelin, yang merupakan lapisan lemak untuk mempercepat perjalanan impuls syaraf.

Kekurangan energi, protein, asam lemak khususnya asam lemak tak jenuh rantai panjang AA dan DHA, dan beberapa mineral khusus seperti  zat besi, yodium, zinc, kalsium, asam folat dan vitamin A dapat mengganggu proses ini.

Selain gizi tutur Djais, untuk perkembangan kecerdasan bayi juga diperlukan stimulasi yang sesuai sehingga synaps-synaps berkembang dengan baik. Dikenal periode kritis dan periode sensitif pada bayi.

Periode kritis menurut Djais akan berlangsung sampai bayi berusia 1 tahun, dimana dibutuhkan kecukupan zat gizi untuk pertumbuhan otak bayi dan periode sensitif sampai usia 3 tahun.

Pada rentang usia itu dimana pentingnya stimulasi yang sesuai dalam mengembangkan synaps-synaps dalam otak bayi. Otak bayi baru lahir  mempunyai synaps yang lebih banyak dari dewasa oleh karena over produksi dari synaps (synaptogenesis).

“Bila bayi tidak mengalami stimulasi yang memadai, maka synaps tidak terpakai dan terjadi reduksi synaps. Hal ini dikenal dengan istilah proses blooming dan pruning,” kata Djais.

Jenis stimulasi yang dibutuhkan bayi untuk berkembang dengan optimal bervariasi waktunya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung

Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung

Video | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:20 WIB

Parfum Apa yang Cocok untuk Anak Sekolah dengan Aroma Ringan dan Segar? Ini 4 Rekomendasinya

Parfum Apa yang Cocok untuk Anak Sekolah dengan Aroma Ringan dan Segar? Ini 4 Rekomendasinya

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:55 WIB

Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris

Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:34 WIB

Liga Aspal dan Mimpi Anak-anak di Tengah Kota Jakarta

Liga Aspal dan Mimpi Anak-anak di Tengah Kota Jakarta

Foto | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:00 WIB

Kura-Kura Pakai Kostum Beruang? Ini Keseruan Buku Bob Shea

Kura-Kura Pakai Kostum Beruang? Ini Keseruan Buku Bob Shea

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:45 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:30 WIB

Gandeng Hengky Kurniawan, Run Like a Pro di Bandung Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda

Gandeng Hengky Kurniawan, Run Like a Pro di Bandung Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda

Sport | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:20 WIB

Hari Anak Nasional: Perjuangan Veronika Reni dan Dukungan PNM Mekaar Wujudkan Prestasi Sang Anak

Hari Anak Nasional: Perjuangan Veronika Reni dan Dukungan PNM Mekaar Wujudkan Prestasi Sang Anak

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:38 WIB

Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang

Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:00 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×