TANTRUM - Ekonomi digital Indinesia terus tumbuh dengan hadirnya berbagai layanan aplikasi yang memudahkan masyarakat melakukan transaksi. Teranyar, aplikasi Tokobay diluncurkan.
"Kehadiran Tokobay diharapkan dapat memberikan ruang bagi para pelaku usaha terutama yang baru memulai bisnis dari nol," ujar CEO Tokobay, Fenny Herianto dalam keteranganya, Jumat, 10 Juni 2022.
Ia berharap, hadirnya aplikasi, tidak hanya sekedar menjalankan bisnis, namun juga mengembangkan bisnis tertama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner.
"Pengembangan platform ini bermula dari keresahaan para pendirinya soal perbedaan harga makanan pada platform pesan-antar dibandingkan membeli langsung ke restoran," katanya.
Ia memaparkan, platform pesan-antar makanan pada umumnya mengenakan biaya layanan pada pedagang makanan yang masuk ke lokapasar tersebut. Harga makanan yang masuk platform online biasanya naik antara 20 persen sampai 30 persen dibandingkan harga di restoran.
"Dari sisi penjual sendiri kenaikan harga ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap tingginya biaya jasa layanan platform pesan-antar, sebagai imbal dari kemudahan layanan yang mereka dapatkan," kata Fenny.
Dampaknya, kata ia, tidak hanya pedagang harus menaikkan harga jual, konsumen pun berpikir dua kali untuk membeli makanan lewat layanan pesan-antar karena merasa harga mahal.
Ia memaparkan, dengan misi membantu pelaku usaha kuliner, khususnya UMKM, mengembangkan bisnis mereka, Tokobay mengenakan biaya administrasi 2 persen untuk pedagang yang berstatus pedagang resmi atau official merchant.
Sementara pada toko reguler, mereka tidak mengenakan biaya. Bagi para pedagang yang ingin berjualan lewat Tokobay, platform memberikan syarat harus sudah memiliki lokasi berjualan yang tetap.
Selain itu, Tokobay menyediakan tiga jasa kurir pengantaran. Sementara untuk pembayaran, menyediakan non-tunai melalui dompet digital dan akun bank virtual (virtual account).