TANTRUM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengapresiasi komunitas masyarakat di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memanfaatkan air hujan untuk menunjang kebutuhan hidup dan upaya mitigasi bencana.
"Apabila terjadi bencana, yang paling sulit adalah kebutuhan pokok termasuk air," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam keteranganya, Rabu, 23 Juni 2022.
Ia menilai upaya tersebut, menjadi salah satu solusi memenuhi kebutuhan masyarakat. Air hujan sebetulnya bisa diolah kembali dengan teknologi sederhana sehingga dapat dirasakan manfaatnya.
Suharyanto mengatakan, pemanfaatan air hujan juga dapat memperkuat upaya pencegahan dalam menghadapi potensi bencana.
"Walaupun sudah memasuki pertengahan tahun dimana seharusnya sudah musim kemarau, namun masih sering terjadi hujan. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengurangi dampak di daerah rawan banjir dan sebagai cadangan kebutuhan bagi daerah rawan kekeringan," ujarnya.
Suharyanto menegaskan, BNPB mendukung dan meminta Sekolah Banyu Bening yang merupakan gerakan murni dari masyarakat, untuk tidak berhenti dalam mengedukasi serta menyebarkan manfaat baik serta air hujan dalam menopang kehidupan masyarakat.
"Jangan berhenti, jangan bosan, tetap bergerak maju untuk menyebarkan manfaat baik air hujan bagi kehidupan masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BNPB memberikan bantuan uang pembinaan senilai Rp 15 juta, bantuan protokol kesehatan berupa hand sanitizer 500 botol dan masker 1.000 lembar serta paket bantuan sembako kepada masyarakat dalam komunitas Banyu Bening.