Industri Petrokimia Butuh Pasokan Gas

Tantrum

Selasa, 05 Juli 2022 | 08:14 WIB
Industri Petrokimia Butuh Pasokan Gas
suara.com

TANTRUM - Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM berkomitmen untuk berkolaborasi mempercepat produksi barang-barang dari industri petrokimia nasional.

Industri petrokimia adalah industri strategis di sektor hulu karena menjadi modal dasar untuk pengembangan industri hilir, seperti plastik, serat kain, tekstil, kemasan, elektronika, otomotif, obat-obatan, dan industri-industri penting lainnya.

Sepanjang 2020 sampai 2030, pemerintah akan terus berupaya mengawal berbagai proyek pembangunan industri petrokimia besar dengan nilai investasi mencapai 31 miliar dolar AS.

Investasi itu untuk memperkuat komoditas sektor kimia hulu dan mampu melakukan substitusi produk petrokimia yang masih diimpor, seperti etilena; propilena; benzena, toluena, dan xilena; butadiena, polietilena, serta polipropilena.

Harga gas bumi yang dipatok pada angka 6 dolar AS per MMBTU merupakan salah satu cara pemerintah untuk mendorong perkembangan industri petrokimia di Indonesia.

"Industri petrochemical masih harus kita dorong. Kita lakukan percepatan-percepatan untuk memproduksi produk-produk atau barang-barang petrochemical," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Perindustrian mengungkapkan harga gas yang kompetitif untuk bahan baku industri berdampak baik terhadap daya saing dan pertumbuhan industri. 

"Apabila daya saing sudah semakin tumbuh, artinya pertumbuhan industri manufaktur Indonesia juga akan semakin baik," katanya.

Pemerintah, kata ia, mendorong kawasan industri agar segera bisa tersambung dengan pipa-pipa gas bumi agar industri petrokimia dapat tumbuh pesat. 

baca juga

"Keinginan kami adalah semua industri yang membutuhkan gas sebagai bahan baku itu bisa mendapatkan gas," ucap Agus.

Industri petrokimia punya ciri khas berupa padat modal, investasi besar, kebutuhan bahan baku yang spesifik, risiko tinggi pada sisi keselamatan, serta persaingan yang sangat ketat dari sisi bisnis.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menerangkan, industri petrokimia merupakan industri skala besar yang membutuhkan banyak bahan baku. Jaminan ketersediaan pasokan bahan baku dan nilai keekonomian harus menjadi daya tarik.

"Industri petrokimia sebelum terjadi krisis energi juga cukup tertekan karena ada banyak kompetisi. Indonesia ini adalah pasar, sehingga kita harus membuka peluang industri-industri besar lainnya untuk bisa masuk," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

China Gelontorkan 20 Miliar Renminbi di Indonesia

China Gelontorkan 20 Miliar Renminbi di Indonesia

Tantrum | Senin, 04 Juli 2022 | 15:13 WIB

Cuma 3.345 Pengecer Minyak Goreng Gunakan PeduliLindungi

Cuma 3.345 Pengecer Minyak Goreng Gunakan PeduliLindungi

Tantrum | Senin, 04 Juli 2022 | 08:04 WIB

Harga Minyak Curah Kembali Normal

Harga Minyak Curah Kembali Normal

Tantrum | Sabtu, 02 Juli 2022 | 16:23 WIB

Terkini

4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat

4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:05 WIB

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:03 WIB

Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health

Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:55 WIB

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:52 WIB

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty

Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:39 WIB

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:36 WIB

Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme

Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:35 WIB

Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu

Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:34 WIB

×