100 SD Negeri di Bandung masih Miliki Kuota PPDB

Tantrum

Jum'at, 15 Juli 2022 | 20:10 WIB
100 SD Negeri di Bandung masih Miliki Kuota PPDB
(Humas Bandung)

TANTRUM - Terdapat 100 SD Negeri di Bandung yang masih memiliki kuota untuk diisi oleh calon Peserta Didik pada PPDB Tahap 1 dan 2. Data tersebut dapat diakses melalui laman PPDB. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar.             

Meski dibuka secara online, pada hasil evaluasi pengumuman tahap 2 PPDB Kota Bandung, didapati bahwa orang tua peserta didik telah mendatangi SD Negeri maupun Swasta di Kota Bandung untuk melanjutkan pendidikannya sejak senin 11 Juli 2022 lalu. 

Jaminan tidak ada pungutan maupun sumbangan saat pendaftaran, membuat orang tua proaktif dalam menindaklanjuti pengumuman PPDB Tahap 2 yang telah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui Website ppdb.bandung.go.id.        

Sehingga sebagian besar orang tua Calon Peserta Didik telah secara langsung mendatangi SD di Kota Bandung yang kuotanya masih belum terisi. 

“Atas dasar pertimbangan jarak dan jalur tempuh, kami pantau orang tua telah secara langsung mendatangi SD-SD yang kuotanya masih belum terisi sejak senin kemarin. Mereka lebih condong untuk memilih sekolah pilihannya dibandingkan melalui proses penyaluran oleh sistem online. Penyaluran dilakukan berdasarkan radius terdekat," jelas Hikmat.

"Untuk mengisi kuota yang masih belum terisi pun penetapannya oleh Kepala Sekolah melalui rapat dewan guru, jadi orang tua tentu akan menadaptkan hasil penerimaan yang lebih cepat,” imbuhnya.

Berbeda halnya dengan tingkat SMP, hasil Seleksi PPDB Kota Bandung Tahap 2, tidak menyisakan satupun kuota Peserta Didik di SMPN. 

Sehingga orang tua mulai mendaftar ke SMP swasta, MTs maupun satuan Pendidikan non formal sederajat.

“Kami terus pantau untuk keberlanjutan Pendidikan Anak usia sekolah di Kota Bandung, pendataan kami lakukan melalui Sistem Manajemen Pendidikan dan juga rencananya akan dibantu dengan cara survei melalui wali kelas,” ucapnya.

baca juga

Terkait dengan masih adanya SD Negeri di Kota Bandung yang minim pendaftar, secara sederhana Hikmat menjelaskan, hal tersebut terjadi karena dampak pergeseran demografis penduduk Kota Bandung. 

Seperti yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik, berdasarkan hasil survei tahun 2020 menyatakan bahwa proporsi penduduk usia muda (0-14 tahun) mengalami penurunan karena adanya penurunan angka kelahiran. 

Hasil survei mengatakan, jumlah anak yang lahir mulai tahun 2013 (usia 0-7 tahun) jumlahnya hanya 10,88% dari total Penduduk Indonesia.

“Tahun 1971 penduduk usia muda (0-14 tahun) mencapai 44,12% sedangkan tahun 2020 angkanya turun hingga 23,33%. Dari survei tersebut berdasarkan analisis sederhana kami, dapat disampaikan bahwa kekosongan satuan Pendidikan ini dikarenakan berkurangnya anak usia 7 tahun yang melanjutkan Pendidikan di tingkat SD,” papar hikmat

Sama halnya dengan Kota/Kabupaten lainnya, sebagian besar SD di Kota Bandung, merupakan warisan kebijakan pembangunan SD Inpress pada tahun 1973-1978. 

Saat itu dilakukan pembangunan SD secara nasional hingga mencapai 150 ribu SD untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan bagi penduduk usia muda.

Selain banyaknya jumlah sekolah, lokasi sekolah pun menjadi salah satu faktor yang menjadi pertimbangan Orang tua dalam memilih Satuan Pendidikan. 

"Hasil evaluasi kami ada beberapa SD di daerah tertentu yang mengalami kekurangan peserta didik selama 3 tahun terkahir. Namun demikian, kami akan kaji lebih dalam sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Kota dalam upaya meningkatkan akses layanan Pendidikan," tutur Hikmat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asal-usul Nama Daerah di Bandung Berawalan Ci

Asal-usul Nama Daerah di Bandung Berawalan Ci

Tantrum | Jum'at, 15 Juli 2022 | 19:01 WIB

Pahami Gerakan Generasi Berencana Bandung, Salah Satunya Menjauhi Pernikahan Dini

Pahami Gerakan Generasi Berencana Bandung, Salah Satunya Menjauhi Pernikahan Dini

Tantrum | Jum'at, 15 Juli 2022 | 18:01 WIB

Viral Pasangan Pulang Kampung dari Bandung ke Aceh Naik Motor, Barang Bawaan Bikin Melongo

Viral Pasangan Pulang Kampung dari Bandung ke Aceh Naik Motor, Barang Bawaan Bikin Melongo

Lifestyle | Jum'at, 15 Juli 2022 | 14:29 WIB

Air Situ Ciburuy Jadi Hitam Pekat dan Bau, DLH Bandung Barat Bakal Lakukan Ini

Air Situ Ciburuy Jadi Hitam Pekat dan Bau, DLH Bandung Barat Bakal Lakukan Ini

Jabar | Jum'at, 15 Juli 2022 | 14:10 WIB

Terkini

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish

3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish

Entertainment | Senin, 20 Juli 2026 | 21:11 WIB

Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas

Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:07 WIB

Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta

Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:07 WIB

Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Jabar | Senin, 20 Juli 2026 | 21:03 WIB

Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri

Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri

Bogor | Senin, 20 Juli 2026 | 20:55 WIB

×