Akhirnya beliau memilih tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW, selain karena jelasnya waktu tersebut, hijrah juga dianggap menjadi pembeda antara yang haqq dan yang bathil ketika itu.
Dan menjadi tonggak awal kejayaan umat Islam setelah sebelumnya hanya berdakwah secara sembunyi - sembunyi. Karena itulah kalender ini dinamakan kalender Hijriyah.
Setelah bersepakat bahwa awal tahun itu terhitung sejak tahun Nabi Muhammad SAW hijrah, perdebatan kembali memanas tentang bulan apakah yang menjadi awal bulan hijriyah.
Dalam buku Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi tulisan Ahmad Zarkasih menjelaskan bahwa ada pihak yang menawarkan bulan Rabiul Awwal sebagai bulan pertama tahun Hijriyah.
Karena bulan Rabiul Awwal ialah bulan Hijrahnya Rasul. Akan tetapi Umar bin Khatab justru memilih bulan Muharram untuk jadi bulan pertama pada susunan tahun Hijriyah.
Selain itu Utsman bin Affan memilih Muharram dengan alasan bahwa hijrah walaupun terjadi di bulan Rabiul Awwal, akan tetapi muqadimah (permulaan) hijrah terjadi sejak di bulan Muharram.
Beliau mengatakan bahwa wacana hijrah itu muncul setelah beberapa sahabat membaiat Nabi, dan Baiat itu terjadi di penghujung bulan Zulhijjah. Semangat baiat itulah yang mengantarkan kaum muslim untuk berhijrah.
Dan bulan yang muncul setelah Zulhijjah ialah bulan Muharram. Karena itu beliau memilih Muharram sebagai bulan pertama di tahun Hijriyah.
Source : republika.co.id
Baca Juga: Ardhito Trending di Twitter, Warganet Singgung soal Video Masturbasi