“Kami telah mengkaji ini (kasus pemalsuan AMDK galon isi ulang) sejak tahun lalu dan sudah menerbitkan rekomendasi pengawasan kepada pemerintah,” kata Ketua BPKN, Rizal Halim.
Namun, pemegang kendali atas peredaran galon itu semestinya adalah produsen. Mereka semestinya bisa memastikan bahwa galon-galonnya kembali ke agen-agen dan toko-toko resmi, sehingga tidak disalahgunakan.
Persoalan lain, yang tak kalah penting, adalah bagaimana produsen memastikan tutup dan segel galonnya tidak bebas diperjualbelikan, seperti yang terjadi dalam kasus di Cilegon. Apakah ini melibatkan orang dalam? Begitu pertanyaan yang muncul.
“Kalau memang melibatkan orang dalam,” kata Tubagus, “produsen harus melaporkannya ke Kepolisian karena ini sudah mencederai hak konsumen.”
Tubagus mengatakan produsen mesti menetapkan distributor dan agennya yang resmi. Sebab, mendapatkan informasi yang benar dan transparan merupakan hak konsumen.
“Konsumen harus tahu ke mana mereka membeli dan ke mana harus mengajukan aduan jika ada komplain,” katanya.
Sayangnya di tengah kepedulian warganet di media sosial mempersoalkan kewajiban produsen, masih ada sejumlah akun yang malah menyalahkan konsumen. Mereka, misalnya, mengatakan, “Makanya sebelum beli itu, cek dulu keasliannya.”
Lalu ada lagi yang mengatakan, “100 persen pabrik gak bisa ngawasin semua produknya 24 jam, jadi harus kita yang hati-hati dan teliti.” Pada intinya, mereka ingin mengatakan konsumen seharusnya teliti sebelum membeli karena produsen sudah membantu dengan menjelaskan bagaimana cara mengidentifikasi produk palsu.
Persoalannya, untuk mengetahui mana galon dengan isi asli atau galon dengan isi oplosan, konsumen diminta untuk memelototi tulisan supermini kode produksi pada tutup dan kemudian mencocokkannya dengan tulisan supermini kode produksi pada badan galonnya. Seberapa sempat konsumen mengecek dan mencocokkan itu ketika membeli galon isi ulang? Lagipula, apakah tulisannya cukup besar dan cukup terlihat untuk dicek dan dicocokkan satu sama lain?
Penjelasan produsen Aqua bahwa desain khas pada tutup dan segel galonnya bisa dijadikan alat untuk mengindentifikasi produk palsu juga tak cukup ampuh. Sebab, kita tahu dari keterangan polisi, tutup dan segel itu ternyata diperjualbelikan dan kemudian berakhir pada galon isi ulang oplosan.
Jadi, penjelasan produsen Aqua memang penting sebagai bagian dari edukasi konsumen. Tapi, penting juga bagi produsen untuk mengedukasi distributor, agen, dan penjual di mata rantai pasokan paling bawah. Sayangnya, menurut survei YLKI, 83 persen distributor, agen, dan penjual mengaku tidak pernah mendapatkan edukasi dari produsen AMDK.