Lavita Jadi Lususan Pertama Magister Teknologi Nano ITB, Ilmu Apa Ini?

Tantrum | Suara.com

Minggu, 31 Juli 2022 | 13:01 WIB
Lavita Jadi Lususan Pertama Magister Teknologi Nano ITB, Ilmu Apa Ini?
Lavita Nuraviana Rizalputri lulusan Program Studi Magister Teknologi Nano ITB. ((ITB))

TANTRUM - Lavita Nuraviana Rizalputri menjadi orang pertama yang lulus dari Program Studi Magister Teknologi Nano ITB, bahkan dengan predikat cum laude. Apa yang dimaksud teknologi nano, karena ilmu ini terdengar baru? Dari Lavitia, kita tahu bahwa teknologi nano merupakan ilmu yang fokusnya ke bidang riset

Lavita mendalami pendidikan S2 di tahun 2020 dalam kondisi pandemi yang serba daring dan penuh keterbatasan tidak menghalangi asanya untuk melakukan penelitian dan menyelesaikan studinya.

“Pas pertama masuk udah full online (kegiatan belajarnya), ke laboratorium juga ga bisa, sedangkan Teknologi Nano ini fokusnya ke riset. Jadi harus menyesuaikan kondisi saat itu. Untungnya setelah satu semester ada kebijakan diperbolehkan masuk lab untuk pengerjaan tesis, jadi untuk penelitian bisa balik normal lagi meskipun kelas tetap online,” cerita Lavita, tentang kesulitan yang dihadapi selama menempuh pendidikan, dikutip dari laman ITB, Minggu (31/7/2022).

Lavita menjalani prosesi Wisuda Ketiga ITB Tahun Akademik 2021/2022 yang digelar pada Sabtu (23/07/2022) lalu. Dalam prosesi wisuda, Lavita Nur’aviana Rizalputri terpilih untuk mewakili 2.049 wisudawan lainnya dalam menyampaikan kata-kata perpisahan serta memimpin Salam Ganesa pada acara Sidang Terbuka tersebut.

Lavita mulai mengenal dunia nano material saat terlibat dalam riset bersama dosen ITB selama enam bulan pasca kelulusannya dari Program Studi Sarjana Teknik Biomedis ITB. Di sana, ia bekerja sama dengan berbagai program studi, profesi, universitas, bahkan industri sehingga kesadaran akan pentingnya kolaborasi multidisiplin pun muncul. Bersamaan dengan itu, ITB membuka Program Studi Magister Teknologi Nano untuk pertama kalinya di tahun 2020 yang mengusung konsep kolaborasi.

“Prodi ini berada langsung di bawah Sekolah Pascasarjana, gak di bawah Fakultas/Sekolah tertentu karena dosen-dosennya sendiri berasal dari berbagai fakultas. Di sini kita boleh riset apapun. Selain itu, konsep kolaborasi juga ditekankan banget. Jadi aku tertarik banget karena menurutku prodi di Indonesia kebanyakan risetnya selinear dengan bidangnya, sementara di prodi ini kita bisa riset ke berbagai bidang keilmuan,” jelasnya.

Dalam tesisnya, Lavita mencoba mengembangkan kinerja sebuah sensor bernama screen printed carbon electrode untuk mendeteksi dopamin di dalam tubuh tanpa menyakiti tubuh. Ia menggunakan emas berukuran nano sebagai material yang bisa meningkatkan performa sensor tersebut. Hasil penelitian ini tentu sangat bermanfaat mengingat dopamin bisa mengindikasi banyak penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson, sementara cara yang selama ini dilakukan untuk memeriksanya dapat dibilang menyakitkan bagi tubuh.

Setelah menyandang gelar baru, perempuan asal Bandung ini berencana kembali melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi karena ingin memperdalam pengetahuan yang telah ia dapat sebelumnya dan kesukaannya terhadap riset. Ia pun masih terbuka akan opsi-opsi yang ada apakah akan melanjutkan pendidikan di dalam atau luar negeri.

Pada sesi wawancara dengan Tim Reporter ITB, Lavita juga memberikan beberapa tips bagi teman-teman mahasiswa yang saat ini masih berjuang untuk menyelesaikan pendidikannya di ITB. 

“Dalam kondisi apapun (baik pembelajaran online maupun offline), kita lihat dari sisi baiknya aja biar kita bisa memanfaatkan situasi yang ada dan cari cara bagaimana kita bisa nyaman dalam belajar. Misalnya pas online ketika dosen menjelaskan dan ada hal yang kita gak paham, kita bisa langsung searching untuk bisa dibaca setelah selesai kelas. Jangan lupa juga untuk reach teman-teman seperjuangan kita, jadi bisa bertanya kalau ada yang kurang ngerti.”

Ia pun memberikan pesan kepada para wisudawan maupun mahasiswa ITB untuk lebih terbuka dalam melihat peluang-peluang yang ada di sekitar kita. Peluang tersebut salah satunya dapat hadir dalam bentuk kerja sama dan kolaborasi. Menurutnya, bekerja sama dengan orang lain membuat kita mendapatkan banyak pembelajaran. Karena itu, sebaiknya kita tidak menutup diri dari kerja sama serta menurunkan arogansi kita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Festival Mahakarya Vokasi Hadirkan Kolaborasi Teknologi

Festival Mahakarya Vokasi Hadirkan Kolaborasi Teknologi

| Sabtu, 30 Juli 2022 | 00:02 WIB

Indonesia Peringatkan Soal Teknologi Nuklir di Kapal Selam

Indonesia Peringatkan Soal Teknologi Nuklir di Kapal Selam

News | Jum'at, 29 Juli 2022 | 14:47 WIB

Bus Listrik MAB Dibekali Teknologi IoT

Bus Listrik MAB Dibekali Teknologi IoT

Otomotif | Rabu, 27 Juli 2022 | 17:41 WIB

Perusahaan Teknologi Keuangan Flip Masuk 10 Inovasi Bagian Kehidupan Harian versi Google Play

Perusahaan Teknologi Keuangan Flip Masuk 10 Inovasi Bagian Kehidupan Harian versi Google Play

| Rabu, 27 Juli 2022 | 12:10 WIB

Terkini

4 Motor Baru Lenyap di Diler Honda Tanjung Bintang, Polisi Buru Pelaku Lewat Jejak Digital

4 Motor Baru Lenyap di Diler Honda Tanjung Bintang, Polisi Buru Pelaku Lewat Jejak Digital

Lampung | Selasa, 28 April 2026 | 14:25 WIB

Terseret KRL hingga Masuk Got, 15 Insiden Biang Kerok VinFast dan Green SM Dicap Taksi Anomali

Terseret KRL hingga Masuk Got, 15 Insiden Biang Kerok VinFast dan Green SM Dicap Taksi Anomali

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 14:24 WIB

Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi

Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi

Banten | Selasa, 28 April 2026 | 14:24 WIB

Aksi Sopir Taksi Hijau Merokok Usai Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Picu Kemarahan Netizen

Aksi Sopir Taksi Hijau Merokok Usai Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Picu Kemarahan Netizen

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 14:22 WIB

Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?

Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:22 WIB

Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi

Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:20 WIB

Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan

Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:18 WIB

4 Mobil Listrik Harga Mirip VinFast VF e34, Jarang Trobel di Jalan

4 Mobil Listrik Harga Mirip VinFast VF e34, Jarang Trobel di Jalan

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 14:16 WIB

Piala Thomas 2026: Laga Hidup Mati Indonesia vs Prancis, Wajib Menang Demi Juara Grup

Piala Thomas 2026: Laga Hidup Mati Indonesia vs Prancis, Wajib Menang Demi Juara Grup

Sport | Selasa, 28 April 2026 | 14:16 WIB

Meja FGD Membara Saat Eva Dwiana Skakmat BBWS dan Sentil Kampus Darmajaya Soal Banjir

Meja FGD Membara Saat Eva Dwiana Skakmat BBWS dan Sentil Kampus Darmajaya Soal Banjir

Lampung | Selasa, 28 April 2026 | 14:15 WIB