TANTRUM - Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 digelar di Gedung MPR/DPR/DPD RI di Jakarta, Selasa (16/7).
Ketua DPR Puan Maharani dalam pidatonya menyampaikan berbagai hal tentang Indonesia dan juga mengungkapkan kritiknya pada pemerintah.
Berikut pidato lengkap Puan Maharani:
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam Kebajikan.
Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikah rahmat, karunia, dan hidayah-Nya, sehingga pada hari ini kita dapat menghadiri Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.
Sebagai Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, tentu kita harus selalu bersyukur, karena Bangsa dan Negara kita tetap dapat Bersatu dalam menghadapi situasi yang sulit untuk menghadapi Pandemi Covid-19, Pemerintah Negara tetap dapat menjalankan tugasnya untuk melindungi segenap rakyat dan tumpah darah serta mensejahterakan rakyat.
Sejak kasus pertama kali Covid-19 di Indonesia diumumkan, yaitu pada tanggal 2 Maret 2020, hingga saat ini, kita telah berada selama 29 bulan dalam situasi Pandemi Covid-19. Dan kini kita mulai memasuki masa transisi dari pandemi menuju endemi, yang tetap perlu terus diwaspadai.
Selama masa Pandemi Covid-19 melanda negeri ini, kita melihat ideologi Pancasila telah bekerja dengan konkrit memandu bangsa Indonesia menciptakan gerakan gotong royong yang masif. Secara bergantian, dengan kesadarannya sendiri, warga masyarakat kita saling tolong-menolong. Dan gerakan itu terjadi hampir di seluruh penjuru negeri. Gotong royong dalam skala besar ini saya yakini menjadi salah satu kunci utama kekuatan pemulihan sosial dan ekonomi pasca-pandemi bangsa Indonesia.
Pada tahun 2020, ketika Pandemi Covid-19 mulai melanda dan mengancam kehidupan rakyat, Pemerintah telah diberikan ruang kewenangan yang cukup untuk mengambil tindakan cepat dan antisipatif demi keselamatan rakyat dan memastikan jalannya pemerintahan, melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang tentang Penanganan Pandemi Covid-19 diproses secara cepat dan cermat di DPR RI sehingga tidak terjadi kekosongan payung hukum untuk menangani pandemi yang melanda sebagian besar negara di dunia.
Baca Juga: Pidato Lengkap Ketua MPR Bambang Soesatyo yang Diakhiri Ojo Kesusu di Pemilu 2024
Alhamdulillah, berkat kerja bersama kita semua, gotong royong, Pandemi Covid-19 dapat ditangani dengan baik. Bahkan dalam rilis data Johns Hopkins University terkait penanganan Covid-19 pada tahun 2021, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara terbaik di dunia dalam menangani Pandemi Covid-19. Inilah hasil Kerja Bersama kita, gotong royong melawan Pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan yang mulia ini, mari kita berikan apresiasi secara khusus kepada seluruh anak bangsa yang telah berada di garis terdepan untuk membantu rakyat dalam menghadapi ancaman Pandemi Covid-19; terimakasih kepada tenaga kesehatan dan medis, terimakasih TNI, terimakasih POLRI, terimakasih Satgas Covid-19 di pusat dan daerah, serta terimakasih para relawan kemanusiaan.
Kemampuan kita dalam menghadapi Pandemi Covid-19, semakin membuktikan bahwa kekuatan gotong royong, kerja bersama, saling bantu binantu, hulupis kuntul baris, yang merupakan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila, merupakan kekuatan nasional kita yang paling utama dalam menjaga kehidupan dan penghidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita.
Meninggalkan Pancasila sama halnya mencabut jati diri bangsa dari akar terdalamnya dan mengkhianati amanat para Pandiri Bangsa. Mengganti Pancasila akan berdampak pada hilangnya karakter sebagai bangsa yang ramah, toleran, dan bergotong royong.
Saudara Presiden dan Saudara Wakil Presiden, Hadirin sidang yang terhormat, dan
Seluruh Rakyat Indonesia yang kami muliakan.
Esok, tanggal 17 Agustus 2022, adalah 77 tahun Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Semangat untuk merdeka, yang digelorakan 77 tahun yang lalu, adalah semangat untuk dapat menyusun bangsa dan nasib tanah air oleh Bangsa Indonesia sendiri, sehingga dapat mewujudkan kehidupan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.