TANTRUM - Harga tiket pesawat yang tinggi menjadi salah satu pendorong inflasi di Tanah Air. Tingginya harga juga dikeluhkan masyarakat.
Presiden Joko Widodo, mengungkapkan tingginya harga tiket pesawat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Presiden telah meminta Menteri Perhubungan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan agar biaya logistik maupun harga tiket untuk penumpang bisa menurun.
"Langkah ini termasuk juga upaya restrukturisasi Garuda Indonesia untuk menambah pesawat. Pemerintah telah melakukan restrukturisasi Garuda yang kini berada dalam proses dan diharapkan jumlah pesawat dari Garuda bisa meningkat," ujar Menko.
Selain itu, kata ia dari segi volatile food, harga pangan relatif terkendali. Saat ini, rata-rata harga beras saat ini masih kuat yakni sekitar Rp10 ribu per kilogram. Harga daging sapi pun sudah turun, begitu pula harga daging ayam, gula pasir, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah.
Bahkan, harga daging ayam saat ini tercatat justru terlalu rendah yakni di bawah Rp20 ribu per kilogram.
Meski begitu Menko Airlangga mengungkapkan, masih terdapat 30 provinsi dengan realisasi inflasi pada Juli 2022 yang di atas nasional yakni 4,94 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) antara lain Jambi sebesar 8,55 persen, Sumatera Barat, 8,01 persen, Bangka Belitung 7,7 persen, serta Riau dan Aceh.
"Hal ini menjadi perhatian para gubernur untuk ikut menjaga melalui Tim Pengendalian inflasi Daerah (TPID) agar melakukan upaya ekstra agar stabilisasi harga dapat dijaga. TPID harus membuat beberapa program pengendalian inflasi yang adaptif dan inovatif," jelasnya.