Waspada Tak Hanya Lewat Monyet, Monkeypox Ditularkan oleh Hewan Pengerat Lain

Tantrum

Minggu, 21 Agustus 2022 | 11:48 WIB
Waspada Tak Hanya Lewat Monyet, Monkeypox Ditularkan oleh Hewan Pengerat Lain
Monkey Pox atau Cacar Monyet (suara.com)

TANTRUM - Penyakit cacar monyet atau monkeypox disebutkan tidak hanya ditularkan oleh monyet. Namun bisa juga ditularkan oleh hewan pengerat lain di hutan, seperti salah satunya tikus.

Menurut Djatnika Setiabudi, dokter spesialis anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, meski mayoritas penyebarannya di hutan tetapi sebagian binatang pengerat yang juga medium penyebaran virus diburu oleh manusia.

Sehingga yang harus diantisipasi kata Djatnika, dugaan adanya kontak degan hewan tersebut. Besar kemungkinan paparan virus akan meluas jika tidak diwaspadai.

"Misalnya kena gigitan atau cakarannya. Atau ada orang - orang yang mungkin berburu dapat hewan tersebut, kemudian disembelih, dibakar, dimakan ramai - ramai tapi tidak masak, tidak matang. Nah itu, sementara si binatang itu ada virus ini. Nah itu sangat potensial untuk menularkan," kata Djatnika, ditulis Minggu, 21 Agustus 2022.

Namun Djatnika meminta kepada masyarakat agar tidak berkesimpulan, seluruh hewan pengerat yang berasal dari hutan dipastikan terjangkit monkeypox. Karena selama tidak terjangkit virus tersebut, maka hewan pengerat dari hutan itu dianggap aman.

Seperti hewan yang berada di kebun binatang ujar Djatnika, jika tidak ada dugaan penyebaran virus maka tidak akan bermasalah.

Belum lagi dengan pemeriksaan kesehatan hewan oleh dokter di kebun binatang secara berkala telah dilakukan.

"Dokter hewan juga secar rutin memeriksa hewan - hewannya. Kemudian juga petugas, saya yakin juga kesehatannya sangat dijaga mungkin juga nutrisi, makanan dan tentu saja nanti kalau ada satu hewan yang dicurigai, apalagi sekarang heboh ini barangkali dokter hewan disana juga akan melakukan tindakan pencegahan khsusunya ke manusia," ujar Djatnika.

Sementara untuk hewan yang sudah biasa dipelihara di rumah atau diluar kebun binatang sebut Djatnika, kemungkinan besar tidak akan terjangkit virus monkeypox. Sehingga aman untuk dilakukan kontak dengan manusia.

baca juga

Syarat terjangkitnya monkeypox adalah adanya hewan yang positif terjangkit virus, melakukan kontak langsung dengan hewan positif bervirus, memakan dagingnya dengan diolah tidak maksimal serta terkena cairan infeksi atau ludah hewan dengan jarak satu meter dari hewan tersebut.

Monkeypox pertama kali terlihat di monyet laboratorium pada 1958, karena itu dinamakan monkeypox. Dan monyet termasuk di antara sejumlah spesies - termasuk manusia, anjing padang rumput, tikus, dan tupai - yang dapat terinfeksi virus ini.

Namun, mereka tidak dianggap sebagai reservoir, sumber alami virus. Para ilmuwan masih berusaha mengidentifikasi reservoir monkeypox dan mengapa penyakit yang jarang terlihat selama beberapa dekade ini tampaknya menjadi lebih umum.

Sebelumnya organisasi kesehatan dunia, WHO, telah mengganti nama penyakit cacar monyet alias monkeypox menjadi clades virus. Itu dilakukan karena maraknya pembataian hewan monyet.

Sampai saat ini dikabarkan di Jawa Barat, belum ditemukan adanya kasus penyebaran penyakit monkeypox alias clades virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HUT AJI Bandung: Jurnalis, Mahasiswa, dan Warga Sipil di Menolak RKUHP

HUT AJI Bandung: Jurnalis, Mahasiswa, dan Warga Sipil di Menolak RKUHP

Tantrum | Minggu, 21 Agustus 2022 | 14:04 WIB

Cacar Monyet Terkonfirmasi di Indonesia, IDI Intensifkan Koordinasi Lintas Daerah

Cacar Monyet Terkonfirmasi di Indonesia, IDI Intensifkan Koordinasi Lintas Daerah

Tantrum | Minggu, 21 Agustus 2022 | 11:23 WIB

7 Tempat Wisata di Bandung yang Viral di TikTok, Jadi Rekomendasi!

7 Tempat Wisata di Bandung yang Viral di TikTok, Jadi Rekomendasi!

Lifestyle | Minggu, 21 Agustus 2022 | 10:44 WIB

Tangkal Gejala Awal Cacar Monyet, Konsumsi Makanan Bergizi agar Daya Tahan Tubuh Meningkat

Tangkal Gejala Awal Cacar Monyet, Konsumsi Makanan Bergizi agar Daya Tahan Tubuh Meningkat

Tantrum | Minggu, 21 Agustus 2022 | 10:07 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×