Selain itu, kandungan ECGC dan kafein membantu membakar lemak sekaligus kalori yang lebih besar.
Meski begitu, penurunan badan yang dialami ini relatif kecil dan tidak drastis.
3. Memberikan sensasi menenangkan
Mengutip studi terbitan Journal of Food and Drug Analysis (2021), teh mengandung senyawa l-theanine.
Senyawa ini membantu mengatur zat kimia di otak bernama serotonin dan dopamin sehingga memberikan sensasi lebih tenang.
Selain itu, l-theanine memicu aktivitas gelombang otak yang membuat Anda lebih rileks, tetapi tetap terjaga.
Tak heran bila manfaat minum teh tawar hangat bisa memberikan efek tenang.
4. Meningkatkan fokus
Kandungan kafein dan epigallocatechin gallate (EGCG) membantu menjaga kemampuan Anda untuk fokus berkativitas.
Kafein pun membantu meningkatkan senyawa otak yang membuat Anda terus terjaga dan meningkatkan konsentrasi.
Sementara itu, kandungan l-theanine memiliki sifat menenangkan sehingga meningkatkan kemampuan Anda mempelajari sesuatu.
5. Mengendalikan gula darah
Manfaat minum teh tawar ini berasal dari kandungan EGCG.
Dikutip dari tinjauan terbitan Antioxidants (2019), EGCG membantu melindungi sel pankreas dari peradangan dan radikal bebas.
Pankreas merupakan organ penghasil hormon insulin yang mengendalikan kadar gula darah.
Selain itu, EGCG membantu meningkatkan kadar insulin dalam darah. Senyawa gallic acid pada teh membantu juga membantu menyerap gula dari dalam darah menuju otot.
6. Menjaga kesehatan jantung
Manfaat minum teh tawar juga baik untuk mengurangi risiko penyakit jantung. EGCG pada teh membantu menurunkan kadar kolesterol jahat yang bisa menyumbat pembuluh darah.
Selain itu, senyawa flavonoid pada teh meningkatkan senyawa nitric oxide yang bisa menurunkan tekanan darah.
Penyumbatan pembuluh darah dan hipertensi bisa memicu berbagai jenis penyakit jantung, seperti stroke, gagal jantung, hingga serangan jantung.
7. Melindungi fungsi otak
Manfaat minum teh tawar berpotensi mengurangi risiko pikun, Alzheimer, dan gangguan fungsi kecerdasan.
Pasalnya, senyawa flavonoid bersifat antioksidan yang mengurangi radikal bebas di otak. Radikal bebas ini bisa memicu alzheimer dan pikun.
Flavonoid juga membantu peradangan di otak. ECGC juga menghambat senyawa yang menjadi penanda adanya Alzheimer.
Karena membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah, teh juga melancarkan aliran darah menuju otak sehingga menurunkan risiko stroke.
Ternyata, stroke pun bisa merusak fungsi otak dan memicu pikun.