TANTRUM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan vaksin Bavarian Nordic (MVA-BN) untuk cacar monyet di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satgas Monkeypox PB IDI dr. Hanny Nilasari, SpKK.
"Vaksin yang kami rekomendasikan MVA-BN. Dengan mempertimbangan efikasi dan keamanannya," ujarnya dalam webinar PB IDI Update on Monkeypox secara online, Kamis (22/9/2022).
Dalam penjelasannya, vaksin tersebut sudah melewati uji klinis dan telah banyak digunakan secara luas. Sehingga cukup recommend untuk digunakan Indonesia.
"Pada kasus negara-negara endemik vaksin ini sudah digunakan, karena banyak laporan di negara non-endemik makanya dipakai di negara kita,” ujarnya.
Kelebihan dari vaksin ini, dikatakan juga bisa digunakan bagi mereka yang memiliki masalah sistem imun atau immunocompromised, wanita hamil, dan juga anak-anak.
Lebih lanjut, dr Hanny menegaskan bahwa vaksin tidak menyembuhkan 100 persen, tetapi meminimalkan komplikasi dan perburukan pada pasien cacar monyet. Hal ini masuk dalam rekomendasi lanjutan Satgas Monkeypox PB IDI.
Sekadar informasi, pemberian vaksin ataupun obat cacar monyet, Hanny menerangkan tidak untuk semua orang atau umum.
Melainkan dikhususkan bagi ketiga kelompok yang sudah diprioritaskan seperti tenaga kesehatan (nakes), kontak erat dengan pasien dan kelompok -kelompok paling berisiko.
"Pemberian vaksin tidak kepada seluruh masyarakat tapi indikasi terbatas, artinya pasien kontak erat, nakes dan populasi risti (berisiko tinggi), misalnya untuk kasus yang di-tracing dan follow up tepat ke anggota keluarga," tutur dr Hanny.
Baca Juga: Hati-hati Nama Anda Dicatut Partai Politik