Begini Detail Eksekusi Terhadap Brigadir J

Tantrum

Senin, 17 Oktober 2022 | 09:04 WIB
Begini Detail Eksekusi Terhadap Brigadir J
Hasil tes kebohongan Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang menggunakan alat lie detector hingga kini belum diungkap Polri ke publik. [Suara.com - Alfian Winnato]

Ricky dan Yosua kemudian masuk ke dalam rumah sekitar pukul 17.12 WIB atas perintah Sambo. Menurut kesaksian Ricky, Yosua tampak tak terlihat curiga akan dihabisi saat itu. 

Kuat ikut masuk ke dalam rumah. Dia juga disebut bersiap untuk ikut menghabisi Yosua dengan membawa pisau di dalam tas selempangnya. 

"Untuk berjaga-jaga apabila terjadi perlawanan dari korban Nofriansyah Yosua Hutabarat," tulis jaksa dalam dakwaan. 

Eksekusi dimulai

Sambo, Ricky, Richard dan Kuat pun bertemu di ruang tengah dekat meja makan. Ferdy Sambo langsung berhadapan dengan Yosua dan memegang leher bagian belakangnya. 

Sambil mendorong Yosua ke depan tangga, Sambo memerintahkan ajudannya tersebut untuk jongkok. Richard berada di kanan Sambo sementara Kuat berada di belakangnya bersama Ricky. Putri disebut berada di dalam kamarnya yang berjarak hanya sekitar tiga meter dari posisi Yosua. 

"Jongkok kamu," kata Sambo kepada Yosua.

Tak mengerti apa yang terjadi, Yosua justru mengangkat tangannya ke depan sambil sedikit mundur. "Ada apa ini," kata Yosua. 

Tanpa banyak bicara, Sambo lantas memerintahkan Richard untuk melepaskan tembakan. "Woy...!kau tembak...!kau tembak cepaaat!! Cepat woy kau tembak!!!" kata Sambo. 

baca juga

Bharada E lantas melepaskan tiga atau empat tembakan ke tubuh Yosua hingga dia terkapar. 

"Penembakan tersebut menimbulkan luka tembak masuk pada sisi dada sisi kanan masuk ke dalam rongga dada hingga menembus paru dan bersarang apda oto sela iga kedelapan kanan bagian belakang yang menimbulkan sayatan pada punggung," tulis jaksa mengutip laporan visum Yosua.

"Luka tembak masuk pada bahu kanan menyebabkan luka tembak keluar pada lengan atas kanan, luka tembak masuk pada bibir sisi kiri menyebabkan patahnya tulang rahang bawah dan menembus hingga ke leher sisi kanan, luka tembak masuk pada lengan bawah kiri bagian belakang telah menembus ke pergelangan tangan kiri dan menyebabkan kerusakan pada jari manis dan jari kelingking tangan kiri," lanjut penjelasan jaksa dalam dakwaan.

Menurut dakwaan jaksa, Yosua belum meninggal setelah menerima tembakan dari Richard itu. Dia masih bergerak-gerak kesakitan dalam posisi tertelungkup. 

Kematian Yosua dipastikan setelah Ferdy Sambo yang memakai sarung tangan hitam mengambil senjata Richard dan melepaskan tembakan ke arah belakang kepala sebelah kiri Yosua. 

"Tembakan tersebut menembus kepala bagian belakang sisi kiri korban Nofriansyah Yosua Hutabarat melalui hidung mengakibatkan adanya luka bakar pada cuping hidung sisi kanan luar, lintasan anak peluru telah mengakibatkan rusaknya tulang dasar tengkorak pada dua tempat yang mengakibatkan kerusakan tulang dasar rongga bola mata bagian kanan dan menimbulkan resapan darah pada kelopak bawah mata kanan yang lintasan anak peluru telah menimbulkan kerusakan pada batang otak," tulis jaksa mengutip hasil otopsi Yosua. 

Setelah itu, Sambo disebut melepaskan tembakan ke arah dinding di atas tangga dengan menggunakan pistol HS milik Yosua.

Sambo lantas meletakkan pistol tersebut di tangan kiri Yosua dan menembakkan pistol itu ke arah tembok di atas televisi. 

"Dengan tujuan seolah-olah telah terjadi tembak menembak antara Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan korban Nofriansyah Yosua Hutabarat," tulis jaksa. 

Cerita eksekusi tersebut sebelumnya sempat diungkapkan oleh Bharada E melalui pengacaranya, Deolipa Yumara, yang belakangan dicabut surat kuasanya. 

Deolipa menyatakan bahwa Richard mengaku menembak Yosua atas perintah Sambo. Richard juga menyatakan bahwa Sambo sempat ikut melepaskan tembakan ke arah kepala Yosua.

Pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis, juga sempat membantah tudingan bahwa kliennya ikut menembak Yosua. Dia menyatakan bahwa hal itu sudah tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan Sambo dan sejumlah tersangka lainnya. 

Polisi pun sempat melakukan tes kebohongan terhadap Richard, hasilnya dia dinyatakan jujur. Sementara untuk hasil lie detector Sambo tak dijelaskan hasilnya. 

PN Jakarta Selatan akan menggelar sidang perdana terhadap empat dari lima terdakwa kasus pembunuham Brigadir J hari ini.

Keempat terdakwa itu adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Sementara sidang untuk terdakwa Bharada E akan berlangsung pada Selasa, 18 Oktober 2022. 

source: Tempo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

11 Daerah di Jawa Barat Berpotensi Turun Hujan

11 Daerah di Jawa Barat Berpotensi Turun Hujan

Tantrum | Senin, 17 Oktober 2022 | 06:44 WIB

Hari Ini, Sambo Dkk Didakwa dan Dihadapkan Pada Pengadil

Hari Ini, Sambo Dkk Didakwa dan Dihadapkan Pada Pengadil

Tantrum | Senin, 17 Oktober 2022 | 06:36 WIB

Liverpool Tudukan City, Salah Cetak Gol Tunggal

Liverpool Tudukan City, Salah Cetak Gol Tunggal

Tantrum | Senin, 17 Oktober 2022 | 06:02 WIB

Terkini

Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King

Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King

Riau | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:36 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:20 WIB

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:12 WIB

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:05 WIB

Drama Inggris vs Norwegia: Gol Jude Bellingham Diprotes, FIFA Buka Suara!

Drama Inggris vs Norwegia: Gol Jude Bellingham Diprotes, FIFA Buka Suara!

Video | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:05 WIB

Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars

Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:52 WIB

Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih

Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih

Entertainment | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:44 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

×