5 Sesat Pikir tentang Kemasan Plastik Sekali dari Pakar Lingkungan AS

Tantrum | Suara.com

Minggu, 09 Juli 2023 | 22:09 WIB
5 Sesat Pikir tentang Kemasan Plastik Sekali dari Pakar Lingkungan AS
Sampah plastik mendominasi sungai ((Dok Sungai Watch))

TANTRUM - Seorang pakar lingkungan dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, Shelie Miller, membongkar beberapa kesalahpahaman umum tentang kemasan plastik sekali pakai dan menekankan pentingnya pendekatan Analisis Siklus Hidup (Life Cycle Assessment). Kekeliruan berpikir ini ditelaah dalam satu penelitian yang kemudian ditulis dalam artikelnya yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology.

Miller menyatakan bahwa dampak lingkungan yang signifikan bukan disebabkan oleh kemasan plastik itu sendiri, melainkan justru lebih banyak akibat produk yang terkandung di dalamnya.

“Konsumen cenderung berfokus pada dampak kemasan, daripada dampak produk itu sendiri,” kata Miller, yang juga seorang profesor di School for Environment and Sustainability. “Namun, konsumsi bijak yang bisa mengurangi kebutuhan akan produk dan menghilangkan pemborosan, sebenarnya jauh lebih efektif dalam mengurangi dampak lingkungan secara keseluruhan daripada mendaur ulang.”

“Sayangnya, lebih mudah bagi konsumen untuk mendaur ulang kemasan suatu produk, daripada secara sukarela mengurangi permintaan mereka akan produk tersebut, yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa upaya daur ulang sangat popular,” kata Miller.

Melalui penelitiannya, Miller menemukan bahwa dampak lingkungan dari kemasan plastik relatif minimal dibandingkan dengan bahan kemasan sekali pakai lainnya, seperti kaca atau logam. Dia juga mencatat bahwa daur ulang kemasan hanya memberikan manfaat lingkungan terbatas, terutama bila dibandingkan dengan upaya secara keseluruhan dalam mengurangi konsumsi.

Untuk mengukur dampak lingkungan secara komprehensif, Miller dan tim penelitinya menggunakan alat yang disebut Penilaian Siklus Hidup (Life Cycle Assessment—LCA). LCA mencakup beragam kategori dampak, seperti perubahan iklim, penggunaan energi, penipisan air dan sumber daya, hilangnya keanekaragaman hayati, timbulan limbah padat, dan toksisitas terhadap manusia serta lingkungan.

Miller menantang keyakinan umum bahwa menghilangkan plastik sekali pakai adalah kunci untuk meminimalkan dampak lingkungan. Sebaliknya, dia menyarankan bahwa mengurangi konsumsi bahan dan menggunakan ulang produk (yang bebas racun kimia) sebelum didaur ulang adalah langkah-langkah yang lebih efektif dalam mengurangi kerusakan lingkungan secara keseluruhan.

Lima sesat pikir yang disanggah oleh Miller dalam publikasi hasil risetnya yang berjudul “Five misperceptions surrounding the environmental impacts of single-use plastic” adalah: 

Pertama: Kemasan plastik dituding sebagai kontributor terbesar terhadapa kerusakan lingkungan. Hasil Penilaian  Siklus Hidup (Life Cycle Assessment/LCA): Produk di dalam kemasan lebih bertanggung jawab untuk dampak lingkungan daripada kemasan itu sendiri. 

Kedua: Plastik memiliki dampak lingkungan lebih besar daripada semua bahan kemasan. Hasil LCA: Plastik adalah 1 dari 10 bahan kemasan yang dampak lingkungannya lebih sedikit daripada bahan kemasan pada umumnya.

Ketiga:  Produk yang dapat digunakan kembali memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, hanya jika digunakan kembali dalam jumlah yang cukup untuk mengimbangi intensitas material yang lebih besar.

Keempat: Daur ulang dan pengomposan harus menjadi prioritas tertinggi. Hasil LCA: Manfaat lingkungan dari daur ulang dan pengomposan cenderung lebih kecil, utamanya dibandingkan upaya pengurangan konsumsi secara keseluruhan.

Kelima: Upaya “Zero Waste” yang melarang plastik sekali pakai bisa meminimalkan dampak lingkungan. Hasil LCA: Inisiatif  “Zero Waste:  bisa menghasilkan konsekuensi yang tidak diinginkan jika tidak dirancang secara holistik untuk benar-benar mengurangi dampak lingkungan.

Miller menekankan pentingnya melihat masalah plastik sekali pakai dalam konteks Analisis Siklus Hidup. Mengevaluasi seluruh siklus hidup produk, mulai dari ekstraksi sumber daya hingga pembuangan atau penggunaan ulang, sangat penting untuk memahami dampak lingkungan secara komprehensif. 

Miller sepakat bahwa tantangan lingkungan terkait dengan plastik dan limbah plastik tidak boleh diabaikan, namun menurut dia perlu ada pemahaman yang lebih luas tentang dampak lingkungan. Menurutnya, pemahaman yang lebih tepat dapat membantu mencapai solusi yang lebih efektif dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pandawara Group Sebut Pantai Bandar Lampung Terkotor Nomor 2, Ini Respons Pemkot

Pandawara Group Sebut Pantai Bandar Lampung Terkotor Nomor 2, Ini Respons Pemkot

Lampung | Minggu, 09 Juli 2023 | 16:03 WIB

Kembangkan Ekosistem Ramah Lingkungan, Bupati Kediri Jalin MoU dengan PT Sumitomo Indonesia

Kembangkan Ekosistem Ramah Lingkungan, Bupati Kediri Jalin MoU dengan PT Sumitomo Indonesia

Jakarta | Minggu, 09 Juli 2023 | 13:00 WIB

Terkini

Gaya Casual ke Formal Look, 4 Ide Outfit ala Shin Hae Sun yang Super Chic!

Gaya Casual ke Formal Look, 4 Ide Outfit ala Shin Hae Sun yang Super Chic!

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 18:50 WIB

Detik-Detik Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Hancur di Kalimantan Barat

Detik-Detik Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Hancur di Kalimantan Barat

Kalbar | Kamis, 16 April 2026 | 18:42 WIB

Sicario: Day of the Soldado, Perang Kartel yang Tanpa Ampun, Malam Ini di Trans TV

Sicario: Day of the Soldado, Perang Kartel yang Tanpa Ampun, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Kamis, 16 April 2026 | 18:40 WIB

Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tunda Redistribusi BPJS 49 Ribu Warga

Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tunda Redistribusi BPJS 49 Ribu Warga

Kaltim | Kamis, 16 April 2026 | 18:36 WIB

Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir

Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:35 WIB

Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka

Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka

Lampung | Kamis, 16 April 2026 | 18:35 WIB

Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran

Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran

Foto | Kamis, 16 April 2026 | 18:32 WIB

Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno

Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:31 WIB

BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil

BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:30 WIB

Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS

Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:30 WIB