TANTRUM - Bendungan Sepaku Semoi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tengah dibangun. Saat ini realisasi pembangunan fisik Bendungan Sepaku Semoi mencapai 92,96 persen, dengan realisasi keuangan 90,39 persen.
Bendungan Sepaku Semoi ditargetkan memasuki tahap pengisian air perdana atau impounding akhir Agustus 2023. Bendungan Sepaku Semoi dibangun untuk mendukung penyediaan air baku dan pengendalian banjir di kawasan IKN Nusantara.
Bendungan Sepaku Semoi dapat menyuplai kebutuhan air baku sebesar 2.500 liter/detik, sebanyak 2000 liter/detik untuk IKN Nusantara dan sisanya 500 liter/detik untuk Balikpapan. Bendungan ini ditargetkan dapat dilengkapi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung berkapasitas 100 megawatt (MW) untuk menghasilkan energi baru terbarukan.
"Kemarin kita melaksanakan seminar daring terkait pemanfaatan bendungan di Indonesia sebagai energi baru terbarukan. Bendungan Sepaku Semoi menjadi salah satu yang menjadi objek tersebut," kata Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Adenan Rasyid
Hal ini didukung terbitnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 7 Tahun 2023 tentang Bendungan, yang menyatakan bahwa dalam hal pemanfaatan ruang pada daerah genangan Waduk untuk pembangkit listrik tenaga surya terapung melebihi 20 persen dari luas permukaan genangan waduk pada muka air normal. Sedangkan kajian teknisnya harus mendapatkan rekomendasi dari Komisi Keamanan Bendungan.
"Asumsi kita satu hektar itu 1 MW, jadi kalau 20 persen dari 500 hektare sekitar 100 MW dan kemungkinan bisa lebih. Kementerian PUPR hanya menyediakan tempat dan izin rekomendasi ini bagian dari menambah nilai manfaat bendungan," katanya.